<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767</id><updated>2012-02-17T07:36:18.482+07:00</updated><title type='text'>PASUKAN LANGIT INDONESIA</title><subtitle type='html'>"Keep The Faith For Wind Of Change - You'll Never Walk Alone"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-7741727877580332480</id><published>2012-02-07T11:02:00.005+07:00</published><updated>2012-02-07T11:35:36.221+07:00</updated><title type='text'>Desa Promasan : Sebuah Kearifan Lokal Yang Masih Bertahan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0TL3D0EPrfs/TzCic8xt4lI/AAAAAAAABCk/NkbbKXVFLAo/s1600/ungaran_dari_promasan.jpg" style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706239346113110610" src="http://3.bp.blogspot.com/-0TL3D0EPrfs/TzCic8xt4lI/AAAAAAAABCk/NkbbKXVFLAo/s320/ungaran_dari_promasan.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 209px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Desa Promasan, mungkin banyak yang masih belum tahu sebuah desa di lereng Gunung Ungaran pada ketinggian 1800 mdpl yang hanya terdiri dari kurang lebih 15 rumah dengan hamparan kebun teh yang sangat luas menawarkan sebuah aroma terapi bagi siapa saja yang mengunjunginya. Sepanjang mata memandang kita akan melihat luasnya hamparan kebuh teh yang merupakan sebagai mata pencaharian penduduk desa promasan. Dari puncak Gunung Ungaran kita dapat melihat desa ini dari ketinggian dengan jelas karena desa ini merupakan desa terakhir sebelum kita melanjutkan pendakian ke Gunung Ungaran (2050 mdpl).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; jauh dari dari desa tersebut, dibawah bukit teh kita akan menemukan sebuah goa jepang sisa peninggalan zaman jepang dahulu sebagai bukti kekejaman romusha pada waktu itu. Kita juga akan menemukan sebuah kolam dengan pancuran yang sangat jernih dan dingin airnya. Siang hari di desa Promasan terlihat lengang dan sepi hanya beberapa penduduk yang kadang terlihat entah mau ke perkebunan untuk beraktifitas atau mau ke tempat pemandian. Penduduk sini benar-benar memegang teguh kearifan lokal setempat, tanpa ada listrik penerangan, jalan yang masih berbatu (makadam) bisa dibayangkan begitu sulitnya akses menuju kesana. Kepedulian mereka kepada alam terlihat dari kepribadian dan gaya hidup mereka yang jauh dari teknologi. Alat-alat yang mereka pergunakan untuk bercocok tanam masih sangat sederhana, rumah yang masih beralaskan tanah dan masih menggunakan kayu untuk pondasi rumahnya, perkebunan dan lahan perkarangan terlihat bersih tanpa ada sampah yang berserakan benar2 mencerminkan sebuah kearifan lokal yang sangat sederhana. Sebuah kesatuan antara manusia, alam dan lingkungan yang tersinergi dengan baik dan berkesinambungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akses untuk menuju kesana dapat melalui beberapa jalur, dari Kendal kita dapat melalui Boja melalui Kebun Teh Medini dengan jalan makadam berbatu dan apabila bagi anda yang suka tantangan trekking anda dapat melewati jalur Jimbaran sebagai jalur utama. Kami mencoba lewat jalur Jimbaran dan berikut catatan perjalanan kami :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Terminal Terboyo-Pasar Jimbaran : Minibus (07.00-07.45 Wib.)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Terminal Terboyo perjalanan dilanjutkan naik Minibus menuju Pasar Jimbaran kurang lebih 45 menit perjalanan dengan tarif Rp. 10.000,00. Sampai Pasar Jimbaran yang merupakan pasar tradisional penduduk lereng Gunung Ungaran udara cukup sejuk berkisar 25 derajat celcius.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pasar Jimbaran-Pos I Mawar : Ojek (08.00-08.20 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Pasar Jimbaran perjalanan dilanjutkan naek ojek kurang lebih 20 menit dengan tarif Rp. 15.000,00 menuju Pos I atau Pos Mawar dengan jalan yang menanjak melewati perkampungan penduduk. Sebelum sampai Pos Mawar kita akan melewati tempat pariwisata Pemandian Umbul Sidomukti. Tempat ini ramai pengunjung dengan pemandangan yang terbuka sehingga Puncak Gunung Ungaran terlihat jelas dari sini. Disini selain terdapat kolam renang juga terdapat taman bermain bagi anak-anak dan bagi yang suka tantangan disini juga disewakan kuda untuk sekedar refresing atau jalan-jalan di sekitar area Umbul Sidomukti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pos I Mawar-Pos II Pos Bayangan : Trekking (08.30-09.40 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampai Pos Mawar perjalanan dilanjutkan kembali dengan trekking menuju Pos II atau Pos Bayangan. Dari Pos Mawar kita dapat melihat Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo dan kami manfaatkan semaksimal mungkin suasana aroma-aroma menawan ini. Awal perjalanan kami memulai kawasan hutan ciri khas pegunungan dengan vegetasi yang sedikit tertutup sehingga udara cukup sejuk. Kami sempat mengabadikan foto di sini. Medan kemudian mulai menanjak dan vegetasi mulai terbuka dengan sehingga cuaca menjadi panas dengan jalanan yang berdebu. Di sini kita sempat beristirahat sebentar dan kami baru sadar bahwa banyak terdapat sisa-sisa kebakaran hutan. Perjalanan kami lanjutkan dan medan mulai memasuki kawasan hutan kembali dengan banyak pepohonan sehingga suasana menjadi sejuk, ditengah perjalanan kami melewati sungai dan terdapat air terjun kecil sehingga suasana menjadi segar. Suara air dan angin semilir begitu kami rindukan selama ini. Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan medan yang semakin menanjak dan akhirnya kita sampai Pos II Pos Bayangan dimana terdapat gubuk peristirahatan dan tanah datar cukup untuk 2-3 tenda. Karena lokasinya di dalam hutan pemandangan tidak terlihat dari sini. Dari Pos I mawar Sampai Pos II Bayangan perjalanan trekking kami 1 jam 10 menit plus istirahat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;                                                                                          &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pos II Pos Bayangan-Desa Promasan : Trekking (09.45-10.45 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum sampai Desa Promasan kita akan melewati Padepokan Karyatani Sidomukti sebagai tempat orang-orang penganut aliran kepercayaan. Di sini sumber air sangat melimpah ditampung di sebuak kolam penampungan. Setelah melewati hutan dan padepokan, perjalan dilanjutkan melewati kebun kopi dan setelah menemukan pertigaan ikuti penunjuk arah ke kiri jalan menuju puncak sedangkan lurus adalah jalan menuju Medini yaitu jalur lain pendakian lewat Boja, Kendal. Di pengujung jalan kebun kopi kita akan menemukan pertigaan dimana kekiri akan menuju puncak sedangkan ke kanan kita akan melihat hamparan kebun teh dan menuju Desa Promasan. Puncak Gunung Ungaran terlihat indah sekali dari sini. Sampai Desa Promasan kami beristirahat dan mengisi perut yang udah keroncongan sambil melihat pemandangan sekeliling kita akan menemukan Gua Jepang peninggalan zaman penjajahan Jepang dulu dan akan menemukan juga kolam pemandian sebagai tempat kebutuhan sehari-hari Penduduk Desa Promasan. Desa ini sangat terpencil dan jauh dari kota dengan berjumlah kurang lebih 15 kepala keluarga tetapi menawarkan kedamaian alam yang jarang kita jumpai sekarang ini. Disini persediaan air sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; melimpah dan merupakan sumber air terakhir sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Ungaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 7 Januari 2012)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-7741727877580332480?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/7741727877580332480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/02/desa-promasan-sebuah-kearifan-lokal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/7741727877580332480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/7741727877580332480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/02/desa-promasan-sebuah-kearifan-lokal.html' title='Desa Promasan : Sebuah Kearifan Lokal Yang Masih Bertahan'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0TL3D0EPrfs/TzCic8xt4lI/AAAAAAAABCk/NkbbKXVFLAo/s72-c/ungaran_dari_promasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-1302074841384971175</id><published>2012-01-26T09:49:00.006+07:00</published><updated>2012-01-31T15:01:55.260+07:00</updated><title type='text'>Manusia, Alam dan Lingkungan Sebagai Satu Kesatuan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hYYQ-RA4rAA/TyC_4hV_xpI/AAAAAAAABCU/PtG_AMAWZlw/s1600/manuk3tr3.jpg" style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701768105995257490" src="http://4.bp.blogspot.com/-hYYQ-RA4rAA/TyC_4hV_xpI/AAAAAAAABCU/PtG_AMAWZlw/s320/manuk3tr3.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Manusia, Alam dan Lingkungan merupakan suatu kesatuan yang tak pernah terpisahkan. Itulah yang pernah saya alami sehingga menyadarkan diri ini sebagai manusia masih banyak salah dan dosa. Apalagi terhadap lingkungan sekitar kita tinggal yang kadang kita menyepelekanya. Percaya tidak percaya peristiwa itu kami alami pada waktu pendakian ke Gunung lawu (3265 Mdpl) yang terletak di perbatasan Jawa tengah dan Jawa Timur. Pada waktu itu kami melakukan pendakian melewati jalur Cemoro Sewu, Magetan. Di tengah perjalanan hutan disertai hujan deras dan kabut tebal karena lawu terkenal dengan kabut tebal dan hawa dinginya sehingga jarak pandang hanya beberapa meter saja sehingga membuat kami bertiga harus saling terus berkoordinasi satu sama lain. Apalagi kami tidak membawa GPS dan Kompas karena persiapan yang begitu mendadak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sebuah peristiwa yang mungkin membuat saya takjub ketika beberapa ekor Burung Jalak saling bahu membahu satu dua meter di depan saya seolah2 mengisyaratkan memberi petunjuk jalan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; benar. Setiap aku berhenti melepas lelah maka burung pun ikut berhenti sambil kadang bersiul2 di atas bebatuan. Ketika kulangkahkan kaki di tengah hujan dan kabut maka burung itupun udah terbang di depanku agar aku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; mengikutinya dan jangan mengambil jalan lain di percabangan bila tidak ingin tersesat. Petunjuk itu benar2 membuat kami bisa menyelesaikan perjalanan sore itu. Dengan peristiwa ini mungkin menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu menjaga lingkungan minimal disekitar kita tempat tinggal sebagai perwujudan kepedulian kita terhadap alam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Oleh karena itu ketika aku melihat di lingkungan Kampus Universitas Brawijaya (UB) ada kandang yang dibuatkan khusus untuk Burung Merpati/Dara dan membiarkan mereka terbang bebas kesana kemari keluar masuk kandang membuat aku tersenyum senang dan sekilas mengingatkanku pada pertemuan spesial dengan Burung Jalak Lawu ketika itu. Ahhh…andai kamu ada disini sahabat-sahabat kecilku…gimana kabarmu kini…You’ll Never Walk Alone…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" face="georgia" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(153, 153, 153); color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: bold; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;Pasukan&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Langit, 26 Januari 2012)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-1302074841384971175?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/1302074841384971175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/01/manusia-alam-dan-lingkungan-sebagai_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1302074841384971175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1302074841384971175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/01/manusia-alam-dan-lingkungan-sebagai_26.html' title='Manusia, Alam dan Lingkungan Sebagai Satu Kesatuan'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hYYQ-RA4rAA/TyC_4hV_xpI/AAAAAAAABCU/PtG_AMAWZlw/s72-c/manuk3tr3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-2485871254078082507</id><published>2012-01-25T09:57:00.020+07:00</published><updated>2012-01-25T14:09:56.388+07:00</updated><title type='text'>Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat : Berharap Restu Bumi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1WJ6fc0kyV0/Tx-kK4wOCiI/AAAAAAAABCE/lPxV92M2TRQ/s1600/8.jpg"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701456160214616610" src="http://3.bp.blogspot.com/-1WJ6fc0kyV0/Tx-kK4wOCiI/AAAAAAAABCE/lPxV92M2TRQ/s320/8.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-55RhUDUeJh0/Tx-gzRSbK5I/AAAAAAAABB4/duvm9lo3tw8/s1600/17.jpg"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701452455948790674" src="http://2.bp.blogspot.com/-55RhUDUeJh0/Tx-gzRSbK5I/AAAAAAAABB4/duvm9lo3tw8/s320/17.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;Restu Bumi&lt;/b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; ada, itulah tanda alam percaya pada kita, kita akan menjaganya. &lt;/span&gt;&lt;i style="color: black;"&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;. Ada satu kalimat bijak dan bisa di jadikan acuan dan ingatan tentang alam bagi kita semua :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ketika engkau sering berteriak dan menangis karena disakiti, tak kah kau sadar bahwa alam dan hutan ini juga berteriak mengerang karena kau sakiti? Betapa engkau telah merusaknya dengan bermacam alasan yang kadang tak masuk akal. Jangan mengeluh saat alam membalas,dengan amukannya yang tak pandang bulu karena terlalu dalam sakitnya”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Perkembangan populasi manusia mau tidak mau membuat kebutuhan akan lahan pemukiman dan industri semakin meningkat. Area hutan disulap menjadi perkebunan dan ladang, akibatnya pohon2 tinggi ditebang padahal sebagai sumber cadangan air dan makanan bagi kelangsungan hidup hutan. Oleh karena itu di zaman akhir ini kita akan sering dihadapkan pada bahaya tanah longsor, banjir bandang maupun puting beliung (pentil muter istilah suroboyoan).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh satu aja mungkin bisa sebagai penyebab kecil semua ini, seperti yang dijelaskan diatas fungsi pohon besar di hutan selain sebagai sumber air dan cadangan makanan juga bisa sebagai penahan angin yang datang dari puncak turun ke lembah. Mengapa demikian, menurut pendapat saya karena pernah mengalami langsung badai gunung dimana angin berhembus kencang melebihi apa yang sekarang kita alami di kota saat ini, angin kencang yang turun dari atas menuju ke lembah akan ditahan oleh pohon2 besar di hutan sehingga akan menghambat laju gerak angin tersebut. Angin tersebut akan terpecah ketika menerpa pohon sehingga akan melewati celah2 kecil diantara batang dan dedaunan sehingga sehingga tidak lagi berhembus kencang dan pada akhirnya ketika sampai di pemukiman di kota akan menjadi kecil intensitasnya, sejuk, segar, sepoi-sepoi seperti nyiur yang melambai-lambai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Nah, bagaimana kalau sudah tidak ada lagi pohon besar di hutan, bisa dibayangkan angin kencang dari puncak  tidak ada yang menahan akibatnya sampai bawah pemukiman penduduk dan perkotaan angin tetap kencang dan akan selalu memutar dengan intensitas yang tinggi sehingga mungkin ini yang dinamakan puting beliung. Itu hanya salah satu contoh kecil saja dan dari pendapat saya pribadi yang mungkin bisa jadi salah. Penyebab-penyebab lainya mungkin hanya bisa dibuktikan secara ilmiah maupun secara meteorologi dan geofisika.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Tentunya hanya Restu Bumi yang tahu kapan semua ini akan berhenti dan kapan akan terjadi lagi yang akan terus berulang-ulang setiap tahun, kita tidak akan pernah tahu esok hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div   style="text-align: right;font-family:Georgia,&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=" line-height: 115%;font-size:11pt;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;(Pasukan Langit, 25 Januari 2012)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-2485871254078082507?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/2485871254078082507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/01/ketika-alam-tak-lagi-bersahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/2485871254078082507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/2485871254078082507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/01/ketika-alam-tak-lagi-bersahabat.html' title='Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat : Berharap Restu Bumi'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1WJ6fc0kyV0/Tx-kK4wOCiI/AAAAAAAABCE/lPxV92M2TRQ/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-2573976189527980026</id><published>2012-01-11T10:24:00.038+07:00</published><updated>2012-01-11T15:11:35.166+07:00</updated><title type='text'>Eksotisme Dibalik Kabut Ranu Kumbolo (2395 Mdpl)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Akhir tahun 2011 kemarin kami tutup petualangan kami ke Ranu Kumbolo, sebuah danau di kaki Gunung Semeru yang menawarkan keindahan alam ciri khas pegunungan pada ketinggian 2395 Mdpl. Danau Ranu Kumbolo masuk dalam wilayah &lt;span class="st"&gt;Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-theme-font: minor-bidi;font-style:normal;mso-bidi-font-style:italic"&gt;TNBTS&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="st"&gt;). Gunung Semeru sendiri ditutup untuk pendakian dan dibatasi sampai kalimati. Perjalanan kali ini kami memulai dari Kota Malang dimana kami tinggal dengan menggunakan sepeda motor. Kami berangkat beranggotakan lima orang (junedz, Faris, Yoga, Khamdan dan Edy), dan berikut catatan perjalanan kami di penghujung akhir tahun 2011 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="st"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kota Malang –Tumpang : 1 Jam Perjalanan (Sepeda Motor)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dari Malang kami menuju Tumpang dah singgah sebentar di rumah Edy untuk mempersiapkan segala hal dalam pendakian kali ini. Sementara surat perizinan dan surat keterangan dokter jauh2 hari si Faris udah mengurusnya sehingga perjalanan kali bener2 kami persiapkan dengan matang. Di Tumpang tak lupa kami mengisi bensin full sementara aku sendiri ingin menguji ketangguhan Smash Titanku melewati 2 jam kedepan trek yang menanjak dan ekstrem. Full bensin dan Oli Motul Gold 15w/50 telah aku persiapkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Tumpang-Desa Ngadas : 1 Jam perjalanan (Sepeda Motor)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perjalanan kemudian kami lanjutkan dari Tumpang menuju Desa Ngadas, sebuah desa yang mayoritas penduduknya beragama hindu dan merupakan salah Satu Suku Tengger dengan kearifan lokalnya yang selalu memegang teguh adat istiadat budaya। Sepanjang perjalanan kita akan melihat pemandangan alam yang sangat indah dan kita akan melewati beberapa tempat wisata yang patut untuk dikunjungi seperti Coban Pelangi dan Coban Trisula. Kami sempat mampir di warung makan di Coban Pelangi untuk mengisi perut agar tidak masuk angin karena cuaca yang dingin dan berkabut. Akhirnya cobaan dimulai dari sini bagi sepeda motor kami jalanan mulai menanjak dengan kondisi jalan berbatu sesekali melewati jalan paving yang licin. Alhamdulillah itu tidak menjadi halangan bagi Smash Titanku tidak ada trouble sama sekali benar2 Tiada Tanding bahkan aku harus menunggu teman2 lain yang sepeda motornya bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YYk8H5TCDkg/Tw0DVNevW3I/AAAAAAAAA6A/Y_LXPiEL0bg/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YYk8H5TCDkg/Tw0DVNevW3I/AAAAAAAAA6A/Y_LXPiEL0bg/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696212766624275314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hmJJ2WKqnX4/Tw0F8KFQLhI/AAAAAAAAA68/OI6iZ7tSdxg/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hmJJ2WKqnX4/Tw0F8KFQLhI/AAAAAAAAA68/OI6iZ7tSdxg/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696215634750221842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family:georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Desa Ngadas–Ranu Pane : 1 Jam Perjalanan (Sepeda Motor)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sampai Desa Ngadas kami disuguhi pemandangan yang sangat menarik। Hamparan pegunungan hijau dibalik kabut menawarkan ketenangan alam yang tidak pernah kita jumpai di kota. Tenangnya alam dan ramah senyum penduduk desa menjadi obat alami bagi kami yang tentunya memberikan kesan tersendiri. Kemudian perjalanan kami lanjutkan menuju Ranu Pane sebuah desa terakhir sebelum memulai trekking menuju Ranu Kumbolo. Di setiap perjalanan tak henti-hentinya kami takjub dengan pemandangan alam yang kami lalui. Sampai Ranu Pane kami lalu mengurus semua perizinan di Pos Pendaftaran. Di sana kami bertemu dengan banyak teman-teman pendaki dari berbagai daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fF37X9cY9mI/Tw0DmaKtzMI/AAAAAAAAA6M/sCtHv7NPAWQ/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fF37X9cY9mI/Tw0DmaKtzMI/AAAAAAAAA6M/sCtHv7NPAWQ/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696213062087724226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TrDBKmm_nbk/Tw0HW0r-p0I/AAAAAAAAA7I/b2_W1sysY_k/s1600/4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TrDBKmm_nbk/Tw0HW0r-p0I/AAAAAAAAA7I/b2_W1sysY_k/s320/4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696217192375166786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6l7UFJIhBdo/Tw0Hk6t343I/AAAAAAAAA7U/x2z5spStrfc/s1600/5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6l7UFJIhBdo/Tw0Hk6t343I/AAAAAAAAA7U/x2z5spStrfc/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696217434511893362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Ranu Pane –Pos I : 1 Jam Perjalanan (Trekking)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah perizinan selesai kami memulai perjalanan trekking dimulai dari jalan beraspal melewati perkebunan penduduk yang sangat indah। Ranu Pane di ketinggian 2200 mdpl memang sangat dingin। Kemudian perjalanan berubah menjadi jalan setapak yang sudah dipaving sehingga perlu kehati-hatian karena jalan licin dan banyak lumut. Jalanan agak menanjak sampai akhirnya tiba di Pos I ditandai dengan adanya tempat peristirahatan. Disini kami istirahat sebentar sambil melepas lelah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-etM6faithPw/Tw0IF9P9c-I/AAAAAAAAA7g/XjusWoDKMgY/s1600/6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-etM6faithPw/Tw0IF9P9c-I/AAAAAAAAA7g/XjusWoDKMgY/s320/6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696218002127418338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pos I–Pos II : 20 Menit Perjalanan (Trekking)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Karena Pos I menuju Pos II loaksinya perdekatan kami tidak lama beristirahat untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos II। Di Pos II kami bertemu beberapa pendaki sehingga kami bisa saling mengenal satu sama lain dalam satu persahabatan. Sepanjang perjalanan kondisi hutan masih alami dan masih tertutup rapat vegetasinya kadang kami harus melewati semak belukar yang cukup tinggi. Kami cukup lama beristirahat disini sebelum melanjutkan perjalanan ke Pos II.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PkfPf3p-PIU/Tw0JJR_9RFI/AAAAAAAAA7s/sI5z7os9gLA/s1600/7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PkfPf3p-PIU/Tw0JJR_9RFI/AAAAAAAAA7s/sI5z7os9gLA/s320/7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696219158748677202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pos II–Pos III : 1,5 Jam Perjalanan (Trekking)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perjalanan mulai melelahkan karena kabut yang semakin tebal kadang hujan rintik-rintik menemani kami di setiap langkah perjalanan। Aku sendiri selalu dibagian paling belakang tertinggal jauh dari teman-teman. Sesekali kami harus berhati-hati karena jalan licin dan jurang disamping kami. Melewati bebatuan dan beberapa jalan terkena longsoran dan pepohonan yang tumbang. Disini kami dapat melihat bekas kebakaran hutan beberapa waktu lalu yang masih meninggalkan sisa sampai sekarang. Selama satu setengah perjalanan akhirnya kami sampai Pos III. Kami Beristirahat sambil mengisi perut dengan perbekalan yang kami bawa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-g6TCA33b9hw/Tw0KmKKcx_I/AAAAAAAAA74/_5ZQ2vVD9BU/s1600/8.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-g6TCA33b9hw/Tw0KmKKcx_I/AAAAAAAAA74/_5ZQ2vVD9BU/s320/8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696220754373036018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WufON2fzC0w/Tw0K7fMbSzI/AAAAAAAAA8E/if7teXJUjic/s1600/9.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WufON2fzC0w/Tw0K7fMbSzI/AAAAAAAAA8E/if7teXJUjic/s320/9.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696221120795724594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pos III–Pos IV : 1 Jam 10 Menit Perjalanan (Trekking)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Menuju Pos IV teman2 udah berangkat dahulu aku menyusul di belakang dengan berjalan santai karena trek awal langsung menanjak naik, sesekali aku berhenti melihat sisa-sisa kebakaran yang semakin jelas dimana banyak pohon bertumbangan dan berwarna hitam। Sunyi senyap itulah yang aku rasakan dalam perjalanan menuju Pos IV. Setelah satu jam lebih akhirnya sampai di Pos IV dimana pemandangan Danau Ranu Kumbolo sangat indah sekali terlihat dari sini. Perjalanan kami terbayar sudah dengan hamparan pemandangan di depan kami. Kabut yang berjalanan menuju danau memberikan pemandangan yang luar biasa bagi kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-voddtEdOWJo/Tw0Ltpz6vnI/AAAAAAAAA8Q/ScZBRp7_3gI/s1600/10.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-voddtEdOWJo/Tw0Ltpz6vnI/AAAAAAAAA8Q/ScZBRp7_3gI/s320/10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696221982639177330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-73MI2jWeylE/Tw0MSq68fzI/AAAAAAAAA8o/kB5I-RbSbDI/s1600/11.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-73MI2jWeylE/Tw0MSq68fzI/AAAAAAAAA8o/kB5I-RbSbDI/s320/11.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696222618592247602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EBDsnA6t8D8/Tw0MsdEbITI/AAAAAAAAA80/CU29Ru3eBgs/s1600/12.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EBDsnA6t8D8/Tw0MsdEbITI/AAAAAAAAA80/CU29Ru3eBgs/s320/12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696223061550506290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pos IV–Ranu kumbolo : 30 Menit Perjalanan (Trekking)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;  color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah puas melihat pemandangan dari Pos IV bergegas kami melanjutkan perjalanan menuju danau। Kami melewati pinggiran danau dengan airnya yang dingin. Banyak penduduk setempat yang mencari ikan di danau dengan memancing. Tetapi karena musim hujan susah untuk mencari ikan. Aku sempat istirahat sebentar dipinggiran danau menikmati tenangya sore itu. Sementara teman-teman sudah sampai di Base Camp Ranu Kumbolo untuk mendirikan tenda. Sambil mengisi perut yang mulai keroncongan dengan makanan ringan dipinggir danau, pikiran melayang jauh terbawa tenangnya sore itu menikmati keagungan Tuhan dibalik eksotisme kabut Ranu Kumbolo. Semoga kan selalu lestari sampai akhir nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8V2lnVJXFMA/Tw0NELJAarI/AAAAAAAAA9A/sKxMWdmbglc/s1600/14.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8V2lnVJXFMA/Tw0NELJAarI/AAAAAAAAA9A/sKxMWdmbglc/s320/14.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696223469054749362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZaOFQ6YeCwc/Tw0OuQ7FQwI/AAAAAAAAA9M/v5L3sG_4gDE/s1600/15.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZaOFQ6YeCwc/Tw0OuQ7FQwI/AAAAAAAAA9M/v5L3sG_4gDE/s320/15.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696225291673092866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7cdlUcZNXvk/Tw0O33EWFKI/AAAAAAAAA9Y/3dV87nmXeGQ/s1600/16.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7cdlUcZNXvk/Tw0O33EWFKI/AAAAAAAAA9Y/3dV87nmXeGQ/s320/16.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696225456531313826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" align="right"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;(Pasukan Langit, 11 Januari 2012)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-2573976189527980026?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/2573976189527980026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/01/eksotisme-dibalik-kabut-ranu-kumbolo.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/2573976189527980026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/2573976189527980026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2012/01/eksotisme-dibalik-kabut-ranu-kumbolo.html' title='Eksotisme Dibalik Kabut Ranu Kumbolo (2395 Mdpl)'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YYk8H5TCDkg/Tw0DVNevW3I/AAAAAAAAA6A/Y_LXPiEL0bg/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-8629614065775488793</id><published>2011-11-17T09:28:00.001+07:00</published><updated>2011-12-23T15:21:19.152+07:00</updated><title type='text'>Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) : Eksotika Nusantara</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pulau Lombok, siapa yang tidak tahu pulau ini. Pulau yang menawarkan pariwisata eksotika ini sangat terkenal sampai dunia internasional. Terkenal dengan Pantai Senggigi dan Pulau Gili Trawangan merupakan surga dunia tersendiri bagi para pecintanya. Kami sempat menikmati keindahan Pulau ini beberapa waktu lalu tetapi baru kami posting sekarang. Berangkat dari Malang kami menuju Surabaya ke Bandara Udara Juanda untuk melakukan penerbangan ke Pulau Lombok. Dari Surabaya kami naik Pesawat Lion Air Rute Surabaya-Mataram dengan harga Rp. 230.000,00 pada waktu itu menuju Bandara Udara Selaparang, Mataram. Perjalanan udara dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Akan tetapi sekarang Bandara Udara Selaparang mulai 30 September 2011 Bandara Udara ini resmi ditutup dan tidak lagi difungsikan sebagai pusat transit transportasi udara. Sebagai gantinya dialihkan dengan Bandara Udara Internasional Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, NTB dan diresmikan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 Oktober 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RtPwuRktkw0/TsR2LCjzpbI/AAAAAAAAA3k/qC8G9x5aHQ0/s1600/10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-RtPwuRktkw0/TsR2LCjzpbI/AAAAAAAAA3k/qC8G9x5aHQ0/s320/10.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di Mataram kami menginap di Hotel Jayakarta di pinggiran Pantai Senggigi dan begitu indah pemandanganya. Di hari pertama kami mengunjungi peninggalan kuno berupa Candi-Candi dan kerajinan gerabah maupun keramik. Di setiap perjalanan masih banyak dijumpai hutan dan sawah serta jalanan yang masih melaju mulus tidak begitu macet seperti yang selalu kita alami di Pulau Jawa. Perjalanan di Pulau Lombok ini kami menggunakan jasa tour dan travel yang siap mengantar kami jelajah mengelilingi Pulau lombok. Tengah malam kami keluar dari hotel dan berjalan menuju belakang hotel sambil menikmati heningya suasana malam Pantai Senggigi. Angin lembut menerpa badan dan tak terasa hari udah larut malam kami memutuskan istirahat untuk persiapan perjalanan esok pagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PFZMhiLXYeo/TsR4lKkNmcI/AAAAAAAAA3s/gNw_SA9EC4Q/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-PFZMhiLXYeo/TsR4lKkNmcI/AAAAAAAAA3s/gNw_SA9EC4Q/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1yZA6IJLZc0/TsR4mhyKjKI/AAAAAAAAA30/YyP6CLGWIhI/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-1yZA6IJLZc0/TsR4mhyKjKI/AAAAAAAAA30/YyP6CLGWIhI/s320/4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Esok pagi kami bangun pagi2 sekali ingin menikmati Sunrise di Pantai Senggigi. Mantap begitulah yang kami rasakan. Sesekali terlihat perahu nelayan sedang mencari ikan. Pukul 07.00 WITA kami bersiap2 mandi dilanjutkan sarapan pagi tepat pukul o9.00 WITA kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Gili Trawangan. Kami sempat singgah dulu di beberapa tempat wisata yang tidak kalah menarik seperti grosir yang menjual segala pernak pernik ciri khas Pulau Lombok seperti Kaos, Mutiara, Kerajinan2 baik dari perak maupun ukir-ukiran dsb. Sepanjang perjalanan pemandangan begitu indah sehingga tidak membuat bosan perjalanan. Kami sempat berhenti di sebuah jalan paling tinggi sehingga dapat memandang dengan leluasa indahnya Pantai Senggigi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xLc-Itf9Xek/TsR7q4xqa6I/AAAAAAAAA38/KD8ZtNlqOTM/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-xLc-Itf9Xek/TsR7q4xqa6I/AAAAAAAAA38/KD8ZtNlqOTM/s320/2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TM5SoQZ9jlI/TsR7roiQthI/AAAAAAAAA4E/W2gIVGURULw/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-TM5SoQZ9jlI/TsR7roiQthI/AAAAAAAAA4E/W2gIVGURULw/s320/3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7xArrUNlGlc/TsR7slnaEUI/AAAAAAAAA4M/CMBfhuT0oMU/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-7xArrUNlGlc/TsR7slnaEUI/AAAAAAAAA4M/CMBfhuT0oMU/s320/5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di tengah perjalanan ada beberapa ruas jalan yang masih diperbaiki dan diperlebar dan tentunya untuk memudahkan akses transportasi tentunya kedepanya. Sampai terminal bus kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki transportasi tradisional ciri khas Lombok yaitu Cidomo (kendaraan transportasi menggunakan kuda) seperti di Pulau Jawa namanya Dokar atau Andong. Sepuluh menit perjalanan menggunakan Cidomo, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki Perahu Mesin menuju Pulau Gili Trawangan. Selain Gili Trawangan, ada dua pulau lagi yang tidak kalah terkenal yaitu Pulau Gili Meno dan Pulau Gili Air. Kurang lebih 30-45 menit perjalanan air dimana di tengah2 laut ombak cukup membuat kami was-was akhirnya kami sampai di Pulau Gili Trawangan. Disni banyak sekali turis mancanegara yang berkunjung dan banyak disewakan losmen2 kecil dan cafe untuk bermalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kL-fO9Tj6gw/TsR9vgcx7UI/AAAAAAAAA4U/3uVY1jpUikQ/s1600/8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-kL-fO9Tj6gw/TsR9vgcx7UI/AAAAAAAAA4U/3uVY1jpUikQ/s320/8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7vuEX2P1G24/TsR9wGZqbgI/AAAAAAAAA4c/C3l038qquDg/s1600/6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-7vuEX2P1G24/TsR9wGZqbgI/AAAAAAAAA4c/C3l038qquDg/s320/6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pulau Gili Trawangan memiliki fasilitas yang lengkap, bila anda ingin menyelam disini banyak disewakan alat2 untuk Snorkeling dan apabila anda ingin menjelajah Pulau Gili Trawangan anda dapat menyewa sepeda ontel Rp. 25.000,00 per jam sambil santai berkeliling menikmati indahnya pemandangan sekitar. Disini juga disewakan perahu-perahu yang disewakan untuk melihat keindahan bawah laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan hias dengan biaya Rp. 50.000,00. Di Pulau Gili Trawangan ini juga sebagai tempat penangkaran Penyu dimana Penyu2 ini dirawat dan dijaga sehingga kelangsungan hidup mereka terjamin dengan aman. Batru setelah dirasa cukup dewasa Penyu2 ini akan dilepas kembali ke laut sebagai tempat habitatnya. Dengan penangkaran Penyu ini diharapkan dapat menghindari kepunahan. Menjelang sore kami kembali menuju Pulau Lombok kembali dengan menyeberang laut menggunakan Perahu yang mengantar kami tadi. Karena perut mulai lapar sesampai di Pulau Lombok kami ingin secepatnya menikmati makanan khas Pulau Lombok, apa lagi kalau bukan Ayam Taliwang. Maaak Nyuuus ayamnya begitu empuk dan sambal kecapnya mantaaap abiiis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QkNltxg7MBw/TsSAq-fwjDI/AAAAAAAAA4k/g0rHrbz8-ks/s1600/9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-QkNltxg7MBw/TsSAq-fwjDI/AAAAAAAAA4k/g0rHrbz8-ks/s320/9.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Mq8IwSihAM0/TsSArt-4r7I/AAAAAAAAA4s/ouMeYZ2Eo3U/s1600/7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mq8IwSihAM0/TsSArt-4r7I/AAAAAAAAA4s/ouMeYZ2Eo3U/s320/7.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di hari ketiga hari terakhir sebelum bertolak kembali menuju Surabaya kami tak ketinggalan menuju perkampungan Suku Sasak. penduduk asli Pulau Lombok yang menganut Agama Islam. Ada cerita unik disini Suku Sasak Sade kaau kita mungkin mengepel lantai menggunakan air disana mereka kalau mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Itulah kepercayaan mereka yang mereka yakini. Mereka banyak menjual cinderamata yang terkenal seperti kain khas Suku Sasak yaitu Kain Songket seperti yang saya kenakan di kepala pada gambar diatas. Belum lagi mutiara-mutiara yang sangat bagus dibuat seperti cincin, gelang, kalung dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-niYTXN_GLYo/TsSC4yB-q4I/AAAAAAAAA48/9SxYwg8eh3o/s1600/11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-niYTXN_GLYo/TsSC4yB-q4I/AAAAAAAAA48/9SxYwg8eh3o/s320/11.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-B9Mz18Clc44/TsSDsQDq40I/AAAAAAAAA5E/6pUACD-uAuE/s1600/madu+sumbawa+2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-B9Mz18Clc44/TsSDsQDq40I/AAAAAAAAA5E/6pUACD-uAuE/s320/madu+sumbawa+2.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjelang siang kami kembali menuju Bandara untuk kembali balik ke Surabaya dilanjutkan perjalanan darat menuju Malang. Di tengah perjalanan kami membeli oleh-oleh yang khas yang sangat terkenal yaitu Telur Asin dan Madu Putih Sumbawa. Warnanya yang putih berbeda dengan madu2 yang kita kita liat baisanya. Tidak kalah penting khasiatnya sangat banyak sekali Madu Putih ini dan tentunya sangat bagus buat kesehatan. Pastikan madu harus asli dengan dijual berkisar antara Rp. 60.000,00-Rp.70.000,00 per botol. Perjalanan ke Pulau Lombok, NTB memberikan pengalaman tersendiri bagi kami dimana begitu indahnya alam Nusantara kita ini tidak kalah dengan negara-negara lain. Suatu saat kalau Allah SWT mengizinkan kami ingin kembali ke sini tentunya dengan petualangan baru yakni mendaki Gunung Rinjani, gunung tertinggi di Nusa Tenggara barat yang tidak kalah bagus pemandangan dan panoramanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 17 November 2011)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-8629614065775488793?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/8629614065775488793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/11/vacation-in-lombok-island.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8629614065775488793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8629614065775488793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/11/vacation-in-lombok-island.html' title='Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) : Eksotika Nusantara'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RtPwuRktkw0/TsR2LCjzpbI/AAAAAAAAA3k/qC8G9x5aHQ0/s72-c/10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-3797470686055694904</id><published>2011-11-10T14:52:00.002+07:00</published><updated>2011-12-16T15:43:42.720+07:00</updated><title type='text'>Alasan Nabi Muhammad SAW Menyayangi Kucing</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Fzu698D-2zw/TusETLW6KHI/AAAAAAAAA5U/pPp3PTJDLnI/s1600/Miko+Si+Bolang+Pacem-Pacem.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-Fzu698D-2zw/TusETLW6KHI/AAAAAAAAA5U/pPp3PTJDLnI/s320/Miko+Si+Bolang+Pacem-Pacem.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-M2MrbY2N0hE/TruC-tBnJ4I/AAAAAAAAA2Q/mL9R1PdTi0Y/s1600/Tonyong+Monyong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="309" src="http://4.bp.blogspot.com/-M2MrbY2N0hE/TruC-tBnJ4I/AAAAAAAAA2Q/mL9R1PdTi0Y/s320/Tonyong+Monyong.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kitamungkin pernah denger kalau Nabi suka banget sama kucing, tapi memang Nabisayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan mulia. Bnyk kisah2 tentangkucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitarmanusia). Bahkan Nabi juga memiliki kucing peliharaan. Setiap Nabi menerimatamu di rumah, Nabi selalu menggendong Mueeza (nama kucingnya) dan ditaruhdipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang paling Nabi sukai: Mueeza selalumengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya seperti ngikutin lantunansuara adzan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nabiberpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyayangi keluargasendiri. Suatu hari Nabi mau mengambil jubahnya, eh ada Muezza lagi tidurdiatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnyasupaya gak ngebangunin Muezza. Sewaktu Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangundan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasihsayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu. Nabi menekankan dibeberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untukberwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci. KenapaRasulullah SAW yang buta baca tulis berani mengatakan bahwa kucing suci, tidaknajis? Lalu bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis? Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Permukaanlidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan inibengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untukmembersihkan kulit. Ketika kucing minum tidak ada setetes pun cairan yang jatuhdari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yangpaling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati danmembersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya. Telah dilakukan berbagaipenelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit,punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Padabagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sampel dengan usapan. Di sampingitu dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Kemudian diambiljuga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil yang didapatkanadalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil yang diambil darikulit luar tenyata negatif berkuman meskipun dilakukan berulang-ulang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perbandingan yangditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairanyang diambil dari dinding mulut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cairan yang diambil daripermukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meskipun ada kuman yangditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggapsebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yangterbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurangdan 50 ribu pertumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ditemukan kelompokkuman yang beragam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagaisumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkanbahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba, liurnya bersih dan membersihkan.Komentar Para Dokter yang bergelut dalam Bidang Kuman Menurut Dr. GeorgeMaqshud, Ketua Laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekaliditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada maka kucing ituakan sakit. Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyakterdapat pada anjing, manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia. Dokter hewan dirumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memilikiperangkat pembersih yang bemama lysozyme. Kucing tidak suka air karena airmerupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri terlebih padagenangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjagakestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekatdengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yangmenjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasilpenelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewanditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan lebih bersih darimanusia. Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malikmenceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu iamenuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu datang seekor kucing yang inginminum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum. Kabsyahberkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Iamenjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda,“Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatangrumahan),” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="background-color: #999999; color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkandan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi SAW pergi keBathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhuuntukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabimenuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu,Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanyamengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasukperhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="background-color: #999999; color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkandari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknyamemberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah,tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat dia lupa ada bubur. Datanglahseekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat buburtersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucingdan Aisyah memakannya. Rasulullah SAW bersabda, “Kucing&amp;nbsp; tidak najis, kucing binatang yangberkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dari sisa jilatankucing (HR Al-Baihaqi, Abd. Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni). Hadis ini diriwayatkariMalik, Ahmad, dan Imam Hadist yang lain. Oleh karena itu, kucing adalahbinatang yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="background-color: #999999; color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://kucing.web.id/alasan-nabi-muhammad-sangat-menyayangi-kucing/"&gt;http://kucing.web.id/alasan-nabi-muhammad-sangat-menyayangi-kucing/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(PASUKAN LANGIT, 18November 2011)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-3797470686055694904?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/3797470686055694904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/11/alasan-nabi-muhammad-saw-menyayangi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/3797470686055694904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/3797470686055694904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/11/alasan-nabi-muhammad-saw-menyayangi.html' title='Alasan Nabi Muhammad SAW Menyayangi Kucing'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Fzu698D-2zw/TusETLW6KHI/AAAAAAAAA5U/pPp3PTJDLnI/s72-c/Miko+Si+Bolang+Pacem-Pacem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-7397105554266529891</id><published>2011-10-29T07:37:00.003+07:00</published><updated>2012-02-07T11:00:04.203+07:00</updated><title type='text'>Gunung Ungaran  (2050 Mdpl) Via Jimbaran</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IXwpXt9aIy4/TqtJJ01AyAI/AAAAAAAAA1c/DrPag6PMX2A/s1600/6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-IXwpXt9aIy4/TqtJJ01AyAI/AAAAAAAAA1c/DrPag6PMX2A/s320/6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-neLLJL7zhnE/TqtJO060R5I/AAAAAAAAA1k/Z-UU7n01qq8/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-neLLJL7zhnE/TqtJO060R5I/AAAAAAAAA1k/Z-UU7n01qq8/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-48pW4CAB2C0/TqtJQaARzKI/AAAAAAAAA1s/EyEWY-8lxAc/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-48pW4CAB2C0/TqtJQaARzKI/AAAAAAAAA1s/EyEWY-8lxAc/s320/2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0b0Gtel6Y1g/TqtJSNIJtnI/AAAAAAAAA10/aHZEJdAbKEM/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-0b0Gtel6Y1g/TqtJSNIJtnI/AAAAAAAAA10/aHZEJdAbKEM/s320/3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RK0s9zw1lIo/TqtJUTTDhSI/AAAAAAAAA18/rtxLbsS2nYo/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-RK0s9zw1lIo/TqtJUTTDhSI/AAAAAAAAA18/rtxLbsS2nYo/s320/4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #999999; clear: both; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lvb7n266F4s/TqtJWrOaryI/AAAAAAAAA2E/h4IYN4_wIRw/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-lvb7n266F4s/TqtJWrOaryI/AAAAAAAAA2E/h4IYN4_wIRw/s320/5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;GunungUngaran (2050 Mdpl) terletak di Kabupaten Semarang dan merupakan salah satugunung yang terdapat bangunan bersejarah SitusCandi Gedong Songo di lerengya membuat tempat ini sangat ramai apabila memasuki akhir pekan.Untuk menuju ke Gunung Ungaran dari luar kota kita dapat naek bus jurusanSemarang turun di Terminal Terboyo yang merupakan terminal terbesar di KotaSemarang. Berikut adalah catatan perjalanan kami :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Terminal Terboyo-PasarJimbaran : Minibus (07.00-07.45 Wib.)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;DariTerminal Terboyo perjalanan dilanjutkan naik Minibus menuju Pasar Jimbaran kuranglebih 45 menit perjalanan dengan tarif Rp. 10.000,00. Sampai Pasar Jimbaranyang merupakan pasar tradisional penduduk lereng Gunung Ungaran udara cukupsejuk berkisar 25 derajat celcius. Kami memulai persiapan dan mengecekperbekalan dan perlengkapan yang kami bawa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pasar Jimbaran-Pos I Mawar: Ojek (08.00-08.20 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;DariPasar Jimbaran perjalanan dilanjutkan naek ojek kurang lebih 20 menit dengan tarif Rp. 15.000,00 menujuPos I atau Pos Mawar dengan jalan yang menanjak melewati perkampungan penduduk.Sebelum sampai Pos Mawar kita akan melewati tempat pariwisata Pemandian UmbulSidomukti. Tempat ini ramai pengunjung dengan pemandangan yang terbuka sehinggaPuncak Gunung Ungaran terlihat jelas dari sini. Disini selain terdapat kolam renangjuga terdapat taman bermain bagi anak-anak dan bagi yang suka tantangan disinijuga disewakan kuda untuk sekedar refresing atau jalan-jalan di sekitar area UmbulSidomukti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pos I Mawar-Pos II PosBayangan : Trekking (08.30-09.40 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SampaiPos Mawar perjalanan dilanjutkan kembali dengan trekking menuju Pos II atau PosBayangan. Dari Pos Mawar kita dapat melihat Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyodan kami manfaatkan semaksimal mungkin suasana aroma-aroma menawan ini. Awalperjalanan kami memulai kawasan hutan ciri khas pegunungan dengan vegetasi yangsedikit tertutup sehingga udara cukup sejuk. Kami sempat mengabadikan foto disini. Medan kemudian mulai menanjak dan vegetasi mulai terbuka dengan sehinggacuaca menjadi panas dengan jalanan yang berdebu. Di sini kita sempatberistirahat sebentar dan kami baru sadar bahwa banyak terdapat sisa-sisakebakaran hutan. Perjalanan kami lanjutkan dan medan mulai memasuki kawasanhutan kembali dengan banyak pepohonan sehingga suasana menjadi sejuk, ditengah perjalanankami melewati sungai dan terdapat air terjun kecil sehingga suasana menjadisegar. Suara air dan angin semilir begitu kami rindukan selama ini. Kemudianperjalanan kami lanjutkan dengan medan yang semakin menanjak dan akhirnya kitasampai Pos II Pos Bayangan dimana terdapat gubuk peristirahatan dan tanah datarcukup untuk 2-3 tenda. Karena lokasinya di dalam hutan pemandangan tidakterlihat dari sini. Dari Pos I mawar Sampai Pos II Bayangan perjalanan trekkingkami 1 jam 10 menit plus istirahat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pos II Pos Bayangan-DesaPromasan : Trekking (09.45-10.45 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;DariPos II Bayangan perjalanan dilanjutkan menuju Puncak Gunung Ungaran tetapikarena hari masih siang kami memutuskan untuk singgah dulu di Desa Promasanyaitu desa terakhir di lereng Gunung Ungaran. Sebelum sampai Desa Promasan kitaakan melewati Padepokan Karyatani Sidomukti sebagai tempat orang-orang penganutaliran kepercayaan. Di sini sumber air sangat melimpah ditampung di sebuakkolam penampungan. Setelah melewati hutan dan padepokan, perjalan dilanjutkanmelewati kebun kopi dan setelah menemukan pertigaan ikuti penunjuk arah ke kirijalan menuju puncak sedangkan lurus adalah jalan menuju Medini yaitu jalur lainpendakian lewat Boja, Kendal. Di pengujung jalan kebun kopi kita akan menemukanpertigaa dimana kekiri akan menuju puncak sedangkan ke kanan kita akan melihathamparan kebun the dan menuju Desa Promasan. Puncak Gunung Ungaran terlihatindah sekali dari sini. Sampai Desa Promasan kami beristirahat dan mengisiperut yang udah keroncongan sambil melihat pemandangan sekeliling kita akanmenemukan Gua Jepang peninggalan zaman penjajahan Jepang dulu dan akanmenemukan juga kolam pemandian sebagai tempat kebutuhan sehari-hari PendudukDesa Promasan. Desa ini sangat terpencil dan jauh dari kota dengan berjumlahkurang lebih 12 kepala keluarga tetapi menawarkan kedamaian alam yang jarangkita jumpai sekarang ini. Disini persediaan air sangat melimpah dan merupakansumber air terakhir sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Desa Promasan-Puncak GunungUngaran : Trekking (13.30-16.30 Wib.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjelangsore kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju puncak melewati hamparan kebun tehyang masih hijau terus menanjak naek melewati padang terbuka sampai akhirnya kitasampai di kaki Gunung Ungaran. Vegetasi mulai memasuki kawasan hutan kembalisehingga suasana menjadi tenang dan sejuk terus menanjak naek sampai kita padabatas vegetasi ditandai dengan banyak batu-batu tebing yang besar. Setelahmelewati hutan vegetasi mulai terbuka dengan padang ilalang dan batu-batubesar, kabut dan angin cukup kencang meskipun masih taraf normal. Mendekatipuncak perjalanan semakin menanjak melewati padang ilalang dan beberapapunggungan bukit kurang &lt;span style="background-color: #cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;lebih 3 jam akhirnya kami sampai di Puncak Raiders, GunungUngaran (2050 Mdpl) ditandai dengan sebuah Tugu setinggi kurang lebih 1,5meter. Karena kami berangkat hari jum’at, malam hari di puncak begitu tenangdan sepi dan kami hanya menemukan satu kelompok pendaki dan ngecamp jauh daritempat kami mendirikan tenda. Malam hari puncak suhu berkisar 15 derajatcelcius dan di pagi hari mencapai 12 derajat celcius. Pagi hari matahari begituindah dengan hamparan awan dibawah kami. Begitu beruntung kami karena daripuncak kita dapat melihat di sebelah barat terlihat jelas sekali GunungSumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Slamet sedangkan di sebelah selatan GunungTelomoyo, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi dengan asapnya terlihat menawan.Sedangkan di sebelah tenggara Gunung Lawu terlihat memanjang sungguh indah.Menjadi sebuah pengalaman berharga bagi kami bisa mendaki Gunung Ungaran (2050Mdpl) dengan segala daya tarik dan eksotikanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;(Pasukan Langit, 29 Oktober 2011)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-7397105554266529891?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/7397105554266529891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/10/gunung-ungaran-2050-mdpl-via-jimbaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/7397105554266529891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/7397105554266529891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/10/gunung-ungaran-2050-mdpl-via-jimbaran.html' title='Gunung Ungaran  (2050 Mdpl) Via Jimbaran'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IXwpXt9aIy4/TqtJJ01AyAI/AAAAAAAAA1c/DrPag6PMX2A/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-7225584606166475460</id><published>2011-07-28T14:16:00.009+07:00</published><updated>2011-10-29T07:58:12.555+07:00</updated><title type='text'>Gunung Bromo  (2392 Mdpl) Via Probolinggo</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-6U3VaPoIQMY/TjENOMwbmHI/AAAAAAAAA1Q/K6NfURqPEKM/s1600/bromo-tengger-semeru.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634299146410891378" src="http://3.bp.blogspot.com/-6U3VaPoIQMY/TjENOMwbmHI/AAAAAAAAA1Q/K6NfURqPEKM/s320/bromo-tengger-semeru.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 215px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Gunung Bromo (2392 Mdpl) merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat terkenal tidak hanya dalam ranah regional saja akan tetapi sampai mancanegara. Gunung Bromo termasuk dalam pengelolaan Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Bromo menawarkan keindahan alam yang mempesona. Karena gunung ini merupakan gunung aktif mengakibatkan tanah disekitar menjadi subur dan menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat sekitar yaitu Suku Tengger. Untuk menuju kesana banyak jalur yang dapat kita tempuh diantaranya jalur Nongkojajar, jalur Gubugklakah, dan jalur Probolinggo jalur yang kami lalui dimana jalan sudah beraspal dan menawarkan pemandangan yang sangat eksotis dengan latar belakang tebing, jurang, hutan, ladang penduduk yang hijau dan tentunya melewati perkampungan Suku Tengger. Di tengah perjalanan kami sempat tidak percaya melihat seorang Ibu Guru yang masih muda nan cantik rela berjalan kaki melewati jalan beraspal pegunungan sehabis pulang mengajar bersama anak-anak didiknya dengan ciri khas senyum canda tawa. Wooow pemandangan menjadi tambah semakin indah menjelang sore itu...xi...xi...xi...&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Tepat pukul lima sore kami sampai, langsung menuju daerah rerumputan di pinggiran padang pasir. Meskipun masih terlihat matahari senja sore itu tetapi suhu udara sangat dingin. Kami sempat mengabadikan foto momen rona senja merah diatas langit pertanda matahari mulai tenggelam. Menjelang Maghrib suhu semakin dingin, matahari mulai tenggelam dibalik Gunung Batok dan cepat-cepat kami mendirikan tenda untuk ngecamp. Tak lupa kami membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Suara2 anjing penduduk di perkampungan Suku Tengger terdengar melolong jauh pertanda hari semakin larut malam. Tiada orang sama sekali hanya kami berenam yang ngecamp pada waktu itu. Tenang, sunyi dan damai sesekali kabut tebal datang sehingga udara benar2 dingin sekali, gitar yang kami bawa tidak bisa kami mainkan karena tangan kami begitu kaku. Akhirnya kami membuat api unggun untuk menghangtkan badan sampai tengah malam baru kami masuk tenda dan istirahat.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Pukul lima pagi kami bangun, matahari masih belum muncul tapi rona2 merah mulai terlihat dibalik kabut tipis. Kami memandang hamparan pasir yang sangat indah. Hamparan rerumputan di tempat kami mendirikan tenda sangat indah dengan butiran-butian embun pagi yang menghiasi. Kami lalu melanjutkan perjalanan melewati padang pasir menuju Gunung Bromo. Disana ada beberapa warung yang buka dan masyarakat yang menyewakan kuda menuju puncak. Untuk mengusir dingin kami berjalan kaki menuju puncak melewati jalanan batu berpasir. Sebelum puncak setelah melewati jalan berbatu dan pasir kami harus melewati anak tangga kurang lebih 250 buah anak tangga yang cukup menguras tenaga.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Akhirnya sampai puncak kita dapat melihat kawah bromo yang selalu mengeluarkan asap belerang. Banyak masyarakat Suku tengger yang menjual Bunga Edelweiss di puncak dengan harga murah antara Rp. 3000,00 – Rp. 5000,00. Kawah Bromo cukup luas dan kita harus berhati2 karena tidak ada pembatas di jurang kawah terutama bagi pengunjung yang membawa anak kecil harus benar2 diperhatikan. Kalau kita naek ke sebelah kiri kawah terus menanjak di puncak tertinggi Gunung Bromo kita dapat melihat Gunung Semeru (3676 Mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Sedangkan di sebelah kanan terlihat Gunung Batok (2440 Mdpl) sangat terlihat menawan. Kalau cuaca cerah kita dapat melihat hamparan padang pasir yang sangat bagus dalam satu rangkaian kawasan Pegunungan Tengger.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FDEkM5iedGY/TjENKRaJ08I/AAAAAAAAA1I/TmpL9BO7ClQ/s1600/2.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 28 Juli 2011)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-7225584606166475460?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/7225584606166475460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/07/gunung-bromo-2392-mdpl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/7225584606166475460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/7225584606166475460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/07/gunung-bromo-2392-mdpl.html' title='Gunung Bromo  (2392 Mdpl) Via Probolinggo'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6U3VaPoIQMY/TjENOMwbmHI/AAAAAAAAA1Q/K6NfURqPEKM/s72-c/bromo-tengger-semeru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-4810461630941426476</id><published>2011-06-07T10:07:00.014+07:00</published><updated>2011-10-29T08:00:26.575+07:00</updated><title type='text'>Gunung Panderman (2045 Mdpl)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WvheCH1Itxc/Te2Wlr8xUDI/AAAAAAAAAyU/l6aotlarLK0/s1600/1.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615309884597817394" src="http://3.bp.blogspot.com/-WvheCH1Itxc/Te2Wlr8xUDI/AAAAAAAAAyU/l6aotlarLK0/s320/1.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CKFnM3cc-qw/Te2WIUw-aUI/AAAAAAAAAyE/MjhWLOpVwIk/s1600/2.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615309380158122306" src="http://3.bp.blogspot.com/-CKFnM3cc-qw/Te2WIUw-aUI/AAAAAAAAAyE/MjhWLOpVwIk/s320/2.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7Uv-G5EXKKU/Te2WH11tHfI/AAAAAAAAAx8/hcIDu7KPwbQ/s1600/3.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615309371856461298" src="http://4.bp.blogspot.com/-7Uv-G5EXKKU/Te2WH11tHfI/AAAAAAAAAx8/hcIDu7KPwbQ/s320/3.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cBj38ePc3Tg/Te2WHXsY-aI/AAAAAAAAAx0/-pxDYRUgfWM/s1600/4.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615309363764328866" src="http://1.bp.blogspot.com/-cBj38ePc3Tg/Te2WHXsY-aI/AAAAAAAAAx0/-pxDYRUgfWM/s320/4.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zOmNzBQ-WBk/Te2WHFcQxzI/AAAAAAAAAxs/9RS6oTtw3wk/s1600/5.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615309358864844594" src="http://4.bp.blogspot.com/-zOmNzBQ-WBk/Te2WHFcQxzI/AAAAAAAAAxs/9RS6oTtw3wk/s320/5.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Gunung Panderman (2045 mdpl), tak pernah bosan aku mendaki gunung satu ini. Setelah berhasil melakukan pendakian ke Gunung Wilis bulan kemarin, untuk bulan ini team kami memang tidak ada rencana mendaki lagi. Setelah diadakan pertemuan dengan teman2 maka banyak yang mengusulkan untuk refreshing sejenak ke Gunung Panderman sekaligus sebagai pendakianku ke delapan kalinya ke gunung ini. Sabtu ba’da maghrib kami berangkat  ke Kota Batu menuju Desa Toyomerto sebagai desa terakhir sebelum melakukan pendakian ke Gunung Panderman. Setelah menitipkan sepeda motor dan mengurus perizinan, ba’da isya’ kami langsung memulai pendakian melewati Pos I yaitu Pos Pendaftaran berjalan ke arah kiri lurus langsung menuju ke Pos Pet Bocor atau sumber air (1330 mdpl). Kami beristirahat sejenak  melepas lelah sambil mengisi persediaan air karena disini adalah sumber terakhir karena setelah ini tidak dijumpai sumber air lagi sampai puncak.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Setelah mengisi persediaan air perjalanan kami lanjutkan kembali. Kami melewati jalur sebelah kiri menyusuri lereng Gunung Bokong terus menanjak naek menuju Pos Latar Ombo. Perjalanan menuju Latar Ombo diharap hati2 apalagi bila melakukan perjalanan malam karena sebelum Latar Ombo ada percabangan tepatnya setelah pohon besar. Jalan yang benar adalah kita ambil jalan ke kanan sedangkan jalan ke kiri akan menuju Gunung Bokong dengan jalur yang sangat curam. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan kami sampai di Pos Latar Ombo (1600 mdpl). Di Latar Ombo udah ada dua tenda dari pendaki lain yang udah sampai duluan dan mereka memang tidak ke puncak, tetapi ngecamp di Latar Ombo. Kami disini beristirahat sebentar sambil mengisi perut yang sejak tadi udah keroncongan. Cuaca malam itu sangat cerah bintang2 terlihat sangat indah di angkasa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Setelah cukup beristirahat di Latar Ombo, perjalanan kami lanjutkan menuju Pos Watu Gede (1730 mdpl) yang dapat ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan. Watu Gede ditandai dengan banyaknya batu2 besar yang berserakan dimana2. Sunyi dan tenang begitulah yang kami rasakan ketika kami tiba di Watu Gede. Kami naek ke atas batu besar dan begitu menganggumkan pemandangan di bawah sana. Kabut waktu itu hilang entah kemana sehingga kami bisa leluasa menikmati pemandangan lampu2 kota yang sangat indah. Di Watu Gede jarang ada pendaki yang ngecamp disini dan lebih banyak memutuskan untuk langsung menuju puncak. Di Watu Gede memang angin cukup kencang karena letaknya yang tepat di bawah puncak. Dari Watu Gede perjalanan dilanjutkan melewati padang ilalang menuju Tanjakan Setan yang cukup menguras tenaga karena jalanan yang terus menanjak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Di pertengahan TanjakanSetan akan dijumpai tanah datar yang bisa buat ngecamp untuk dua tenda. Kondisi medan sangat terbuka sehingga pemandangan sangat terlihat jelas sekali tanpa tertutupi pohon. Kami sempat menikmati sambil rehat sejenak dan mengatur nafas sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak yang tinggal 30 menit lagi. Perjalanan semakin menanjak sampai pada percabangan. Menuju puncak ambil jalur kekiri dengan kondisi tanah jalan setapak datar tetapi kita harus hati2 karena sebelah kiri jalan adalah Jurang Banteng. Perlu kehatian2 dalam melangkah apalagi perjalanan malam dengan kondisi jalan yang licin. Sebelum puncak jalan akan menanjak sedikit baru kemudian sampai pada Puncak “Basundara” Gunung Panderman (2045 mdpl) yang ditandai dengan adanya tugu setinggi 1,5 meter. Di Puncak Gunung Panderman kita dapat melihat matahari terbit (sunrise) dengan pemandangan Gunung Arjuna-Welirang di sebelah kiri dan disebelah kanan di sela2 pepohonan nun jauh disana kita dapat melihat gugusan Pegunungan Tengger dan Gunung Semeru. Gunung Panderman sangat cocok untuk mengisi liburan akhir pekan dan sangat disayangkan apabila belum pernah mendaki kesini karena aksesnya yang mudah dijangkau dan terletak di Kota Wisata Batu yang lebih dikenal dengan istilah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Swiss Van java Indonesia&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: right;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;(Pasukan Langit, 7 Juni 2011)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-4810461630941426476?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/4810461630941426476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/06/gunung-panderman-2045-mdpl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4810461630941426476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4810461630941426476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/06/gunung-panderman-2045-mdpl.html' title='Gunung Panderman (2045 Mdpl)'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WvheCH1Itxc/Te2Wlr8xUDI/AAAAAAAAAyU/l6aotlarLK0/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-1581518155130205144</id><published>2011-05-10T08:37:00.024+07:00</published><updated>2011-10-29T07:59:10.952+07:00</updated><title type='text'>Gunung Wilis (2300 Mdpl) Via Tulungagung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CJoX51_DThc/TijvGmFxQtI/AAAAAAAAA0c/2Y_ZmlxKD7s/s1600/8.jpg" style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632014230609806034" src="http://2.bp.blogspot.com/-CJoX51_DThc/TijvGmFxQtI/AAAAAAAAA0c/2Y_ZmlxKD7s/s320/8.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 239px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bazfZmcBnxM/TciX9kNChuI/AAAAAAAAAxg/2eLnOCzY9pM/s1600/1.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604896820208764642" src="http://3.bp.blogspot.com/-bazfZmcBnxM/TciX9kNChuI/AAAAAAAAAxg/2eLnOCzY9pM/s320/1.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 239px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HjADT-XrEFs/TciX5_Sx6DI/AAAAAAAAAxY/F5oSoh9Scjs/s1600/2.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604896758761121842" src="http://3.bp.blogspot.com/-HjADT-XrEFs/TciX5_Sx6DI/AAAAAAAAAxY/F5oSoh9Scjs/s320/2.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-r_pMvfcWzgc/TciX0q44pgI/AAAAAAAAAxQ/zNufbix7an4/s1600/3.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604896667384456706" src="http://1.bp.blogspot.com/-r_pMvfcWzgc/TciX0q44pgI/AAAAAAAAAxQ/zNufbix7an4/s320/3.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Jdoyoc4KnC0/TciXvWToy5I/AAAAAAAAAxI/j2AO7ECc4gI/s1600/4.jpg" style="color: black; font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604896575960173458" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jdoyoc4KnC0/TciXvWToy5I/AAAAAAAAAxI/j2AO7ECc4gI/s320/4.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Setelah berpetualang dari Gunung Merbabu awal maret 2011 kemarin, petualangan pendakian kami selanjutnya menuju ke Kota Tulungagung dimana team kami akan ikut berpartisipasi dalam rangka pendakian bersama Gunung Wilis Bagian Selatan (2300 Mdpl) yang diselenggarakan oleh Ringaspati Adventure Tulungagung. Team kami yang berangkat adalah &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Cowok&lt;/b&gt; (Junaedi ’Junedz’ Mulyo Prayidno, Iwan Kapatualang, Awaludin ’Otoy’ Yudhana, Doedo Agus dan Salvian) serta &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Cewek&lt;/b&gt; (Galih dan Fenny Dwi). Lereng Gunung Wilis terkenal daerah penghasil susu sapi dan sayuran ( kobis, kol, wortel, sawi dll ). Gunung tersebut dapat dikatakan merupakan gunung yang masih dikatakan alami ‘&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;perawan&lt;/i&gt;’ karena pada dasarnya lokasinya yang jauh dari pusat kota dan keramaian apalagi akses ke lokasi dengan kendaraan umum juga lumayan sulit didapatkan sehingga jarang digunakan untuk pendakian. Dalam setiap perjalanannya ke puncak banyak juga ditemui tanaman alami khas pegunungan (suplir, anggrek, namun jarang ditemui edelweiss) yang tidak dapat ditemui dari&lt;b&gt; &lt;/b&gt;gunung - gunung lain dan juga masih terkenal dengan binatang buasnya dan liar semisal ular phiton, monyet, babi hutan, bahkan diantara personil team kami waktu turun pendakian di celah-celah pohon besar secara tidak sengaja melihat ular sebesar paha manusia dewasa. Bagi kami selama berpetualang mendaki gunung, Gunung Wilis inilah merupakan gunung terberat dari gunung-gunung yang pernah kami daki, jalur pendakian benar-benar mampu mengoyak semangat kami. Diperlukan semangat yang lebih untuk mendaki Gunung Wilis ini meskipun ketinggianya hanya 2300 mdpl. Dalam pendakian kali ini kami berangkat jumat malam dan menginap di rumah otoy di tulungagung. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada keluarga otoy yang telah meberikan fasilitas menginap dan makan enak selama dua hari serta antar jemput transportasi. Sabtu pagi kami memulai pendakian tepat pukul 10.00 Wib. Berikut setitik catatan perjalanan pendakian team kami :&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Desa Geger-Candi Penampihan (700 Mdpl)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Perjalanan diawali dengan melalui jalan makadam melewati desa terakhir sampai menuju Candi Penampihan. Pemandangan sepanjang perjalanan sangat terbuka kita dapat melihat kebun-kebun dan sawah penduduk dimana sesekali kita bertemu dengan penduduk sekitar yang sedang bekerja dengan ramah senyumnya ciri khas pedesaan. Setelah 30 menit berjalan kita sampai pada Candi Penampihan, sebuah candi hindu dimana kita dapat menemukan banyak sesaji yang baunya sangat menyengat. Candi ini memang dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Di depan candi ini terdapat tanah datar yang luas bisa buat ngecamp maupun istirahat melepas lelah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Candi Penampihan-Watu Godek (1600 Mdpl)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Perjalanan kemudian dilanjutkan melewati sebelah kanan candi lurus melewati jalan berbatu kemudian berbelok ke kiri setelah 15 menit berjalan kita akan menemukan sungai pertama. Disini kita dapat melepas lelah dengan menyiram tubuh kita dengan air sungai yang sangat jernih sehingga badan menjadi segar. Perjalanan dilanjutkan menyeberangi sungai terus naek ke atas sehingga sampai pada kebun tebu. Disini kita melewati jalan setapak di tengah2 pohon tebu terus menerobos masuk diantara kebun tebu sampai kita menemukan sungai yang kedua. Sungai kedua ini merupakan batas antara kebun dan memasuki area hutan. Memasuki wilayah hutan jalanan mulai menanjak naik. Cobaan itu mulai datang, tidak ada dari kita yang terkena lintah (binatang penghisap darah) belum lagi hujan mulai datang dengan derasnya membuat jalanan menjadi licin dan berlumpur. Setelah beberap jam berjalan tanda2 hujan mulai reda belum tampak, sampai Watu Godek hujan masih turun dengan deras. Kami beristirahat sebentar di Watu Godek sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Vegetasi hutan disini sangat rapat kami tidak dapat leluasa melihat pemandangan dari kejauhan apalagi hujan dan kabut.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Watu Godek-Puncak Gunung Wilis (2300 Mdpl)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Dari Watu Godek perjalanan mulai semakin berat. Kami harus melewati beberapa tempat menyelinap diantara beberapa pohon besar yang melintang jalan maupun tumbang yang sangat lembab udah pasti banyak dijumpai binatang lintah. Karena jarang terkena sinar matahari, di batang-batang pohon banyak ditumbuhi lumut. Hal ini dikarenakan cuaca yang sering berkabut dan hujan serta sinar matahari yang tidak bisa masuk ke dalam hutan. Jalanan becek dan berlumpur karena hujan deras menjadi tantangan tersendiri sepanjang perjalanan mendaki. Badan kami belepotan penuh kotoran dan tidak jarang kami harus terpeleset jatuh di setiap tanjakan. Sampai pukul 9 malam kami belum sampai pada puncak. Akhirnya karena hujan tidak mereda, kami memutuskan mendirikan tenda di tengah2 jalan yang ternyata puncak tinggal 30 menit lagi. Kami mempersiapkan perbekalan yang cukup berlimpah yang kami bawa, malam itu kami memasak makanan yang kami bawa yang tentunya mengandung karbohidrat dan protein tinggi. Malam itu suasana di dalam hutan sangat tenang. Hujan mulai reda dan tidak ada kejadian2 aneh yang kami jumpai malam itu. Hanya terdengar suara2 binatang malam yang sedang bermain dari kejauhan diantara lembutnya angin malam. Akhirnya esok hari telah tiba, embun2 mulai memancarkan keelokanya. Kabut2 tipis menerobos diantara jari jemari dedaunan hutan. Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak yang tinggal sedikit lagi. 30 menit berjalan kami melewati hutan dan jalur mulai terbuka ditandai dengan banyaknya rumput ilalang dan pohon besar yang mulai jarang. Puncak Gunung Wilis (2300 Mdpl) ditandai dengan adanya batu yang tersusun bertumpuk. Karena kabut tebal kami tidak bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Akan tetapi sempat kita menikmati momen dimana kita dapat melihat puncak-puncak lain dari Gunung Wilis seperti Puncak Liman yang dapat didaki dari wilayah Nganjuk yang termasuk puncak tertinggi dari Gunung Wilis ini. Salam Pasukan Langit, sampai berjumpa lagi dalam petualangan-petualangan kami selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: georgia; text-align: right;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;(Pasukan Langit, 10 Mei 2011)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-1581518155130205144?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/1581518155130205144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/05/gunung-wilis-2300-mdpl-via-tulungagung.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1581518155130205144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1581518155130205144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/05/gunung-wilis-2300-mdpl-via-tulungagung.html' title='Gunung Wilis (2300 Mdpl) Via Tulungagung'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CJoX51_DThc/TijvGmFxQtI/AAAAAAAAA0c/2Y_ZmlxKD7s/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-461652768344389189</id><published>2011-03-14T08:49:00.015+07:00</published><updated>2011-07-05T10:18:01.613+07:00</updated><title type='text'>Gunung Merbabu (3142 Mdpl) Via Wekas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://3.bp.blogspot.com/-tCJIUT0nSwc/ThKCIjb85XI/AAAAAAAAAzk/z1fjvVUaSHc/s1600/13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tCJIUT0nSwc/ThKCIjb85XI/AAAAAAAAAzk/z1fjvVUaSHc/s320/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625701968002213234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://3.bp.blogspot.com/-TwCttA6JqzY/ThKCDPKq0oI/AAAAAAAAAzc/hOQ6yLcuRyw/s1600/15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TwCttA6JqzY/ThKCDPKq0oI/AAAAAAAAAzc/hOQ6yLcuRyw/s320/15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625701876661670530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://4.bp.blogspot.com/-tfKhTFmIUvQ/ThKB76ZINNI/AAAAAAAAAzM/ijYTrcwIEAQ/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tfKhTFmIUvQ/ThKB76ZINNI/AAAAAAAAAzM/ijYTrcwIEAQ/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625701750826087634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://2.bp.blogspot.com/-At4wUxbYQh8/ThKB8GAN0vI/AAAAAAAAAzU/eVJRoi0hmVc/s1600/16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-At4wUxbYQh8/ThKB8GAN0vI/AAAAAAAAAzU/eVJRoi0hmVc/s320/16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625701753942823666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://1.bp.blogspot.com/-T9LW5Ywz75k/ThKBggpmuzI/AAAAAAAAAy8/-kBNZyiPGYA/s1600/13.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://1.bp.blogspot.com/-F59Q3mJl3dI/TX10OsnzvUI/AAAAAAAAAug/CpfPM_dUWW0/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-F59Q3mJl3dI/TX10OsnzvUI/AAAAAAAAAug/CpfPM_dUWW0/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583746908854402370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://4.bp.blogspot.com/-NH22_1pq364/TX10OZi_EKI/AAAAAAAAAuY/8if4SGVAKmU/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NH22_1pq364/TX10OZi_EKI/AAAAAAAAAuY/8if4SGVAKmU/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583746903733899426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-duKOOytjwJg/TX10N67LCrI/AAAAAAAAAuI/AX0p7gVoEqs/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-duKOOytjwJg/TX10N67LCrI/AAAAAAAAAuI/AX0p7gVoEqs/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583746895513848498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vXH5o20rOeQ/TX10NzKCSmI/AAAAAAAAAuA/oIq41PpKb8E/s1600/7.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vXH5o20rOeQ/TX10NzKCSmI/AAAAAAAAAuA/oIq41PpKb8E/s320/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583746893428705890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gunung  Merbabu (3142 Mdpl) merupakan salah satu gunung yang menjadi obsesiku  yang telah lama aku impikan. Ketika berada di Puncak Garuda, Gunung  Merapi aku pernah berjanji bahwa aku pasti akan kembali lagi untuk  kugapai Puncak Merbabu itu. Alhamdulillah Tuhan mengizinkan keinginan  itu bersama teman2 (Edo, Ridho, Eri, Bang Mail dan Firman “Queen”) aku  memulai petualangan itu. Hari Jum'at malam team kami berangkat dari Kota  Malang menuju Surabaya dilanjutkan dengan naik bus menuju Solo. Tetapi  diluar dugaan bus jurusan Solo selalu penuh sesak penumpang karena  bersamaan dengan libur Hari Raya Nyepi membuat kami kesulitan  mendapatkan bus. Akhirnya kami putuskan untuk naik bus jurusan Semarang  yang tidak sepadat bus jurusan Solo malam itu meskipun perjalanan akan  memakan waktu yang lebih lama, akhirnya sampai Semarang kami melanjutkan  naik bus jurusan Salatiga dan turun di Pertigaan Pasar Sapi lanjut lagi  naik minibus jurusan Kopeng, Magelang. Karena kami akan melakukan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;pendakian  lewat Jalur Wekas, maka kami tidak turun di Kopeng yang menjadi jalur  utama pendakian Gunung Merbabu tetapi turun di Gapura Kaponan berjarak 9  km dari Kopeng. Berikut setitik cerita catatan perjalanan kami dalam  pendakian kali ini ke Gunung Merbabu (3142 Mdpl) Via Wekas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gapura Kaponan-Basecamp Wekas : 2 Jam&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;(Sabtu, 14.15-16.15 WIB)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;Dari  Gapura Kaponan menuju Basecamp Wekas dengan jarak tempuh 3 km  perjalanan dapat ditempuh dengan menaiki ojek atau berjalan kaki. Karena  kami ingin menikmati setiap detik langkah kami sambil menikmati  pemandangan Gunung Telomoyo yang sangat mirip suasana kabutnya bila  dilihat dari kejauhan seperti di Gunung Penanggungan, Jawa Timur  akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju basecamp. Jalan  menuju basecamp udah tertata rapi dengan melewati perkampungan penduduk  dan ladang penduduk yang hijau. Tenang dan sejuk itulah suasana pedesaan  yang kami rasakan sebagai aroma terapi diantara indahnya senja hari  dibalik pepohonan cemara dan pinus. Tak terasa 2 jam perjalanan kami  lalui dan akhirnya sampai di Basecamp Wekas dengan disambut hujan deras  yang mulai turun. Alhamdulillah telah sampai pada basecamp tepat sebelum  hujan turun dengan deras.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;Basecamp Wekas-Camping Ground : 4,5 Jam&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;(Sabtu, 20.15-12.45 WIB)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Sambil  menunggu hujan reda kami memutuskan untuk istirahat di basecamp sambil  melakukan izin pendaftaran dan membeli pernak-pernik yang ada di  basecamp yang tentunya semua berhubungan dengan Gunung Merbabu. Hujan  yang tak kunjung reda membuat kami bertahan lama di basecamp sambil  memasak bekal makanan yang kami bawa. Pukul 20.15 Wib. Kami mulai  melanjutkan perjalanan menuju Camping Ground karena hujan udah mulai  reda. Perjalanan malam itu cukup melelahkan karena jalan yang terus  menanjak melewati perkampungan penduduk akhirnya sampai pada batas  bangunan kecil yang terdapat makam perjalanan terus dilanjutkan sampai  masuk ke dalam hutan dengan vegetasi hutan yang tidak begitu rapat  sehingga sesekali ketika kabut menghilang kami bisa melihat pemandangan  Kota Magelang dan Kota Salatiga yang sangat indah dengan lampu2 dibawah  sana. Perjalanan terus menanjak tidak ada bonus sama sekali dan ditengah  perjalanan hujan rintik2 dan angin kencang sangat membuat langkah  perjalanan kami semakin terkuras dan suhu udara yang dingin membuat  nafas kami terus berpacu seiring oksigen yang semakin tipis. Ditengah  perjalanan entah aku pribadi salah lihat atau tidak secara pribadi aku  melihat seolah2 ada dua orang sambil duduk disemak-semak baris ke  belakang membentuk dua bayangan putih di bawah pohon. Ketika headlampku  kuarahkan ke bayangan tersebut tidak ada tetapi ketika aku matikan  bayangan putih itu terlihat jelas sekali. Entah teman2 melihat atau  tidak, Wallahualam hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui. Akhirnya  perjalanan berakhir di Camping Ground dan kami memutuskan untuk  mendirikan tenda disini karena terdapat sumber mata air yang disalurkan  melewati saluran pipa air. Banyak pendaki yang ngecamp mendirikan tenda  disini sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak esok hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;Camping Ground-Pos Hellypad : 1 Jam 15 Menit&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;(Ahad, 07.00-08.15 WIB)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Esok  hari pemandangan di Camping Ground sangat indah. Kabut tipis membuat  pemandangan terlihat eksotis. Jajaran pegunungan terlihat sangat bagus  di sebelah kiri kami terlihat diatas bukit terlihat Pos Pemancar dari  Jalur Tekelan. Kalau kita berjalan menuju sumber air maka akan terlihat  Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Setelah sarapan pagi kami memutuskan  untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak sedangkan salah seorang teman  kami berjaga di Camping Ground menjaga tenda kami karena perjalanan  semalam yang terus menanjak membuat kaki salah seorang dari team kami  mengalami kram kaki. Perjalanan menuju Pos Hellypad terus menanjak naik  melewati punggungan bukit yang membuat peluh keringat kami semakin  bercucuran. Kondisi vegetasi hutan menuju Pos Hellypad agak sedikit  tertutup rapat dan sesekali kami harus melewati pohon tumbang yang  menutup jalan. Sebelum Pos Hellypad kami bertemu pertigaan dengan Jalur  dari Kopeng. Kemudian jalan menjadi satu menuju Pos Hellypad. Kondisi di  Pos Hellypad sangat terbuka dan angin kencang sekali. Dari sini kita  dapat melihat Puncak Syarif (3119 Mdpl) )dan puncak tertinggi Puncak  Kenteng Songo (3142 Mdpl).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;Hellypad-Puncak Kenteng Songo : 1 Jam 40 Menit&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;(Ahad, 08.25-10.05 WIB)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Dari  Pos Hellypad kondisi angin kencang dan jalanan semakin ekstrim dan kami  harus melewati tempat yang bernama Jembatan Setan yang disebelah kanan  kiri kami adalah kawah dan jurang. Sesekali kami mencium bau belerang  yang sangat menyengat apabila tidak dan akan membuat kepala menjadi  pusing dan mual. Kondisi medan yang terbuka dan angin kencang serta  kabut yang cepat datang sehigga jarak pandang terbatas memang sangat  rawan apabila kita tidak waspada. Diperlukan kehati-hatian melewati  Jembatan Setan ini karena telah banyak pendaki yang menemui ajalnya  disini karena angin kencang disertai badai dan kedinginan atau karena  jarak pandang yang terbatas maka bisa dengan mudah terperosok jatuh ke  dalam jurang dan kawah. Perjalanan terus menanjak dan tantangan menuju  puncak adalah angin kencang dan kabut yang cepat datang sehingga menutup  jarak pandang apalagi disertai kondisi medan yang terbuka dengan kanan  kiri jurang dan kawah. Sebelum puncak kita akan bertemu percabangan  dimana ke sebelah kiri menuju Puncak Syarif (3119 Mdpl) dan ke sebalah  kanan menuju puncak tertinggi Puncak Kenteng Songo (3142 Mdpl). Menuju  Puncak Kenteng Songo (3142 Mdpl) dari percabangan sini masih dibutuhkan  waktu kurang lebih 45 menit lagi. Sebelum puncak kita harus melewati  satu tantangan lagi yaitu Jalur Traverse (Ondho Rante) dimana kita harus  berpegangan pada tebing untuk melewati medan ini dimana lebar jalan  hanya 50 cm. Setelah melewati Jalur Traverse (Ondho Rante) perjalanan  semakin menanjak sampai akhirnya sampai pada puncak dimana terdapat  Kenteng berlubang berjumlah 5 buah dimana di lubang tersebut banyak air  yang menggenang dari air hujan. Banyak pendaki yang mengira ini adalah  Puncak Kenteng Songo padahal ini adalah Pasar Dieng (Pasar Bubrah)  karena letaknya yang sejajar dengan Puncak Kenteng Songo. Untuk menuju  ke Puncak Kenteng Songo dari Pasar Dieng (Pasar Bubrah) kita terus  berjalan ke kanan akhirnya sampai pada puncak tertinggi Puncak Kenteng  Songo (3142 Mdpl). Ucapan syukur kami ucapkan pada Allah SWT akhirnya  kami berhasil melewati perjalanan panjang dari Bumi Arema menuju Bumi  Sakti Magelang tuk menggapai Puncak Kenteng Songo, Gunung Merbabu (3142  Mdpl). Kenteng Songo sendiri yang seharusnya berjumlah sembilan ternyata  hanya berjumlah lima yang kesemuanya dapat kita lihat di Pasar Dieng  (Pasar Bubrah). Sedangkan yang empat lainya berada di Puncak Kenteng  Songo telah hancur dan hilang, akan tetapi konon meskipun telah hancur  ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang yang bisa melihat keempat Kenteng yang hancur itu meskipun tidak bisa dilihat dengan kasat mata kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Pemandangan  di Puncak Kenteng Songo, Gunung Merbabu (3142 Mdpl) waktu itu sangat  bagus sekali. Tampak jelas Gunung Merapi terlihat puncaknya tertutup  kabut belum lagi pemandangan tak kalah indahnya Gunung Sumbing, Gunung  Sindoro, Gunung Telomoyo dan Gunung Lawu tampak terlihat jelas sekali.  Suhu di Puncak Kenteng Songo, Gunung Merbabu (3142 Mdpl) berkisar  rata-rata antara 10-12 Derajat Celcius waktu itu. Hijaunya alam  pegunungan, putihnya kabut dan awan menunjukkan Nusantara ini menawarkan  keelokan alam raya yang patut kita syukuri dan tentunya wajib kita  jelajahi. Sampai jumpa pada petualangan2 kami selanjutnya...Salam  Lestari...Hidup selalu Nusantara...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0); text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 14 Maret 2011)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-461652768344389189?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/461652768344389189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/03/gunung-merbabu-3142-mdpl-merupakan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/461652768344389189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/461652768344389189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/03/gunung-merbabu-3142-mdpl-merupakan.html' title='Gunung Merbabu (3142 Mdpl) Via Wekas'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tCJIUT0nSwc/ThKCIjb85XI/AAAAAAAAAzk/z1fjvVUaSHc/s72-c/13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-417063454547875899</id><published>2011-01-04T19:09:00.011+07:00</published><updated>2011-01-06T09:45:17.598+07:00</updated><title type='text'>Gunung Welirang (3156 Mdpl) Via Tretes Jilid II</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO73E3ZzzI/AAAAAAAAAs0/i2SodvplV4g/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO73E3ZzzI/AAAAAAAAAs0/i2SodvplV4g/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492919978643250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO724HQAxI/AAAAAAAAAss/FMIwzydvtAA/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO724HQAxI/AAAAAAAAAss/FMIwzydvtAA/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492916555449106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO72S89KqI/AAAAAAAAAsk/DAzTWNnX3Y0/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO72S89KqI/AAAAAAAAAsk/DAzTWNnX3Y0/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492906580159138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO719R_CsI/AAAAAAAAAsc/3TXux5lpMPg/s1600/4.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO719R_CsI/AAAAAAAAAsc/3TXux5lpMPg/s320/4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492900762782402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7ocEmsGI/AAAAAAAAAsU/s818tJ4pUwk/s1600/5.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7ocEmsGI/AAAAAAAAAsU/s818tJ4pUwk/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492668509991010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7n4RaN8I/AAAAAAAAAsM/OWFLEXiFh7Y/s1600/6.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7n4RaN8I/AAAAAAAAAsM/OWFLEXiFh7Y/s320/6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492658900023234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7nutiN9I/AAAAAAAAAsE/8ZATld3-yac/s1600/7.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7nutiN9I/AAAAAAAAAsE/8ZATld3-yac/s320/7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492656333633490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7nPZCIqI/AAAAAAAAAr8/BaLyrc0Cz_w/s1600/8.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO7nPZCIqI/AAAAAAAAAr8/BaLyrc0Cz_w/s320/8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558492647926145698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Pendakian Gunung Welirang (3156 Mdpl) Via Tretes Jilid II. Itulah kata-kata yang tepat dalam pendakian akhir pekan kemarin. Jalur Tretes merupakan jalur yang paling sering digunakan oleh para pendaki untuk menuju ke Gunung Arjuna (3339 mdpl) maupun gunung Welirang (3156 mdpl). Team kami yang berangkat dalam pendakian kali ini yaitu : Junedz “Dudut”, Yuldhan “Cowik”, Edo “Tub-Tub”, Firman “Bolang”, Bang Deni Irawan, Joe “John” dan Adib “Bidog”. Hari Jum’at pukul 09.00 wib kami berangkat dari Pos Perijinan dan ngecamp di Pos Pondok Welirang (2250 mdpl), baru esok harinya jam 04.00 pagi kami melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Welirang. Dari Pos Pondok Welirang, setelah berjalan 4 jam perjalanan melewati medan yang menanjak dan kabut yang tebal akhirnya kami tiba di puncak Gunung Welirang. Tapi sayang, karena kabut yang tebal dan hembusan angin yang cukup kencang, pemandangan tidak terlihat sama sekali. Dengan jalur yang sama yakni via Tretes, dalam pendakian kami kali ini waktu yang kami tempuh sama dengan pendakian Gunung Welirang bulan juli kemarin yaitu 10 jam 30 menit. Suhu udara di Puncak Welirang pada waktu itu pukul 08.00 pagi mencapai 5 derajat celcius dengan hembusan angin yang sangat dingin dan kabut tebal. Kami tidak lama-lama di puncak dan memutuskan untuk turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Welirang berada dalam deretan gunung-gunung. Jika dilihat dari atas, Gunung Welirang berada satu rangkaian dengan Gunung Arjuno, Gunung Ringgit, dan Gunung Anjasmoro. Barisan gunung ini menjadi obsesi bagi para pendaki untuk mendaki seluruh puncaknya, terutama Gunung Welirang dan Gunung Arjuno. Belum puas rasanya jika belum bisa menjejakkan kaki di puncak gunung-gunung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya gunung berapi yang masih aktif, Gunung Welirang mempunyai kawah belerang yang sesekali mengepulkan asap. Masyarakat lokal sering menambang belerang untuk dijual. Di lereng Gunung Welirang masih sering dijumpai binatang-binatang liar. Mata air di sekitar Gunung Welirang masih alami dan terus-menerus mengeluarkan air sepanjang tahun. Menjadi sebuah keharusan untuk melestarikan keindahan alam Gunung Welirang sekaligus deretan gunung yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rute Perjalanan Via Tretes :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Malang-Pandaan : naek bus dengan waktu tempuh 1 jam Rp. 5000,00&lt;br /&gt;2. Pandaan-Tretes : naek minibus dengan waktu tempuh 45 menit Rp. 7000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rute Pendakian Via Tretes :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Pos Perijinan-Pet Bocor (800 mdpl) : 30 menit&lt;br /&gt;2. Pet Bocor-Kopkopan (1500 mdpl) : 2,5 jam&lt;br /&gt;3. Kokopan-Pondok Welirang (2250 mdpl) : 3,5 jam&lt;br /&gt;4. Pondok Welirang-Puncak Welirang (3156 mdpl) : 4 jam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;(Pasukan Langit, 4 Januari 2011)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-417063454547875899?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/417063454547875899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/01/gunung-welirang-3156-mdpl-via-tretes_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/417063454547875899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/417063454547875899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2011/01/gunung-welirang-3156-mdpl-via-tretes_04.html' title='Gunung Welirang (3156 Mdpl) Via Tretes Jilid II'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TSO73E3ZzzI/AAAAAAAAAs0/i2SodvplV4g/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-5766317602022783639</id><published>2010-11-25T13:49:00.021+07:00</published><updated>2010-11-26T07:40:02.447+07:00</updated><title type='text'>History Panglima Besar Islam : Tariq Bin Ziyad</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4JFfVrwvI/AAAAAAAAAqg/Wk9slEbNZDY/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4JFfVrwvI/AAAAAAAAAqg/Wk9slEbNZDY/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543378181256102642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I_Plk1FI/AAAAAAAAAqY/GXpUprxfoYU/s1600/2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I_Plk1FI/AAAAAAAAAqY/GXpUprxfoYU/s320/2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543378073948574802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I_FopbxI/AAAAAAAAAqQ/LiB5WulUKtc/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 245px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I_FopbxI/AAAAAAAAAqQ/LiB5WulUKtc/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543378071277104914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I-1Xu9ZI/AAAAAAAAAqI/L_OuuHsYaC4/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I-1Xu9ZI/AAAAAAAAAqI/L_OuuHsYaC4/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543378066911196562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I-mpGHzI/AAAAAAAAAqA/OXn25NnTq84/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I-mpGHzI/AAAAAAAAAqA/OXn25NnTq84/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543378062957485874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I-gHwcyI/AAAAAAAAAp4/QCHXRoSpLXU/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4I-gHwcyI/AAAAAAAAAp4/QCHXRoSpLXU/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543378061207040802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;Thariq Bin Ziyad berasal dari Bangsa Barbar, saat ini merupakan daerah sekitar Algeria. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Mengenai sukunya, para sejarawan masih berbeda pendapat dari suku Nafza atau suku Zanata. Ia bekas seorang budak yang kemudian dimerdekakan oleh Musa bin Nushair, Gubernur Afrika Utara dari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;inasti Umayyah ketika menaklukkan daerah Tanja (ujung Maroko). Di tangan Musa ini pula ia memeluk Islam bersama orang-orang Barbar lainnya. Setelah masuk Islam, mereka menjalankan seluruh syariat Islam dengan taat. Oleh karena itu, sebelum Musa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;in Nushair pulang ke Afrika&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt; ia meninggalkan beberapa orang Arab untuk mengajari mereka Al-Qur'an dan syariat Islam. Setelah itu Musa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;in Nushair mengangkat Thariq&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt; yang merupakan prajurit Musa yang terkuat menjadi penguasa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;aerah Tanja dengan 19.000 tentara dari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;angsa Barbar lengkap dengan persenjataannya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Pada bulan Rajab tahun 97 H (Juli 711 M), Thariq &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;in Ziyad mendapat perintah dari Musa bin Nushair untuk membebaskan semenajung Andalusia. Maka, dengan 7000 prajurit yang sebagian besar dari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;angsa Barbar, Thariq berangkat menyeberangi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt; S&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;elat Andalusia yang jaraknya 13 mil dengan perahu-perahu pemberian Julian, gubernur Ceuta di Afrika Utara yang bersekutu dengan kaum muslimin untuk menentang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;aja Roderick, penguasa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;erajaan Visigoth di Andalusia&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;, Spanyol&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Pada bulan Ramadhan 97 H pasukan ka&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;um&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt; muslimin mendarat di &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;antai &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;arang Andalusia. Thariq beserta pasukannya dihadapkan dengan 25.000 prajurit Visigoth. Sebuah peperangan yang tidak seimbang dalam segi jumlah. Tapi tentu saja, bagi kaum muslimin hal itu sama sekali bukan masalah. Bukankah sekian banyak peperangan yang dimenangkan oleh kaum muslim, adalah ketika jumlah mereka jauh lebih sedikit dari musuh??? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Pada mulanya kedatangan pasukan Thariq ini membuat heran Tudmir, penguasa setempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Roderick&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena mereka datang dari arah yang tidak diduga-duga yaitu dari arah laut.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="NO-BOK" &gt;Namun, yang fenomenal adalah tindakan yang diambil oleh sang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="NO-BOK" &gt;anglima Thariq &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="NO-BOK" &gt;in Ziyad yang memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah membawa para pasukan kaum muslimin!!! Sebuah langkah yang sampai sekarang dicatat dalam sejarah sebagai suatu bentuk keberanian dan keyakinan yang tiada banding, yang hanya bisa dilakukan atas dasar keimanan yang besar dan keyakinan akan pertolongan Allah SWT ditengah suasana pertempuran dan  kondisi pasukan muslim yang saat itu sedang melaksanakan ibadah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="NO-BOK" &gt;uasa Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="NO-BOK" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebuah pidato panjang yang disampaikan oleh panglima mereka, Thariq &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="NO-BOK" &gt;in Ziyad yang membuat jiwa kaum muslimin yang siap berjihad menggelora......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:red;"  lang="FI" &gt;"Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:red;"  lang="FI" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:red;"  &gt;Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian!!!’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:red;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Akhirnya pertempuran ini dimenangkan oleh Thariq beserta pasukan kaum muslimin. Raja Roderick sendiri tewas dalam pertempuran tersebut, Andalusia pun terbebas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Thariq kemudian meminta tambahan pasukan kepada Gubernur Musa. Lalu dikirimlah 5000 prajurit yang sebagian besar berasal dari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;angsa Barbar. Satu demi satu kota-kota di Andalusia berhasil diduduki tentara Thariq: Elvira, Granada, Cordoba, Malaga dan Toledo yang saat itu menjadi ibukota kerajaan Visigoth. Antara musim semi sampai musim panas tahun 711 H, Thariq telah berhasil menguasai separuh wilayah Andalusia. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Dalam kitab &lt;i&gt;Tarikh &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;l-Andalus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;, disebutkan bahwa sebelum meraih keberhasilan ini, Thariq telah mendapatkan firasat bahwa ia pernah bermimpi melihat Rasulullah SAW bersama keempat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;hulafa' &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;l-Rasyidin berjalan di atas air hingga menjumpainya, lalu Rasulullah SAW memberitahukan kabar gembira bahwa ia akan berhasil menaklukkan Andalusia. Kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya untuk selalu bersama kaum muslimin dan menepati janji.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Setelah meraih kemenangan ini, Thariq menulis surat kepada Khalifah Musa, mempersembahkan kemenangan kaum muslimin ini. Dalam suratnya itu ia menuli&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;s:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;“Saya telah menjalankan perintah anda. Allah SWT telah memudahkan kami memasuki Negeri Andalusia”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;Nama pejuang Islam ini begitu harum, hingga harus diabadikan untuk sebuah semenanjung perbukitan karang setinggi 425 m tempat pasukan Thariq mendarat pertama kali di &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;antai&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  lang="FI" &gt;enggara Spanyol, yaitu Gibraltar atau Jabal Tariq&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;inspiring story&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;.... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;Mari...kita berlomba2 menjadi &lt;i&gt;the next&lt;/i&gt; Thariq Bin Ziyad, dengan mencontoh ketaqwaannya kepada Allah SWT...Tidak pernah gentar dan takut terhadap apapun dan siapapun selain Allah SWT....Karena, &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;nasrullah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (pertolongan Allah) hanya datang kepada orang-orang berkepribadian Islam seperti Thariq Bin Ziyad....Dan yang namanya &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;nasrullah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; gak bakal bisa dihitung dengan logika matematika atau dicerna oleh akal pikiran kita!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;  (Pasukan Langit, 25 November 2010)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-5766317602022783639?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/5766317602022783639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/11/history-panglima-besar-islam-tariq-bin_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/5766317602022783639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/5766317602022783639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/11/history-panglima-besar-islam-tariq-bin_25.html' title='History Panglima Besar Islam : Tariq Bin Ziyad'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TO4JFfVrwvI/AAAAAAAAAqg/Wk9slEbNZDY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-8745756866539747353</id><published>2010-11-24T11:28:00.030+07:00</published><updated>2010-11-30T14:45:40.239+07:00</updated><title type='text'>Gunung Lamongan (1618 Mdpl) Via Lumajang</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGy18G0I/AAAAAAAAApw/WfssYtMSrjs/s1600/1.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542969185346001730" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGy18G0I/AAAAAAAAApw/WfssYtMSrjs/s320/1.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGqHjD3I/AAAAAAAAApo/1kRUgNTmkiw/s1600/2.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542969183003938674" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGqHjD3I/AAAAAAAAApo/1kRUgNTmkiw/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGAOdEtI/AAAAAAAAApg/w5I4enJgjhw/s1600/3.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542969171758617298" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGAOdEtI/AAAAAAAAApg/w5I4enJgjhw/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU8RBpNMI/AAAAAAAAApY/u25uPJRrTq8/s1600/4.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542969004469597378" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU8RBpNMI/AAAAAAAAApY/u25uPJRrTq8/s320/4.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7yULFQI/AAAAAAAAApQ/MJjwhADmqX0/s1600/5.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542968996225815810" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7yULFQI/AAAAAAAAApQ/MJjwhADmqX0/s320/5.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7uUbtVI/AAAAAAAAApI/r1lqKKghd5U/s1600/6.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542968995153163602" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7uUbtVI/AAAAAAAAApI/r1lqKKghd5U/s320/6.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7W575gI/AAAAAAAAApA/NESY-QBTFKw/s1600/7.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542968988868011522" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7W575gI/AAAAAAAAApA/NESY-QBTFKw/s320/7.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7NuV2_I/AAAAAAAAAo4/WXBNZfHYICE/s1600/8.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542968986403462130" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyU7NuV2_I/AAAAAAAAAo4/WXBNZfHYICE/s320/8.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Gunung Lemongan&lt;/strong&gt; &lt;b&gt;(1618 Mdpl)&lt;/b&gt; atau istilah orang lain menyebutnya dengan gunung &lt;strong&gt;Lamongan&lt;/strong&gt;, entah mana yang benar tapi itu hanya sebuah kiasan nama, jangan salah gunung ini terletak di &lt;b&gt;K&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ota Lumajang&lt;/b&gt;&lt;b&gt;,&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Kecamatan&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;Plupuh&lt;/strong&gt; Bukan nama sebuah kota di &lt;em&gt;Tuban&lt;/em&gt;, gunung ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki, apalagi ketinggian gunung ini sekitar 1618 mdpl yang dapat kita prediksi gunung ini tak tergolong tinggi, Banyak sekali aneka macam tumbuhan yang dapat kita jumpai disini sebagi contoh pohon pakis, anggrek, dan lain sebagainya.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Gunung Lemongan adalah tujuan kami berdua yang ingin kami singgahi sebagai jalur pendakian yang kesekian kalinya, hanya saja kali ini perjalanan kami dua orang &lt;strong&gt;(Junedz “Uneeet” &amp;amp; Mc Yuldan “Cowik”)&lt;/strong&gt;, hari Jum’at pukul 14:05 wib adalah titik awal kami bertemu dimana terminal &lt;em&gt;Arjosari&lt;/em&gt; menjadi lokasi pertama perjumpaan, dari sini kita mengawali perjalanan naik bus jurusan probolinggo perjalanan sungguh melelahkan sekali apalagi kami belum oper bus, sampai pada akhirnya tiba juga diterminal Probolinggo, lalu perjalanan dilanjutkan lagi dengan naik bus antar kota tapi kali ini kita turun di &lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;asar&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;K&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;lakah&lt;/strong&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiba kami di &lt;b&gt;Pasar &lt;/b&gt;&lt;strong&gt;K&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;lakah&lt;/strong&gt; pukul 17:45 wib, lalu kami lanjutkan dengan naik angkutan ojek, yang jaraknya kurang lebih 10 km dari jalan raya, sebetulnya naik Ojek itu sendiri jalan terbaik buat kami untuk menuju &lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;esanggrahan&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;Mbah Citro&lt;/strong&gt;, maka dari itu kita harus merogoh koceh agak dalam yaitu &lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;Rp&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: normal" lang="EN-US"&gt;25.000&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,00 per orang, apalagi perjalanan ini melewati hutan belantara, di tengah perjalanan naik tiba tiba salah satu motor dari tukang ojek ada rantainya yang putus, sampai pada akhirnya tukang ojek memutuskan perjalanan di lanjutkan dengan 1 motor 3 orang, jalan yang sulit banyak batu. Pukul 18:00 wib, kita sampai di pesanggrahan Mbah Citro, tak lupa kami pun mengucapkan salam “Assalamu’ailkum” kita pun mampir sejenak hanya untuk minta ijin naik ke Gunung Lemongan, kurang lebih dapat setengah jam kita ngobrol ngobrol setelah itu perjalanan kami mulai dari Pendopo Mbah Citro pukul 18:15 wib, tak banyak yang kami lakukan diperjalanan hanya berdo’a dan ada jalan yang bercabang membuat pandangan kami tertuju pada satu arah jalan saja, lebih tepatnya pukul 19:30 Wib kami mampir di &lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;os &lt;/b&gt;&lt;b&gt;L&lt;/b&gt;&lt;b&gt;askar &lt;/b&gt;&lt;b&gt;H&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ijau &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;sebuah gubuk yang besar disitu kita melaksanakan shalat berjama’ah bareng. Perjalanan ini kami lanjutkan kembali dengan jalan agak santai di tengah perjalanan yang kami lalui ini banyak sekali rumput yang tumbuh sekitar 1 meter dan juga ada jalan yang sangat unik biasanya orang menyebutnya &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;“Watu Keset”&lt;/b&gt; sebuah tempat dimana penuh dengan bebatuan berwarna hitam bila kita jalan disini maka harus hati hati melewatinya kalau tiiidaaaakkk kaki kita bisa terperosok di sela sela bebatuan, karena ini sudah malam jadi penunjuk arah kita masih nyari &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt; tidak sulit bagi kami menemukannya hanya melihat posisi gunung maka kami ikuti jalan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Perjalanan malam ini kami hentikan untuk sementara waktu, yaitu tepat arah pukul 21:00 wib di sebuah batu besar yang namanya &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;“Watu Gede”&lt;/span&gt;, dilokasi ini ada sebuah tempat yang sangat datar bisa dipergunakan untuk mendirikan sebuah tenda tak jarang bagi pendaki lain untuk ngecamp disini, mungkin kalau dipakai buat lapangan voli cukup kali yaaa, hehehe,,,Bercanda, Malam ini kami memasak didalam tenda kami pun membuka perbekalan sederhana yaitu &lt;em&gt;Bubur Jagung&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Pop Mie Instant&lt;/em&gt; sebagai pengganjal perut yang sudah protes nih dari tadi &lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;“Laperrrr”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;,&lt;/b&gt; malam semakin larut bulan terus menyinari bumi angin pun tak terlalu kencang akhirnya membuat tidur kami semakin nyenyak saja, pada malam itu gak ada sama sekali yang mendaki kecuali kami berdua tak apalah walaupun cuman berdua, emang aku dan temenku ni kayaknya udah nyetel kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pagi pun akhirnya menunjukan mataharinya yang mau terbit hari pun sudah berganti menjadi sabtu seakan tak mau kalah dengan kami, maka kami pun harus bangun cepat cepat agar supaya bisa menghemat waktu, lalu kami masak &lt;em&gt;Mie Telor&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Bubur Jagung&lt;/em&gt; sebagai santapan pagi ini, setelah itu kami berkemas untuk melanjutkan perjalanan, &lt;strong&gt;Teman Teman yang membaca cerita ini, perlu kalian ketahui tas ransel dan tenda itu sudah menjadi sahabat kami berdua untuk mendaki gunung&lt;/strong&gt;. Apalagi di gunung kita disuguhi dengan pemandangan yang Luuuaar Biasa tak kalah serunya. Perjalanan yang melelahkan di siang bolong ini sangat menyenangkan sekali apalagi didukung dengan cuaca yang begitu cerah dan matahari yang selalu disiplin memberikan sinar pada para penduduk dimuka bumi, tapi matahari dipuncak gunung ini sungguh menyengat sekali. Sesekali kami beristirahat melepas lelah sambil merenung kami mendengarkan lagu &lt;strong&gt;Ebit G. Ade&lt;/strong&gt; yang berjudul &lt;strong&gt;“Berita Kepada Kawan”&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; supaya menambah semangat baru buat perjalanan nanti,,, kami pun tak menyerah begitu saja berbagai upaya kami lakukan sebab jalan menuju puncak masih jauh, medan jalan yang tak begitu baik membuat tenaga kami semakin terkuras Abiiiisss.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kalau perjalanan tadi melewati rumput rumput yang tinggi, kali ini dilanjutkan dengan memasuki areal hutan yang agak rimbun tak jarang dari kami harus merayap seperti mau perang saja &lt;em&gt;he he he&lt;/em&gt;,,, pukul 07:02 wib dengan suhu udara sekitar 18° Celcius kami pun masih dihutan istirahat sebentar lagi nich kami lakukan sambil mendengarkan lagu &lt;strong&gt;Ebit G. Ade “Elegi Esok Pagi”&lt;/strong&gt; sebagai penambah semangat baru,,, Alhasil satu lagu cukup buat kami istirahat, lalu perjalanan di lanjutkan lagi sampai pukul 07:33 wib kami baru tiba di &lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;os Guci&lt;/b&gt; pada waktu itu suhunya sekitar 18° Celcius, lagi lagi istirahat sebentar kami lakukan agar supaya untuk melemaskan otot yang sudah kaku, kami tak pernah memaksakan diri berjalan terus menerus bila kami lelah ya istirahat aajaaa, gampang kan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jalan yang berliku liku tak menghambat mata kami untuk memandang alam sekitarnya sambil mendengarkan suaru burung yang berkicau disaat mereka sedang memamerkan suaranya, bila kita berjalan disini awas dan hati hati itu sudah menjadi kunci utama buat kami sebagai pendaki karena banyaknya sekali ranting ranting pohon yang berduri yang nantinya akan membuat luka buat tangan kita, dan akhirnya &lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal" lang="EN-US"&gt;W&lt;i&gt;aoooow&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal" lang="EN-US"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;ubhanallah &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal" lang="EN-US"&gt;Kereeen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; kami pun tiba dipuncak terbayar abis sudah perjalanan yang melelahkan ini tepat sekali arah jam sudah menunjukan waktu 09:16 Wib. Puncak gunung mempunyai lubang yang membentuk sebuah lingkaran besar kedalam, dan menjadikannya sebuah kawah mati, pada hari ini cuaca sangat bersahabat sekali apalagi di atas puncak gunung sungguh menyenangkan bagi kami, bila kami beruntung maka dapat melihat tiga buah danau dari atas gunung tapi kali ini kami hanya dapat melihat 2 buah danau yang sejajar dan nantinya bila kita lihat dengan mata telanjang seperti membentuk sebuah mata, maka kami pun mengabadikan momen ini dengan berfoto foto di atas gunung dan itu sudah pasti menyenangkan buat kami, sebentar dipuncak membuat kami tak betah lama lama di atas gunung, akhirnya kami pun memutuskan untuk turun kembali kebawahnya puncak yaitu disebuah bongkahan batu besar yang tegap menghadap arah Gunung Semeru…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tak lama kami duduk dan berdiam di batu besar membuat istirahat kami pun menjadi tak betah, seolah kami harus memutuskan untuk turun dari sini, pembagian air minum kami lakukan agar supaya diperjalanan nanti kami tak membongkar tas ransel biar menghemat tenaga, berjalan turun dari puncak ini kami harus di ingatkan harus hati hati karena tak jarang dari kami berkali kali harus rela jalan kaki terpleset diantara semak semak yang belukar dan apabila kita tak waspada maka bisa terjatuh, jalan yang sempit membuat tenaga kami harus kerahkan total, pukul 12:12 wib kami masih di &lt;strong&gt;Pos Guci&lt;/strong&gt; sebagai tempat istirahat tapi kali ini kami tak menemukan air sama sekali yang ada hanya tetesan batu yang nantinya akan mengeluarkan air berwarna putih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal" lang="EN-US"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Ya &lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, hutan sudah kami lewati setelah itu padang rumput yang luas yang harus kami lalui, diperjalan turun puncak kali ini hampir saja kami terpisah dari jalan sebenarnya tak hanya itu tingginya rumput membuat pandangan kami terhalang, untuk mencari solusi seperti ini kami harus tenang dan tak boleh gegabah apalagi dalam mengambil suatu keputusan, maka diantara kami melihat disekeliling kanan kiri, tak selang berapa lama kemudian kami menemukan jalur pendakian yang kami lalui sebelumnya, jalan kaki digunung emang sudah pasti membuat kaki kita menjadi kaku dan lelah, tak lama kemudian salah satu diantara kami&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Junedz “Uneeet””&lt;/strong&gt; terjatuh 2 meter dari bongkahan batu yang diinjaknya, dan bersyukur tidak terluka parah hanya tergelincir dan mengalami terkilir di pergelangan tangan saja, jalan santai kami lakukan lagi karena kami tak memaksakan diri disaat kondisi seperti ini kami pun hanya berdo’a, dan menghemat persediaan air yang ada, pukul 13:30 wib kami pun tiba di Pendopo Mbah Citro, dibalik semua Gunung Lemongan ini banyak sekali menyimpan aneka flora dan fauna yang menghiasi Gunung Lemongan menjadi semakin lengkap akan kekayaan, sudah pastinya perjalanan kami di gunung ini menjadi tempat pendakian kesekian kalinya, apalagi Gunung adalah perhiasan alam yang tak ternilai harganya, bila kita melihat ciptaan Tuhan yang sebesar ini, maka apalah daya kita sebagi manusia yang tak mau bersyukur sebab banyak sekali penebangan liar yang dilakukan dihutan yang nantinya akan menjadikan bencana bagi negeri kita, dan kita menjadi Warga Negara Indonesia wajib untuk menjaganya dan melestarikannya sebagai generasi selanjutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Mbah Citro&lt;/strong&gt; sendiri adalah seorang yang dipercaya masyarakat menjadi sang juru kunci Gunung Lemongan, tak banyak yang kami ketahui dari Mbah Citro selain orangnya yang sederhana dan gaya hidupnya yang tak terlalu mewah, menjadikannya dia betah untuk tinggal di gunung yang jauh dari perkotaan dan ramainya penduduk di usianya yang udah mencapai 100 tahun lebih ini, kami pun duduk di emperan pendopo tersebut, tak lama kemudian kami melihat Mbah Citro sedang duduk dikursi, terus kami memberanikan diri untuk bertemu dengan Mbah Citro sang juru kunci Gunung Lemongan untuk sowan dan berfoto dengan Mbah Citro, itu pun tak gampang bagi pendaki lain, kami adalah orang yang paling beruntung diantara pendaki sebelumnya menurut mereka yang ada di pendopo, tak banyak orang yang dapat bisa bertemu langsung dengan Mbah Citro sendiri. Di usianya yang sudah mencapai 100 tahun lebih itu, Mbah Citro masih terlihat sehat, segar dan tegar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari semakin sore saja dan matahari udah mau terbenam seakan mau bergantian dengan datangnya malam, maka kami pun memutuskan pulang naik ojek, sebenarnya kami masih berat meninggalkan tempat ini, apalagi melihat wajah kepolosan mereka yang seakan tak kami temukan di areal perkotaan, dari kami ada yang ingin menginap soalnya besok masih hari minggu, tapi salah satu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dari kami ada yang gak setuju, maka kami pun memutuskan untuk pulang, pukul 17:00 wib kami pulang dan berpamitan dengan keluarga Mbah Citro perjalanan pulang kami ini di antar oleh mas tukang ojek, sungguh pengalaman yang spesial buat kami di Gunung Lemongan ini. Sampai Jumpa &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;“Gunung Lemongan”&lt;/span&gt; Semoga lain hari kita ketemu lagiii,,,,Salam “&lt;strong&gt;PASUKAN LANGIT&lt;/strong&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hikmah yang dapat kami ambil dari Gunung Lemongan (1618 Mdpl) adalah : dari peristiwa-peristiwa yang kami alami selama mendaki Gunung Lemongan ini semakin menambah iman kita kepada Allah SWT sekaligus rasa syukur terhadapnya, dan lagi dapat bertemu dengan sang juru kunci Gunung Lemongan yaitu &lt;b&gt;“Eyang Citro”&lt;/b&gt;, dibalik semua itu ada hal lain yang menjadikan kami cinta akan kekayaan &lt;b&gt;Pariwisata&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;….&lt;strong&gt;Kami&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; Cinta Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;b&gt;..Bumi Nusantara...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-size:100%;" &gt;(Pasukan Langit, 24 November 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; FONT-FAMILY: georgia; COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-8745756866539747353?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/8745756866539747353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/11/gunung-lemongan-1618-mdpl-via-klakah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8745756866539747353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8745756866539747353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/11/gunung-lemongan-1618-mdpl-via-klakah.html' title='Gunung Lamongan (1618 Mdpl) Via Lumajang'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TOyVGy18G0I/AAAAAAAAApw/WfssYtMSrjs/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-8989219271038214171</id><published>2010-11-02T22:47:00.012+07:00</published><updated>2011-07-27T15:00:49.415+07:00</updated><title type='text'>Liverpudlian : Loyalitas, Idealisme dan Keunikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0fjdwaGI/AAAAAAAAAow/wap15gYEE00/s1600/kopinbloom_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0fjdwaGI/AAAAAAAAAow/wap15gYEE00/s320/kopinbloom_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534981658738976866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0fBgRmJI/AAAAAAAAAoo/YFKc3IeFSIY/s1600/The+Kop_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0fBgRmJI/AAAAAAAAAoo/YFKc3IeFSIY/s320/The+Kop_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534981649622734994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0eQhjk9I/AAAAAAAAAog/naiJS0Z1c48/s1600/wall20_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0eQhjk9I/AAAAAAAAAog/naiJS0Z1c48/s320/wall20_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534981636474770386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebelum diberi status kota pada 1880, Liverpool dikenal sebagai  sebuah borough (area dengan tingkat pemerintahan lebih rendah di  Inggris) yang didirikan oleh King John pada tahun 1207. Luas areanya  relatif kecil, hanya sekitar 110 km persegi di daerah city area. Di  daerah tersebut banyak dijumpai tempat yang menarik seperti Albert Dock,  Liverpool Cathedral, atau pusat perbelanjaan terbesar di Liverpool yang  baru dibuka tahun 2008, Liverpool ONE (disini juga terdapat toko official  merchandise Liverpool FC yang terbesar). Liverpool juga cukup dikenal  akan arsitekturnya seperti The Three Graces (terdiri dari Royal Liver  Building, Cunard Building, dan Port of Liverpool Building), yang  terletak di Pier Head, dekar Albert Dock). Sungguh bangunan-bangunan yang  sangat indah. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa China Town di  Liverpool adalah salah satu kawasan paling tua dan paling besar di  seluruh eropa. Sebuah Chinese Gate di sana bahkan disebut-sebut merupakan  yang terbesar di luar Cina.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Liverpool boleh dikatakan  berbeda dengan kota-kota lain di Inggris. Sebagai kota pelabuhan,  sebagian besar penduduknya dulu termasuk ke dalam pekerja (working class)  dan mungkin karena itu pula mereka mempunyai aksen yang berbeda dari  orang2 Inggris lain (dikenal sebagai Scouse Accent). Ditambah  lagi Liverpudlian, panggilan untuk orang Liverpool juga dikenal dengan  rasa humor mereka. Tidak aneh bila sepakbola menjadi sangat besar di  Liverpool. Sebagai working class people, Liverpudlian senang berkumpul  bersama di pub, mengobrol dan tertawa. Tentang apa? Apa lagi yang suka  dibicarakan para pria ketika berkumpul selain olahraga, terutama  sepakbola?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ada satu hal menarik yang perlu diketahui  tentang pendukung sepak bola di Inggris, baik di Liverpool maupun kota  lain. Walau saling mencemooh lewat lagu-lagu, tak sedikit pun mereka  terprovokasi. Para pendukung ini terus saja bernyanyi memberi support  tim. Seusai pertandingan, mereka tetap tersenyum (kecuali tim mereka  kalah ya, tapi tetap saja mereka bersikap lapang dada). Jadi, di zaman  sekarang ini tawuran gara-gara sepakbola seharusnya sangat jarang  ditemui di Inggris (kecuali beberapa kasus yang memang tak  terhindarkan). Sangat kagum dengan sikap sportif mereka. Tim pilihan  seseorang itu sebenarnya merefleksikan sedikit dari pribadi mereka. Bisa  dilihat bahwa Liverpool adalah sebuah tim yang memiliki loyalitas, idealisme, dan keunikan. Jadi, seorang Liverpudlian sejati juga  memiliki salah satu dari nilai-nilai tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Pertama : Loyalitas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Walau  liverpool belum pernah lagi mencicipi gelar liga inggris sejak tahun  1990, para pendukung sejatinya tetap loyal memberi dukungan. Banyak  pendukung Liverpool yang selalu digoda temanya, "Ngapain sih kamu masih  membela Liverpool? Sudah tidak pernah juara, sekarang kalah melulu lagi!  Mending bela tim A yang yang sering juara belakangan ini". Bagi  Liverpudlian ini adalah sebuah latihan mental dan kesempatan menunjukkan  loyalitas yang semakin jarang kita lihat di dunia ini. Loyalitas dapat  dirasakan di hati para Liverpudlian. Saya kecewa dan sedih bila ada orang yang hanya mengaku mencintai Liverpool ketika sedang berjaya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Kedua : Idealisme&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Idealisme  karena Liverpool tidak pernah mengambil jalan pintas. Di saat banyak  tim-tim Inggris melesat karena uang, Liverpool tetap mencoba bangkit  dengan kemampuanya sendiri. Orang-orang mungkin bisa beragumen bahwa  sialnya Liverpool saja yang punya pemilik pelit (Goerge Hiks dan Tom  Gillet sebelum diaukuisisi NESV John Henry sekarang). Tapi bukan itu yang  dimaksud seperti kata orang-orang dan bukan juga dalam pembatasan ketat  dalam pembelian pemain atau karena keterbatasan biaya, akan tetapi  Liverpool berusaha membangun diri dalam suatu proses. Liverpool tidak  suka sesuatu yang instan, seperti dalam semusim bisa mendatangkan 10  pemain bintang dan langsung juara. Bagi Liverpool itu hanya menunjukan  kekuatan dan kehebatan uang yang ternyata memang bisa membeli sebuah  gelar. Seluruh Liverpool dan Liverpudlian berharap Liverpool FC juara  Liga Inggris bukan karena uang semata, namun dengan kerja keras  dan perjuangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga : Keunikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Liverpool  berbeda dari tim-tim Inggris lain. Para pesepakbola sejati yang tidak  hanya mengincar uang dan ketenaran akan merasakan betapa bangganya  menjadi seorang pemain Liverpool. Mengapa? Karena Liverpool memiliki  sejarah dan tragedi yang sangat menyentuh hati. Siapa yang mempunyai  tragedi dan berakhir dengan perjuangan para pendukung Liverpool hingga  hari ini? Siapa yang pendukungnya, walaupun dipenjara by mistake, tetap  tidak mau melepaskan season ticket dan lagi-lagi selalu didukung oleh  pendukung lain? Hanya satu yang diharapkan oleh semua pendukung (dan  terlebih pemain) yaitu sebuah kemenangan. Seorang suporter sejati selalu  menunggu Liverpool bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;YNWA (You'll Never Walk  Alone)...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; (International Relations BIGREDS-Indonesia's Official Liverpool FC Supporters Club)&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: right; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Pasukan Langit, 2 November 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-8989219271038214171?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/8989219271038214171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/11/liverpudlian-loyalitas-idealisme-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8989219271038214171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8989219271038214171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/11/liverpudlian-loyalitas-idealisme-dan.html' title='Liverpudlian : Loyalitas, Idealisme dan Keunikan'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TNA0fjdwaGI/AAAAAAAAAow/wap15gYEE00/s72-c/kopinbloom_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-3570405872456972069</id><published>2010-10-15T10:23:00.042+07:00</published><updated>2011-11-01T08:57:31.663+07:00</updated><title type='text'>Gunung Penanggungan (1653 Mdpl) Via Tamiadjeng</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TM4xdz8QXpI/AAAAAAAAAoY/-W5xJ6Di4LI/s1600/03102010145.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534415380313824914" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TM4xdz8QXpI/AAAAAAAAAoY/-W5xJ6Di4LI/s320/03102010145.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TM4xdfxp46I/AAAAAAAAAoQ/Sn9ET9H_1Ds/s1600/03102010104.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534415374900650914" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TM4xdfxp46I/AAAAAAAAAoQ/Sn9ET9H_1Ds/s320/03102010104.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TLgGq1SvShI/AAAAAAAAAoI/lBBcuwbv0bI/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528175875527232018" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TLgGq1SvShI/AAAAAAAAAoI/lBBcuwbv0bI/s320/6.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TLgD3UsDzMI/AAAAAAAAAnQ/Ut7Gwz5kc_8/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528172791578479810" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TLgD3UsDzMI/AAAAAAAAAnQ/Ut7Gwz5kc_8/s320/4.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TLgD28HEWJI/AAAAAAAAAnI/4GaoCxUXwdc/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528172784980875410" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TLgD28HEWJI/AAAAAAAAAnI/4GaoCxUXwdc/s320/3.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Tahoma;  panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}&lt;/style&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;Gunung Penanggungan dikenal juga dengan sebutan gunung pemalu. Mengapa disebut demikian? Yaitu karena puncaknya yang selalu tertutupi oleh awan atau kabut yang tebal, dengan puncaknya tertinggi yaitu sekitar 1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;653 &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;mdpl. Mendaki Gunung Penanggungan memiliki pengalaman tersendiri bagi seorang pendaki. Gunung ini juga tak jauh dari saudaranya yaitu Gunung Arjuna &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(3339 mdpl) &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;dan Gunung Welirang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; (3156 mdpl). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Gunung Penanggungan terletak di Desa Tamiadjeng, Kecamatan Trawas, Kota Pandaan. Dari letaknya kita sudah tahu bahwa gunung ini tidak terlalu tinggi. Tapi  jangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dianggap &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;enteng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; karena perlu diketahui &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; jalan menuju ke sana&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;sangat ekstrim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. Bila cuaca hujan kondisi medan berkabut tebal dan angin kencang, sebaliknya bila cuaca panas maka terik mentari sangat menyengat. Bagi para pendaki diharap bisa mengatur manajemen perbekalan khususnya perbekalan air karena selama perjalanan pendakian menuju puncak tidak ditemukan sumber air. Total perjalanan normal sampai puncak bisa ditempuh ± 5 jam perjalanan pendakian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu tanggal 2 Oktober adalah awal pendakian. Kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; bertiga: &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; Junedz&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;“Uneeet&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;, Yuldan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Cowik”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; dan Edo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Tub&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;-tub&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;yang melakukan pendakian kali ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;. Kami mengawali perjalanan ini dengan menaiki angkutan jurusan Trawas dari Terminal Pandaan sekitar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; menit. Lalu kami turun di perempatan Tamiadjeng pukul 10.00 WIB. Di sana terdapat sebuah warung milik Mak Ti’. Kami sengaja mampir untuk istirahat sebentar dan makan untuk mengisi perut yang masih kosong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; serta ibadah siang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;. Setelah itu kami bertiga melanjutkan perjalanan berjalan ke arah utara menuju lokasi dengan naik ojek karena jarak tempuh dengan start lumayan jauh. Kira-kira jarak tempuh dengan berjalan kaki membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk hutan kami diharuskan mendaftar identitas kami masing-masing. Hal ini wajib dilakukan agar jika sewaktu-waktu terdapat suatu kecelakaan pendaki dapat ditemukan. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB dan perjalanan telah kami mulai. Dari awal perjalanan ini banyak sekali bebatuan yang tersusun rapi. Untuk petunjuk jalan kita cukup berpedoman satu arah saja. Di perjalanan kami melihat banyak tanaman singkong, jagung dan pohon durian yang menggoda selera kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalannya waktu kami berjalan kaki seakan tak kenal lelah. Jalan mulai bertambah sempit dan juga kabut mulai menebal. Pukul 14.15 WIB kami mulai merasakan kabut serta angin yang sangat kencang dengan jarak pandang mata sekitar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; sampai 10 meter saja. Jalan yang lumayan ekstrim ini merupakan jalan menanjak juga tanahnya yang licin kombinasi antara tanah dan bebatuan serta banyak ditumbuhi rumput-rumput yang tinggi. Itu pun kami belum sampai pertengahan perjalanan masih seperempat dari kaki gunung. Pada pukul 15.30 WIB kami sampai pada Pos Bayangan. Di tempat itu angin dan kabut seakan ingin terus menerjang kami. Tapi kami tak pantang menyerah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; dan yakin akan perjuangan kami&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Tak henti-hentinya kami selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberi keselamatan dalam pendakian kali ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jalan dengan pelan-pelan dan tidak berani berjauhan. Karena cuaca yang tidak bersahabat kami memutuskan untuk mencari gua untuk tempat berteduh. Pukul 04.30 WIB kami belum menemukan gua sama sekali sebab jarak pandang mata kami sedikit tertutupi oleh kabut. Kami berjalan sambil berdo’a, “Ya Allah lindungilah hamba-hambaMu ini.” Sampai pada akhirnya pukul 17.15 WIB kami menemukan gua yang kami jadikan sebagai tempat beristirahat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Semalam menjadi manusia gua sangat memberi kesan tersendiri bagi kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tak terasa dan haripun telah menjelang pagi kembali. Kami bangun pukul 04.00 WIB lalu kami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;memasak dari&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; perbekalan yang kami bawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; sebelum melanjutkan menuju puncak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 07.22 WIB, kami tak sabar untuk melanjutkan ke puncak. Ternyata menuju puncak dapat kami tempuh dengan jarak waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; menit saja dan tidak perlu membutuhkan banyak tenaga dengan berjalan santai. Sampai puncak tepat pukul 07.45 WIB, kami disuguhi pemandangan alam yang luar biasa yang tak kalah serunya dengan gunung-gunung lain. Sungguh perhiasan alam yang tak ternilai harganya! Maka dari itu kita sebagai anak bangsa patut dan wajib untuk melestarikan dan menjaga keutuhan alam tersebut. Kalau bukan kita yang melestarikan dan menjaga, siapa lagi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;bertiga&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; pendakian&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; ke Gunung Penanggungan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(1653 mdpl) &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;merupakan pengalaman yang tak terlupakan walaupun cuaca pada waktu itu tak begitu bersahabat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah puas kami menikmati puncak &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; kami memutuskan untuk turun pada pukul 09.03 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. Kabut dan angin yang sangat kencang membuat kami tidak sempat untuk menjelajahi keseluruhan puncak yang sangat luas  itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;Tiba di bawah sampai pada pukul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;12.15&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt; WIB kami singgah di Warung milik Bu Indah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; dan menyantap wedang tape hangat yag sangat nikmat. Banyak cerita-cerita, petuah-petuah, nasehat-nasehat dari Bu Indah yang sangat bermanfaat yang dapat kami jadikan bekal kami dalam mengarungi kehidupan ini kedepanya. Terima kasih Ibu yang baik, Insya Allah suatu saat kalau musim durian &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;dan rambutan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;udah tiba kami akan datang lagi kesana lagi untuk bersilaturahmi…he…he…&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;he...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: bold; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Pasukan Langit, 15 Oktober 2010)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-3570405872456972069?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/3570405872456972069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/10/gunung-penanggungan-1653-mdpl-via.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/3570405872456972069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/3570405872456972069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/10/gunung-penanggungan-1653-mdpl-via.html' title='Gunung Penanggungan (1653 Mdpl) Via Tamiadjeng'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TM4xdz8QXpI/AAAAAAAAAoY/-W5xJ6Di4LI/s72-c/03102010145.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-1972755292362365226</id><published>2010-07-28T08:47:00.018+07:00</published><updated>2011-03-14T13:33:19.033+07:00</updated><title type='text'>Gunung Welirang (3156 Mdpl) Via Tretes</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-PBncr38I/AAAAAAAAAkY/xMgBjqt3hI4/s1600/29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-PBncr38I/AAAAAAAAAkY/xMgBjqt3hI4/s320/29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498770927974604738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-PBUt_P1I/AAAAAAAAAkQ/gGDtF_BbIb4/s1600/30.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-PBUt_P1I/AAAAAAAAAkQ/gGDtF_BbIb4/s320/30.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498770922946903890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-OvD2KkJI/AAAAAAAAAkI/t3UdVom5MqE/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-OvD2KkJI/AAAAAAAAAkI/t3UdVom5MqE/s320/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498770609180151954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-OuwOn1DI/AAAAAAAAAkA/wQKawH1rNOo/s1600/24.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-OuwOn1DI/AAAAAAAAAkA/wQKawH1rNOo/s320/24.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498770603914023986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-Oug_UFJI/AAAAAAAAAj4/24IKqSG5WqQ/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-Oug_UFJI/AAAAAAAAAj4/24IKqSG5WqQ/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498770599823283346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah sukses dengan pendakian ke Gunung Arjuna awal juli kemarin, pendakian selanjutnya kami melakukan pendakian ke Gunung Welirang (3156 Mdpl) yang letaknya bersebalahan dengan Gunung Arjuna (3339 Mdpl). Team kami yang berangkat pada  pendakian kali ini hanya dua orang yaitu : Junedz “Uneeet” dan Yuldhan “Ueleeek”. Hari Jum’at pukul 16.45 wib kami berangkat dari Pos Perijinan dan ngecamp di Pos Kokopan, baru esok harinya kami melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Welirang. Tepat senja hari kami tiba di puncak Gunung Welirang dengan pemandangan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sun set &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;yang sangat indah. Dari kejauhan tampak dengan jelas hamparan langit senja berwarna kuning kemerah-merahan dengan latar belakang Gunung Kelud, Gunung Kawi bahkan Gunung Lawu sangat terlihat eksotis. Hamparan awan di bawah kami terlihat jelas dan sangat indah. Dengan jalur yang sama yakni via Tretes, dalam pendakian kami kali ini waktu yang kami tempuh lebih cepat dibandingkan pada waktu pendakian ke Gunung Arjuna awal juli kemarin. Suhu udara di Puncak Welirang pada waktu senja itu mencapai 8 derajat celcius dengan hembusan angin yang sangat dingin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rute Perjalanan Via Tretes :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Malang-Pandaan : naek bus dengan waktu tempuh 1 jam Rp. 5000,00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pandaan-Tretes : naek minibus dengan waktu tempuh 45 menit Rp. 7000,00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rute Pendakian Via Tretes :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pos Perijinan-Pet Bocor (800 mdpl) : 30 menit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pet Bocor-Kopkopan (1500 mdpl) : 2,5 jam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kokopan-Pondok Welirang (2250 mdpl) : 3 jam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pondok Welirang-Puncak Welirang (3156 mdpl) : 4,5 jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut ini sepenggal cerita catatan perjalanan kami :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pos Perizinan- Kokopan (1500 Mdpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Jum’at, 23 Juli 2010 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jam sudah menunjukan pukul 16:45 WIB, perjalanan kami awali dari pos perizinan masuk Gunung Arjuna (Tretes). Di pos perizinan kami membayar uang sebesar Rp 4.500,00 untuk tiket masuk juga menyerahkan foto kopi KTP. Perjalanan kita lalui dengan jalan bebatuan yang begitu tertata rapi sampai perjalanan kami bersinggah sebentar ke Pet Bocor. Di sana terdapat sebuah warung. Dari Pos Perizinan sampai Pet Bocor lamanya perjalanan sekitar 30 menit waktu yang kami butuhkan. Dari Pet Bocor kami berjalan kaki sampai Kokopan kurang lebih memakan waktu 2 jam 30 menit (19:45 WIB).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kokopan – Pondok Welirang (2250 Mdpl)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sabtu, 24 Juli 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pagi-pagi saya memasak dengan teman saya dan tak perlu khawatir karena di sana kami menemukan banyak persediaan air dari sumber mata air yang dapat digunakan untuk memasak dan minum. Waktu sudah menunjukan pukul 08:15 WIB artinya perjalanan harus kami lanjutkan karena matahari sudah bergerak hampir di atas kepala kami. Selain itu kami harus mengejar waktu agar segera sampai menuju puncak. Tak terasa sedikit demi sedikit perjalanan kami sampai pada Pondok Welirang  pukul 11:15 WIB, kurang lebih sekitar 3 jam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pondok Welirang – Puncak Welirang (3156 Mdpl)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sabtu, 24 Juli 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sementara itu kami istirahat di Pondok Welirang sambil menunggu shalat dhuhur. Karena hari sudah terlalu siang maka pendakian kami lanjutkan kembali pukul 13:00 WIB. Tak lupa kami membawa air secukupnya sebab perjalanan ini lumayan jauh dan juga sulitnya air yang tidak terdapat di puncak. Kurang lebih waktu yang kami tempuh selama 4,5 jam sampai puncak. Medan perjalanan yang kami lalui agak ekstrim di sana kami harus hati-hati karena banyaknya batu yang menanjak menyebabkan kaki kami terasa sakit dan pegal. Tak lama kemudian kami tiba di puncak pukul 17:30 WIB. Kami berfoto-foto sambil memandang alam di sekitar puncak Gunung Welirang dan menyaksikan matahari terbenam. Akan tetapi kami menikmatinya hanya 40 menit. Setelah itu kami memutuskan untuk turun dari puncak. Sampai bawah kami tiba di Pondok Welirang pukul 20:00 WIB yaitu sekitar 2 jam. Karena perjalanan ini harus sampai Kokopan malam ini juga maka kami berhenti beristirahat dan berjalan kembali sampai pukul 22:00 WIB tiba di Kokopan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kokopan – Pos Perizinan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Minggu, 25 Juli 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tak terasa tidur begitu nyenyak semalam karena mungkin terlalu lelah. Pukul 08:45 WIB  kami mengemasi tenda untuk bersiap-siap pulang. Perjalanan sekitar kurang lebih 2 jam sampai bawah. Di tengah perjalanan kami mampir di Pet Bocor untuk sekedar mengisi perut yang kosong. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: rgb(71, 75, 78);font-size:10pt;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Total perjalanan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;pendakian kami ke Puncak Gunung Welirang (3156 Mdpl) via Tretes adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;10 jam 30 menit. Sebuah pengalaman yang tidak akan pernah kami berdua lupakan di akhir pekan dan ini sekaligus juga membuktikan dari kabar atau omongan orang2 bahwa pemandangan dari Puncak Gunung Welirang bener2 sangat indah dan bagus apabila cuaca tidak mendung serta tidak hujan atau badai. Sebuah anugerah kepada kita sebagai umat manusia untuk selalu bersyukur atas segala nikmat dari pemberian Sang Pencipta yaitu Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 28 Juli 2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-1972755292362365226?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/1972755292362365226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/07/pendakian-gunung-welirang-3156-mdpl-via.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1972755292362365226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1972755292362365226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/07/pendakian-gunung-welirang-3156-mdpl-via.html' title='Gunung Welirang (3156 Mdpl) Via Tretes'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TE-PBncr38I/AAAAAAAAAkY/xMgBjqt3hI4/s72-c/29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-4164340549230749706</id><published>2010-07-13T11:48:00.010+07:00</published><updated>2011-11-01T08:56:12.018+07:00</updated><title type='text'>Gunung Arjuna (3339 Mdpl) Via Tretes</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwsPIhn1I/AAAAAAAAAig/0rjqFi2Ai4Q/s1600/28.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493248813275651922" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwsPIhn1I/AAAAAAAAAig/0rjqFi2Ai4Q/s320/28.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwrUXJYGI/AAAAAAAAAiY/vyoVwdgABAg/s1600/58.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493248797499285602" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwrUXJYGI/AAAAAAAAAiY/vyoVwdgABAg/s320/58.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwqyEIaKI/AAAAAAAAAiQ/3k1DLV6fpwY/s1600/63.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493248788292724898" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwqyEIaKI/AAAAAAAAAiQ/3k1DLV6fpwY/s320/63.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwqdnP8HI/AAAAAAAAAiI/jDlsKSIPiNc/s1600/91.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493248782802874482" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwqdnP8HI/AAAAAAAAAiI/jDlsKSIPiNc/s320/91.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selama musim belum bergulir…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Masih ada waktu untuk terus berusaha…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sejauh batas pengertian, awan pun tersibak…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;kebahagiaan mengalir sebening embun…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Menapaki langkah-langkah berduri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Menyusuri rawa, lembah dan hutan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berjalan diantara tebing yang curam…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Semua dilalui demi perjuangan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Letih tubuh di dalam perjalanan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saat hujan dan badai merasuk di badan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun jiwa harus terus bertahan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Karena perjalanan masih panjang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Terima kasih untuk semua pengalamannya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mohon maaf jika ada kesalahan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;yang dilakukan selama perjalanan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 115%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Created By: Bang Deni Irawan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 14.25pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Akhir pekan kemarin kami melakukan pendakian ke Gunung Arjuna (3339 Mdpl) via Tretes. Team kami yang berangkat beranggotakan 8 orang yaitu : Junedz “Uneeet” (Pati), Firman “Bolang” (Nganjuk), Sas (Jombang), Yuldhan (Malang), Adib “Bidog” (Batu), Edo (Tuban), Bang Deni Irawan (Jakarta) dan Bang Syurva (Jakarta). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Gunung Arjuna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; terletak di&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malang" title="Malang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Malang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; berada di bawah Pengelolaan Tahura&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raden_Soeryo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Raden Soeryo (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Raden Soeryo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Gunung Arjuna bersebelahan dengan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Welirang" title="Gunung Welirang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Gunung Welirang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Puncak Gunung Arjuna terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_terjun" title="Air terjun"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;air terjun&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kakek_Bodo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kakek Bodo (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kakek Bodo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rute Perjalanan Via Tretes :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Malang-Pandaan : naek bus dengan waktu tempuh 1 jam Rp. 5000,00 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pandaan-Tretes : naek minibus dengan waktu tempuh  45 menit Rp. 7000,00 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rute Pendakian Via Tretes :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pos Perijinan-Pet Bocor (800  mdpl) : 45 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pet Bocor-Kopkopan (1500 mdpl) : 3 jam 30 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kokopan-Pondok Welirang (2250 mdpl) : 4 jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pondok Welirang-Lembah Kijang (2300 mdpl) : 45 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lembah Kijang-In Memoriam (3300 mdpl) : 3  jam 15 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;In Memoriam-Puncak Arjuna (3339 mdpl)  : 15 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Total perjalanan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;pendakian kami ke Puncak Ogal Agil, Gunung Arjuna (3339 Mdpl) via Tretes adalah &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;12 jam 30 menit. Karena waktu yang tidak memungkinkan karena teman-teman  harus beraktivitas pada pekerjaan masing-masing di esok hari, maka pendakian ke Gunung Welirang (3156 Mdpl) untuk sementara ditunda sambil menunggu waktu yang tepat dan direncanakan yang lebih matang lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 18pt; margin: 4.8pt 0cm 6pt; text-align: right;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Pasukan Langit, 8 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-4164340549230749706?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/4164340549230749706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/07/pendakian-gunung-arjuna-3339-mdpl-via.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4164340549230749706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4164340549230749706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/07/pendakian-gunung-arjuna-3339-mdpl-via.html' title='Gunung Arjuna (3339 Mdpl) Via Tretes'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TDvwsPIhn1I/AAAAAAAAAig/0rjqFi2Ai4Q/s72-c/28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-1394729758245973425</id><published>2010-06-23T14:45:00.006+07:00</published><updated>2011-11-01T08:55:14.441+07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Kebersamaan</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8ezvz9pI/AAAAAAAAAhQ/F66-masqG7w/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485873058586818194" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8ezvz9pI/AAAAAAAAAhQ/F66-masqG7w/s320/2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 235px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8efqziUI/AAAAAAAAAhI/g9UOF8GKo0s/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485873053197109570" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8efqziUI/AAAAAAAAAhI/g9UOF8GKo0s/s320/3.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8eFVY7oI/AAAAAAAAAhA/VOzzkBpWkcY/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485873046127963778" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8eFVY7oI/AAAAAAAAAhA/VOzzkBpWkcY/s320/9.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8dqZ_raI/AAAAAAAAAg4/AOB752_imuw/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485873038899522978" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8dqZ_raI/AAAAAAAAAg4/AOB752_imuw/s320/10.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagi seorang pendaki gunung, perjalanan mendaki gunung tidaklah sekedar perjalanan menelusuri alam saja. Ada perjalanan hati di dalamnya. Kepuasan perjalanan hati ini berbeda-beda tergantung dari sang pendaki masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pendaki gunung tentu juga akan paham betul arti sebuah kebersamaan. Terlebih jika kita mendaki gunung secara bersamaan. Kemana pun langkah kaki bergerak haruslah bersamaan. Tidak ada yang tertinggal. Satu sakit atau capek, maka seluruh anggota tim hendaknya beristirahat dan menunggu untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak. Masalahnya, kadang ada yang sakit atau hanya ”merasa” sakit. Parah lagi jika ada yang pura-pura sakit karena merasa perjalanan masih jauh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam sebuah perusahaan, atau organisasi, banyak sekali kita menjumpai orang yang kencang berteriak. Ini mustahil.. ini nggak mungkin… atau bla.. bla.. bla.. Banyak orang berhenti ketika sebenarnya tujuan ada dan tampak di depan mata. Di sinilah kita belajar untuk mengetahui karakter sejati seorang manusia. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Push them to the limit!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Dan mendaki gunung adalah salah satunya. Kegiatan-kegiatan yang dapat mengajak orang untuk mengeluarkan daya kreasi maksimalnya inilah yang dapat kita gunakan untuk mengetahui karakter sejati itu. Karakter itu muncul ketika capek dan/atau suntuk sudah terasa. Ada yang mengeluh. Ada yang bersabar ria. Ada yang egois. Dan sebagainya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;a href="http://yainal.web.id/lessons-learned/mendaki-gunung/"&gt;http://yainal.web.id/lessons-learned/mendaki-gunung/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #999999; color: #111111; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 23 Juni 2010)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-1394729758245973425?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://yainal.web.id/lessons-learned/mendaki-gunung/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/1394729758245973425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/06/arti-sebuah-kebersamaan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1394729758245973425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/1394729758245973425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/06/arti-sebuah-kebersamaan.html' title='Arti Sebuah Kebersamaan'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TCG8ezvz9pI/AAAAAAAAAhQ/F66-masqG7w/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-5926136746526972614</id><published>2010-06-14T13:27:00.040+07:00</published><updated>2011-03-03T14:43:19.281+07:00</updated><title type='text'>Tips Tricks Perlengkapan Naik Gunung dan  Packing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmLawAlEJI/AAAAAAAAAfc/Js0AX-SP4DQ/s1600/Terus+Bergerak+Hadapi+Rintangan%21%21%21.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmLawAlEJI/AAAAAAAAAfc/Js0AX-SP4DQ/s320/Terus+Bergerak+Hadapi+Rintangan%21%21%21.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483567312980480146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmK_bVoPWI/AAAAAAAAAfM/VHMUCcpXCFI/s1600/18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmK_bVoPWI/AAAAAAAAAfM/VHMUCcpXCFI/s320/18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483566843575156066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Persiapan untuk menghadapi perjalanan petualangan kemanapun dan dimanapun, baik itu naik gunung, hiking, camping dan sebagainya. Penting sekali mempersiapkan diri membawa peralatan yang dibutuhkan. Lebih baik kita bawa, daripada berharap bisa kita temukan di perjalanan dengan cara membeli, namun kemudian ternyata tidak ada, jadi lebih repot lagi kan. Lebih baik repot dan berat, tapi bawaan kita lengkap dan tidak akan mengganggu perjalanan dengan urusan tetek bengek peralatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk perjalanan pendakian gunung dengan ketinggian 3000an Mdpl, lamanya sekitar 3 hari 2 malam dengan menggunakan ransel 75 liter. Adapun yang perlu dibawa kira-kira :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Perlengkapan pribadi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Pakaian cadangan (2 potong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pakaian cadangan ini biasanya digunakan kalau pakaian yg kita kenakan basah dan kotor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Celana pendek (1 potong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Celana pendek biasa digunakan ketika jalan atau tidur atau ketika bersantai (tergantung kebiasaan). Kalau naik gunung dengan kondisi hutan rapat dengan semak belukar, lebih baik pakai celana lapangan panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Celana panjang (1 potong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk cadangan bila celana utama kita basah, kotor atau robek karena satu hal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Celana dalam (3 potong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Nah ini sudah jelas, jumlah terserah saja, mau bawa satu juga boleh, biar side A, B, C, D dst silahkaaan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. Kaos kaki (2 potong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kaos kaki ini juga untuk cadangan bila kaos kaki yg satu sudah bau, kotor atau basah, tidak ada salahnya juga bawa kaos kaki tebal khusus untuk tidur agar kaki lebih hangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. Sweater&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sweater sangat berguna untuk menahan hawa dingin di pegunungan agar, suhu badan tetap hangat. Kenakan sweater ini disaat aktifitas sehari-hari dan ketika tidur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. Raincoat / jas hujan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;8. Handuk kecil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9. Topi/Bandana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;10. Kaca Mata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Suhu yang terik dan menyilaukan bisa membuat mata lelah atau iritasi dan membuat mata merah, kaca mata yg mempunyai kemampuan menangkal sinar UV hingga 100% sangat dianjurkan untuk melindungi mata agar tetep fresh dan adem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;11. Kupluk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di udara dingin terutama ketika tidur, biasanya kuping kedinginan, penggunaan kupluk bisa membuat kepala dan kuping tetap hangat. Kupluk juga melindungi bagian kepala dari dinginnya angin malam bila beraktifitas malam hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;12. Sepatu gunung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sepatu inilah yang terbaik dikenakan bila melakukan perjalanan di gunung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;13. Sandal jepit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sandal jepit dipakai untuk aktifitas sehari-hari disekitar camp, agar tidak repot lepas pakai sepatu gunung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;14. Sarung tangan (2 potong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan bila trek atau jalur pendakian terjal dengan batu tajam dimana-mana, sarung tangan yang kita kenakan melindungi tangan dari goresan batu atau semak berduri yang kita pegang.  Satu lagi sarung tangan dari bahan kaos dipakai untuk tidur agar tangan tetap hangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;15. Perlengkapan mandi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;16. Pisau lipat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pisau lipat digunakan untuk memotong segala sesuatu yang kecil seperti tali tenda yg kepanjangan, plastik yg terikat mati dan sebagainya. Pisau lipat yang lengkap biasa ada alat lain seperti pinset, tusuk gigi, gergaji, pembuka botol, gunting, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;17. Notes + ballpoint&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Notes dan ballpoint berguna untuk mencatat, semua tempat yg dilalui, apa yg belum dan akan dibeli, nama kontak, catatan perjalanan dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;18. Gaiters&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Gaiter atau penutup dari kain dari kaki hingga betis berguna dipakai bula berjalan di trek pasir, tanah berdebu, agar pasir atau tanah tidak masuk dalam sepatu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;19. Botol minum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;20. Payung lipat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Payung ini sangat praktis untuk menahan air hujan yang tidak terlalu besar agar badan dan barang yang kita bawa tidak basah, sementara kita tidasempat membungkus dengan plastik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Perlengkapan tidur :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Tenda&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pastikan tenda yang dibawa dalam kondisi baik, tahan terhadap hujan dan semua peralatan tenda masih lengkap seperti pasak, tali dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Sleeping bag&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah  tenaga terkuras habis akibat berjalan seharian, saat yang ditunggu-tunggu adalah istirahat tidur untuk memulihkan tenaga guna melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Di gunung biasanya cuaca dingin apalagi dimalam hari dan berangin, Maka sleeping bag yang bagus dan mampu melawan suhu dingin wajib hukumnya dibawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Matras&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Matras berguna agar badan kita tidak bersentuhan lengsung dengan alas tenda dan tanah yang dingin, jadi kehangatan badan dan sleeping bag kita tetap terjaga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Bantal Tiup&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bantal tiup ini sebagai pengganti bantal di rumah, agar kita bisa tidur dengan nyenyak dengan beralaskan bantal bak tempat tidur kita di rumah. Bila tidak punya bantal tiup bisa juga menggunakan segala yang empuk seperti pakaian cadangan atau pantat teman kita ….:))&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Perlengkapan masak :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Kompor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Botol bahan bakar (spirtus, gas, minyak tanah, bensin, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Korek api&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Korek api bisa berupa korek gas, bawa beberapa dan simpan di tempat yg mudah mudah diingat, kalau mau bawa korek biasa taruh di tempat film agar kedap air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Piring, gelas, sendok, garpu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. Pisau dapur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. Alat masak, penggorengan , panic dsb.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bahan makanan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Beras&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Minyak goreng (botol plastik, agar ringan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Mie instan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Bumbu (kecap, sambal saos, garam)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. Mentega&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. Telur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Taruh di tempat telur yg sudah banyak dijual di pasaran, agar tidak mudah pecah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. Sayuran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Perkirakan jumlahnya yg akan dibawa, karena sayuran tidak tahan lama dan mudah busuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;8. Makanan kaleng (sarden, korned, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jangan terlalu banyak bawa makanan kaleng karena akan memberatkan ransel kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9. Ikan kering (ikan asin, cumi, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Makanan kecil :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Kacang2an&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Jelly&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Keripik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Coklat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. Permen&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. Rengginang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. Roti&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;8. Biskuit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Obat2an pribadi (P3K) :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Antiseptik (obat merah, betadin, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk luka luar, jangan remehkan kena gores, lecet, sobel, teriris, cepat oleskan antiseptic sebelum luka lebih parah karena infeksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Tetes mata (rohto, visine, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Flu, demam (decolgen, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Sakit kepala (panadol, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. Perban (kasa steril)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. Plester (hendyplas, hans&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;aplas, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. Alkohol (70-90 %)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk mencuci dan membersihkan luka agar steril, untuk kemudian diolesi antiseptic.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;8. Obat Diare (new diatab, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9. Oralit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk menetralisir racun bila kita keracunan atau sakit perut karena salah makan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;10. Obat Batuk (OBH, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;11. Penkiller&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk mengurangi rasa sakit misalnya sakit gigi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;12. Keseleo (counterpen, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;13. Antibiotik (amoksilin, dll)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;14. Termometer badan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;15. Tabir Surya (Sun Block)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Panas terik matahari di pegunungan mampu membakar kulit, untuk melindungi permukaan kulit kita ada baiknya, setiap mulai melakukan perjalanan, seluruh permukaan kulit yang terbuka di olesi sun block.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;16. After Sunburn&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bila ada beberapa bagian kulit badan kita memerah akibat  terbakar matahari cepat oleskan ini, untuk mengurangi kerusakan lebih parah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;17. Aspirin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk mengurangi rasa nyeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Peralatan Komunikasi dan Navigasi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Jam tangan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tahu dong gunanya untuk apa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. GPS&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di era sekarang GPS sudah banyak di pasaran, peralatan ini sangat membantu setiap aktifitas di luar ruang. Alat ini mampu mengetahui secara akurat (yah kira-kira)  ketinggian, koordinat ketelatakan kita, jarak, kecepatan dan memetakan perjalanan kita, sehingga kita mudah kembali ke trek semula bila tersesat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Peta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selain GPS lebih bagus lagi bila kita bawa peta topograpi, terutama di medan gunung yang sama sekali belum pernah kita daki, sehingga kita tahu posisi kita dan posisis tujuan kita dan mengetahui keadaan medan disekitar kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. Kompas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kompas sebenarnya ada di GPS namun bila ingin praktis bisa saja bawa alatm kompas tersendiri, agar kita cepat tahu arah matahari terbit, kiblat dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. Mobile Phone&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. Satelite Phone&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cara packing :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk membawa sedemikian banyak barang dan bisa masuk dalam ransel perlu memperhatikan beberapa hal. Tenda dan peralatan tidur seperti sleeping bag kita simpan di bagian bawah ransel, krn tidak segera kita gunakan. Lalu menyusul pakaian cadangan (siapkan satu potong kaos dan sweater untuk disimpan di bagian atas ransel). Ini berguna ketika kita beristirahat atau masak makanan, agar tidak kedinginan pakaian basah yg dikenakan selama perjalanan kita ganti dengan pakaian kering dan kemudian kenakan sweater agar lebih hangat. Menyusul kemudian taroh bahan makanan dibagian. Catatan kita sudah memilah dan memisahkan bahan makanan yg hendak kita masak di tengah jalan. Lalu kita masukan alat masak, makanan kecil dan kotak obat2 di bagian atas. Kalau ransel kita ada kantong di bagian luar, bagus kita masukan tisu kering/basah (ini berguna bila kita sewaktu-waktu hendak buang air besar), kantong lain bisa kita isi makanan kecil dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum packing memasukan barang bawaan kedalam ransel, pastikan barang yang mudah basah dan tidak boleh basah sudah di bungkus plastik agar, tidak basah kena hujan.Yang wajib dibungkus rapat pelastik adalah sleeping bag, pakaian cadangan dan semua bahan makanan yang mudah rusak bila kena air. Juga semua peralatan elektronik yang kita bawa, seperti Handphone, pemutar music dsb. Setelah dipastikan semua tersusun rapi dan masuk semua dalam ransel, tidak ada yang tertinggal dan tidak ada yang digantung-gantung di luar ransel, kemudian ransel kita bungkus dengan cover plastik (rain cover) agar ransel lebih tahan dari siraman air hujan dan goresan kayu dan batuan tajam yang akan merusakan ransel kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Memilih Alas Kaki untuk berpetualang :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Kaki merupakan salah satu bagian penting bagi  yang suka jalan-jalan atau berpetualang. Kaki yang sakit,  baik itu diakibatkan karena luka luar, terkilir atau patah,  dipastikan akan membuat tidak nyaman perjalanan atau petualangan kita. Bila bagian tubuh yang lain sakit, sedangkan kaki masih sehat, kita masih bisa berjalan mencapai tujuan yang diinginkan. Namun bila badan sehat, tapi kaki patah, maka bisa membuyarkan semua rencana perjalanan dan akan merepotkan teman seiring, karena mereka harus menandu anda. Jadi kaki merupakan salah satu modal utama dan penting bagi yang suka jalan-jalan dan bertualang di alam bebas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Membuat kaki sehat dan kuat  tentunya dengan membiasakan kaki tersebut bekerja keras, sering digunakan jalan ketimbang duduk atau tidur. Kalau tidak sempat berolahraga, lakukan saja yang bisa kita lakukan di keseharian kita, dengan jalan kaki. Misalnya turun dari taksi atau angkot ke kantor atau rumah yang tidak terlalu jauh lagi tidak disambung dengan ojek atau bajaj atau becak, tapi dengan berjalan kaki. Bila kita ke pasar, toko atau warung makan yang tidak terlalu jauh, yang biasanya naik bajaj, angkot atau ojek, kali ini cobalah dengan berjalan kaki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Bila kantor kita di lantai 3 atau 4, coba gunakan tangga darurat untuk naik dan turun. Kalau naik berat dan cape, ya pake lift,  tapi  waktu turunnya kita pake tangga darurat. Tips ini jangan dilakukan kalau kantor kita di lantai 40.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Berbelanja juga merupakan kegiatan melatih kaki yang baik. Semakin sering kita jalan, maka otot kaki akan terlatih, kuat dan fleksibel.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Bila kaki sudah cukup kuat dan terlatih. Kita juga harus tahu alas kaki yang baik dan cocok dikenakan selama bertualang. Alas kaki yang sekenanya. Asal.  Dan tidak sesuai dengan medan akan mengakibatkan otot kaki cepat lelah, yang parah lagi bisa mengakibatkan cedera.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Yang harus diperhatikan pertama kali adalah tujuan perjalanan kita. Bila kita akan naik gunung maka yang harus kita bawa adalah sepatu gunung. Sepatu gunung didisain memiliki telapak yang baik untuk menapak di tanah, biasanya berupa pul atau gerigi agar ijakan kuat membuat sepatu menancap di tanah. Sepatu gunung yang baik juga akan melindungi kaki dari benturan dengan batu, ranting kayu dan onak duri. Makanya sepatu gunung yang baik adalah yang tinggi, hingga menutupi mata kaki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Kalau sepatu gunung semata kaki terasa berat, bisa juga pakai sepatu gunung yang pendek. Pakailah sepatu gunung 1 atau 2 ukuran lebih besar dari biasanya, misalnya kita biasa pakai sepatu kets nomor 40, maka ukuran sepatu gunung kita harus 41 atau 42. Sepatu yang ketat tidak baik untuk kaki. Sepatu gunung yang longgar, dimaksudkan  agar kita bisa menggunakan kaos kaki tebal, yang berguna melindungi kaki dari benturan (lebih empuk) dan menghangatkan kaki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Sepatu gunung yang harganya mahal harus kita rawat dengan baik. Saran saya bila tidak sangat kotor atau pernah terbenam dalam lumpur, sepatu gunung jangan terlalu sering di cuci, apalagi dengan merendamnya. Kalau hanya kotor sedikit, lebih baik disikat dengan air saja. Hindari sabun atau detergen yang keras. Seringnya sepatu dicuci dan di rendam bisa mengakibatkan lem dan jahitan berkurang kekuatannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Kalau sudah dicuci, jangan di jemur di matahari terik secara langsung. Beberapa bagian dari sepatu tidak tahan panas, bisa mengakibatkan bahan mengeras dan mudah sobek. Jemur sepatu di tempat tidak terlalu panas (hangat atau sejuk) dan bagus lagi kalau berangin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Diperjalanan, kalau sepatu kita basah kuyup, jangan sekali-kali memanggangnya di api unggun. Bukannya kering,  yang kita dapat bisa jadi sepatu gosong !!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Kalau tidak ingin cedera ketika mendaki gunung jangan sekali-kali menggunakan sepatu kets atau sepatu olahraga biasa, karena sepatu ini tidak dirancang untuk aktifitas berat dan mempunyai konstruksi yang tidak cocok. Selain tidak akan kuat dan cepat rusak karena sobek, lemnya mengelupas atau jahitanya lepas. Alas sepatunya nya biasanya rata, ini berbahaya, karena akan membuat membuat licin bila berjalan di tanah gunung.&lt;br /&gt;Jangan juga mengikuti orang yang pake sandal gunung, apalagi sandal jepit untuk naik gunung. Kelihatannya ringkas dan ringan. Tapi ini sangat sangat berbahaya lagi. Kalau tidak percaya silahkan coba. Tapi tidak ditanggung akibatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Sandal gunung atau sandal jepit selain membuat kaki terbuka, tidak terlindung dari batu tajam, onak duri dan patahan kayu yang bisa sewaktu-waktu menusuk kaki. Belum lagi kedua sandal ini rata di bagian alas, licin, bisa mengakibatkan orang yang memakainya tergelincir, bersyukur kalau hanya keseleo, kalau sampai patah atau masuk jurang bagaimana…hih !&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Namanya memang sandal gunung, tapi bukan berarti  bagus digunakan jalan ke gunung. Sandal gunung  cocok bila kita gunakan bila sudah mendirikan tenda, selama aktifitas hilir mudik di camp, untuk ke tenda dapur umum atau mengunjungi tenda pacar disebelah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Lain halnya bila kita akan menyusuri sungai, melakukan perjalanan panjang di sungai dengan ketinting atau cess seperti di Kalimantan, pilihan yang tepat alas kaki yang kita gunakan adalah sandal gunung. Loh sandal gunung tapi di sungai. Yup betul sekali.  Sandal gunung selain praktis, kuat, tahan air, ringan  dan mudah dilepas pasang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Sepatu gunung atau sepatu kets tidak cocok dipakai di ketintin. Karena selain berat juga licin selama hilir mudik di perahu, apalagi bila kita harus turun dari perahu dan jalan di tepi sungai yang licin dan berair. Namun bila turun dari perahu dan melanjutkan perjalanan darat masuk keluar hutan kita wajib  pake kembali sepatu outdoor. Sandal gunung juga cocok di gunakan bila kita akan jalan-jalan menyusuri keindahan pantai atau ketika berarung jeram.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Lain halnya bila kita hendak caving atau menyusuri goa, alas kaki yang cocok digunakan adalah sepatu boat. Sepatu ini selain hangat, juga melindungi kaki dari benturan dengan bebatuan goa dan  goresan dinding goa yang tajam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;Jadi yang pas untuk alas kaki, aman dan nyaman selama kita jalan-jalan di alam bebas atau bertualang adalah membawa sepatu khusus untuk aktifitas di  outdoor  dan sandal gunung. Itu sudah cukup. Simpan alas kaki lainnya di rumah..Selamat berpetualang, jangan salah pilih alas kaki...&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selamat mengemas peralatan, selamat berpetualang...jangan lupa berdoa kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Pasukan Langit, 14 Juni 2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-5926136746526972614?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/5926136746526972614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/06/perlengkapan-naik-gunung-dan-packing_5189.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/5926136746526972614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/5926136746526972614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/06/perlengkapan-naik-gunung-dan-packing_5189.html' title='Tips Tricks Perlengkapan Naik Gunung dan  Packing'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmLawAlEJI/AAAAAAAAAfc/Js0AX-SP4DQ/s72-c/Terus+Bergerak+Hadapi+Rintangan%21%21%21.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-4902534499906556917</id><published>2010-04-23T09:26:00.027+07:00</published><updated>2011-10-05T15:03:31.800+07:00</updated><title type='text'>KILAS BALIK ISTANBUL 2005 : LIVERPOOL FC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGbPZSqrI/AAAAAAAAAb0/s_-SaKxQM8k/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGbPZSqrI/AAAAAAAAAb0/s_-SaKxQM8k/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463154888035969714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGMx4WgtI/AAAAAAAAAbs/FbjwoyN6sNQ/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGMx4WgtI/AAAAAAAAAbs/FbjwoyN6sNQ/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463154639595012818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGMa1DFwI/AAAAAAAAAbk/4mPojdzWe1k/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGMa1DFwI/AAAAAAAAAbk/4mPojdzWe1k/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463154633407141634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGL63861I/AAAAAAAAAbc/eM6bYxX0-aI/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGL63861I/AAAAAAAAAbc/eM6bYxX0-aI/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463154624829385554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGLqW3YEI/AAAAAAAAAbU/UP5BADZBvNE/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGLqW3YEI/AAAAAAAAAbU/UP5BADZBvNE/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463154620395642946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGK9SuqSI/AAAAAAAAAbM/c9YRtMzDZQo/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGK9SuqSI/AAAAAAAAAbM/c9YRtMzDZQo/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463154608298699042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:Arial, sans-serif;font-size:medium;"  &gt;&lt;h2  style="text-align: justify; margin: 0px 0px 12px;font-size:16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Final Liga Champions 2004/2005 antara AC Milan dan Liverpool FC menyajikan mukjizat Istanbul yang tak terlupakan sepanjang zaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(51, 51, 50); font-size:medium;" &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-size:13px;" &gt;&lt;strong&gt;Final Liga Champions 2005&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-size:13px;" &gt;&lt;strong&gt;25 Mei 2005&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-size:13px;" &gt;&lt;strong&gt;Stadion Olimpiade Kemal Ataturk, Istanbul&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-size:13px;" &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Wasit: Manuel Mejuto Gonzalez&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Penonton: 70.024 orang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="AC Milan" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;AC Milan&lt;/mashlogic&gt; 3-3 &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool FC&lt;/mashlogic&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(2-3 adu penalti)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;(Paolo Maldini 1', &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Hernan Crespo" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Hernan Crespo&lt;/mashlogic&gt; 38', 42';&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Steven Gerrard 54', Vladimir Smicer 56', &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Xabi Alonso" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Xabi Alonso &lt;/mashlogic&gt;60')&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Milan :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(51, 51, 50); font-size:medium;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-size:13px;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;1- Dida&lt;br /&gt;2- Cafu&lt;br /&gt;3- Paolo Maldini&lt;br /&gt;31- Jaap Stam&lt;br /&gt;13- Alessandro Nesta&lt;br /&gt;21- Andrea Pirlo&lt;br /&gt;8- Gennaro Gattuso / 10- Rui Costa (112')&lt;br /&gt;20- Clarence Seedorf / 27- Serginho (86')&lt;br /&gt;22- Kaka&lt;br /&gt;7- Andriy Shevchenko&lt;br /&gt;11- Hernan Crespo / 15- Jon Dahl Tomasson (85')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool :&lt;/mashlogic&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1- Dudek&lt;br /&gt;3- Steve Finnan / 16- Dietmar Hamann (46')&lt;br /&gt;21- Djimi Traore&lt;br /&gt;23- Jamie Carragher&lt;br /&gt;4- Sami Hyypia&lt;br /&gt;14- &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Xabi Alonso" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Xabi Alonso&lt;/mashlogic&gt;&lt;br /&gt;10- Luis Garcia&lt;br /&gt;6- John Arne Riise&lt;br /&gt;8- Steven Gerrard&lt;br /&gt;7- Harry Kewell / 11- Vladimir Smicer (23')&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; display: inline !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(51, 51, 50); font-size:medium;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  ;font-size:13px;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; display: inline !important; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: center; display: inline !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;5- Milan Baros / 9- Djibril Cisse (85')&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(51, 51, 50); font-size:medium;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; display: inline !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(51, 51, 50); font-size:medium;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; display: inline !important; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: center; display: inline !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;Dinding Stadion Kemal Ataturk seperti setipis kertas. Dari kamar ganti Liverpool, sorak sorai pemain AC Milan di ruangan yang berbeda begitu jelas terdengar. Semua pemain Liverpool tertunduk lesu. Tak ada yang berani menegakkan kepala. Pada malam final Liga Champions 2004/05 itu, AC Milan memberikan pukulan telak kepada Liverpool. AC Milan mampu unggul 3-0 saat jeda. Bek veteran Paolo Maldini membuka keunggulan pada menit pertama pertandingan. Sebelum turun minum, Hernan Crespo menambahnya dengan dua gol. Awal yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau disetir kemurungan, &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Rafael Benitez" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Rafael Benitez&lt;/mashlogic&gt; menghimpun nafas dan berdiri di tengah para pemainnya. Sang manajer sadar, dia hanya punya waktu 15 menit untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Ketika berjalan dari bangku cadangan menuju ruang ganti, benak Benitez dipusingkan mencari-cari kalimat dalam bahasa Inggris yang tepat untuk "menghidupkan" para pemainnya. Kalimat yang kemudian meluncur dari mulutnya sederhana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan tundukkan kepala kalian. Kita &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool&lt;/mashlogic&gt;. Kalian bermain untuk Liverpool. Jangan lupakan itu. Kalian harus tetap menegakkan kepala kalian untuk suporter. Kalian harus melakukkannya untuk mereka", serunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian tak pantas menyebut kalian pemain Liverpool kalau kepala kalian tertunduk. Kalau kita menciptakan beberapa peluang, kita berpeluang bangkit dalam pertandingan ini. Percayalah kalian mampu melakukannya. Berikan kesempatan buat kalian sendiri untuk keluar sebagai pahlawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tim keluar kamar ganti, Rafa menyusun skema formasi baru di papan tulis. Untuk menghambat Kaka, Rafa meminta Dietmar Hamann bersiap tampil menggantikan Djimi Traore. Namun, ketika diberitahu Steve Finnan mengalami cedera, Benitez memanggil kembali Traore yang sudah mencopot sepatu dan berjalan ke kamar mandi. Keputusan terakhir Finnan keluar, Hamann masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafa sadar, tak ada lagi ruginya mengorbankan seorang pemain bertahan. &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool &lt;/mashlogic&gt;bermain dengan tiga pemain belakang dan kapten Steven Gerrard didorong lebih ke depan. Liverpool memang harus bangkit, sekarang atau tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah lima belas menit yang menentukan. Lima belas menit yang mengubah segalanya. Babak kedua menjadi milik &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool&lt;/mashlogic&gt;. Sembilan menit berjalan, Liverpool menyulut sumbu ledak stadion. Dalam rentang enam menit berikutnya, Liverpool ganti mengendalikan situasi. Steven Gerrard memberikan gol inspirasional lewat sundulan kepala menyongsong umpan John Arne Riise. Tak lama berselang, tendangan keras jarak jauh Vladimir Smicer tak dapat ditahan Dida. Belum lagi Milan menata diri, pada menit ke-60, Gerrard dijatuhkan di kotak penalti oleh Gennaro Gattuso. Penalti! Awalnya, eksekusi &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Xabi Alonso" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Xabi Alonso&lt;/mashlogic&gt; sempat ditahan Dida, tapi bola muntah langsung disambar Alonso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita belum selesai. Kedudukan 3-3 bertahan hingga 90 menit. Pertandingan diperpanjang hingga 30 menit, tapi tetap tak bisa menentukan pemenang. Juara Liga Champions musim itu pun harus diselesaikan melalui babak adu penalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum "babak perjudian" itu dimulai, Jamie Carragher datang menghampiri kiper Jerzy Dudek. Carra menyarankan Dudek agar melakukan "sesuatu" untuk mengacaukan konsentrasi pemain Milan. Dudek langsung teringat rekaman video yang pernah disaksikannya. Kaki spaghetti! Saat adu penalti final Piala Champions 1984 melawan AS &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Roma" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Roma&lt;/mashlogic&gt;, pendahulu Dudek, Bruce Grobbelaar, memelintir-melintir kakinya. Entah memang berpengaruh atau tidak, Grobbelaar berhasil membawa &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool&lt;/mashlogic&gt; menang dan merebut Piala Champions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik yang sama dipakai Dudek ketika Andriy Shevchenko bertugas sebagai eksekutor terakhir Milan. Terbukti, trik kuno itu berhasil. Eksekusi Sheva mengarah ke tengah gawang dan dengan sebelah tangan, Dudek menahannya. &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Liverpool" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Liverpool&lt;/mashlogic&gt; pun merajai Eropa! Jerih payah fans Liverpool yang terus menggemuruhkan dukungan untuk klub kesayangan mereka terbayar sudah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat di Istanbul ini kemudian diabadikan dalam film Fifteen Minutes That Shook The World. Betapa tidak, final Liga Champions musim itu sangat dramatis dan membuktikan segalanya mungkin terjadi di lapangan sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascafinal Istanbul, hidup tak lagi sama. Tapi, hidup juga berjalan terus. Satu per satu figur pemain heroik, seperti Harry Kewell, Milan Baros, Djibril Cisse, Luis Garcia, Dudek, dan Smicer meninggalkan Anfield dan melanjutkan karir di klub baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian tetap tinggal, terutama Gerrard. Sang kapten sempat disebut-sebut akan hijrah ke &lt;mashlogic mashbutton="goal@mashlogic.com" term="Chelsea" class="mashlogic mashlink-goal-com-headlines mashlink" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(229, 0, 0);"&gt;Chelsea&lt;/mashlogic&gt; musim panas 2005 itu. Tapi, Istanbul mengubah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin saya pindah setelah mengalami final seperti ini?" ujar Steven Gerrard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"You'll Never Walk Alone...Arak-arakan bus dengan atap terbuka dan kerumunan satu juta orang, 300 ribu di antaranya memadati St George's Hall, suatu hari di Mei 2005, pasti takkan pernah dilupakan Liverpudlian sepanjang masa".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;(Pasukan Langit, 23 April 2010)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-4902534499906556917?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/4902534499906556917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/04/kilas-balik-mukjizat-istanbul-2005.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4902534499906556917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4902534499906556917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/04/kilas-balik-mukjizat-istanbul-2005.html' title='KILAS BALIK ISTANBUL 2005 : LIVERPOOL FC'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S9EGbPZSqrI/AAAAAAAAAb0/s_-SaKxQM8k/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-4465324892092949216</id><published>2010-04-19T13:59:00.008+07:00</published><updated>2011-11-01T08:48:26.598+07:00</updated><title type='text'>Gunung Lawu (3265 Mdpl) Via Cemoro Sewu</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7ltDGOGI/AAAAAAAAAdE/aruMEHhXx_8/s1600/Puncak+Lawu.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469828003863607394" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7ltDGOGI/AAAAAAAAAdE/aruMEHhXx_8/s320/Puncak+Lawu.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7laMgQBI/AAAAAAAAAc8/Ple1uPE2jGA/s1600/Cemoro+Sewu.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469827998802788370" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7laMgQBI/AAAAAAAAAc8/Ple1uPE2jGA/s320/Cemoro+Sewu.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7kybtKII/AAAAAAAAAc0/Bdpb8NwS64s/s1600/Turun+Menuju+Cokrosuryo.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469827988129130626" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7kybtKII/AAAAAAAAAc0/Bdpb8NwS64s/s320/Turun+Menuju+Cokrosuryo.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7kshg1VI/AAAAAAAAAcs/uQDmRJWfZn0/s1600/Menembus+Hujan+Rintik2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469827986542875986" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7kshg1VI/AAAAAAAAAcs/uQDmRJWfZn0/s320/Menembus+Hujan+Rintik2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7kdnhLqI/AAAAAAAAAck/6IWDyrhCaUw/s1600/Jurang+Pangurip2an.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469827982541532834" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7kdnhLqI/AAAAAAAAAck/6IWDyrhCaUw/s320/Jurang+Pangurip2an.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i6MdC8igI/AAAAAAAAAcE/yOGuMZHoOLA/s1600/Pos+II.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469826470559648258" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i6MdC8igI/AAAAAAAAAcE/yOGuMZHoOLA/s320/Pos+II.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i6MJg7VXI/AAAAAAAAAb8/UbeBszWIesM/s1600/Sendang+Drajat.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469826465316689266" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i6MJg7VXI/AAAAAAAAAb8/UbeBszWIesM/s320/Sendang+Drajat.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S8v_qUf4URI/AAAAAAAAAa0/X5ninFgnvqQ/s1600/peta-gunung-lawu..jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461740075638870290" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S8v_qUf4URI/AAAAAAAAAa0/X5ninFgnvqQ/s320/peta-gunung-lawu..jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 282px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Akhir pekan kemarin kami bertiga (Guritno “Blotonk”, Junedz “Uneeet” dan Bang Mardiz “Becak”) melakukan pendakian ke Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu (3265 Mdpl) melewati jalur pendakian Cemoro Sewu dan turun melalui jalur pendakian Cemoro Kandang. Karena lagi males membuat catatan perjalanan, maka kami buat list waktu tempuh perjalanan disetiap pos yang kami lalui sesuai dengan ketahanan fisik kami dan semoga bermanfaat bagi yang membaca tulisan kami dan mungkin ada yang sedang berminat akan melakukan pendakian ke Gunung lawu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Rute Perjalanan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="background-color: #999999; color: black; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Solo-Tawangmangu : naek bus dengan waktu      tempuh 1 jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Tawangmangu-Cemoro Sewu : naek minibus dengan      waktu tempuh 45 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Rute Pendakian Via Cemoro Sewu :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="background-color: #999999; color: black; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Cemoro Sewu-Pos I (Wesen-Wesen) 2100 mdpl : 1      jam pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos I-Pos II ((Watu Gedek) 2300 mdpl : 1 jam      30 menit pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos II-Pos III (Watu Gede) 2500 mdpl : 1 jam      30 menit pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt; Pos      III-Pos IV (Watu Kapur) 2800 mdpl : 1 jam 30 menit pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos IV-Pos V (Jalatunda) 3000 mdpl : 1 jam      pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos V-Sendang Drajat 3100 mdpl : 45 menit      pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Sendang Drajat-Puncak Hargo Dumilah 3265 mdpl      : 45 menit pendakian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Total perjalanan pendakian kami ke Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu (3265 Mdpl) via Cemoro Sewu adalah 6 jam 55 menit ditambah kami melakukan istirahat 15 menit di masing2 setiap pos, maka total perjalanan pendakian kami adalah &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;8 jam perjalanan pendakian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Rute Turun Dari Puncak Hargo Dumilah Via Cemoro Kandang :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="background-color: #999999; color: black; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Puncak Hargo Dumilah-Pos V 3150 mdpl : 30      menit perjalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos V-Pos IV (Cokrosuryo) 3025 mdpl : 45 menit      perjalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos IV-Pos III (Penggik) 2760 mdpl : 1 jam 30      menit perjalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos III-Pos II (Taman Sari Atas) 2470 mdpl : 1      jam 30 menit perjalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos II-Pos I (Taman Sari Bawah) 2300 mdpl : 45      menit perjalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Pos I-Cemoro Kandang 1830 mdpl : 1 jam      perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Total perjalanan kami turun dari Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu (3265 Mdpl) Via Cemoro Kandang adalah 4 jam 30 menit ditambah kami melakukan istirahat 15 menit di masing2 setiap pos, maka total perjalanan kami turun adalah &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;6 jam perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;“&lt;i&gt;Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada Bapak2 dan Ibu2 di Pos Taman Sari Bawah dari Ungaran yang pada waktu itu telah memberikan buah manggis dan buah apelnya serta minuman penyegar tenggorokan sehingga kami memiliki semangat baru lagi dalam menyelesaikan perjalanan yang tinggal setitik lagi selesai&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: right;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 19 April 2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-4465324892092949216?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/4465324892092949216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/04/pendakian-hargo-dumilah-gunung-lawu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4465324892092949216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/4465324892092949216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/04/pendakian-hargo-dumilah-gunung-lawu.html' title='Gunung Lawu (3265 Mdpl) Via Cemoro Sewu'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S-i7ltDGOGI/AAAAAAAAAdE/aruMEHhXx_8/s72-c/Puncak+Lawu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-8279163435758068782</id><published>2010-04-08T10:48:00.029+07:00</published><updated>2011-11-01T08:44:48.391+07:00</updated><title type='text'>Eksotisme Pulau Sempu, Kab. Malang, Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmI2nQisRI/AAAAAAAAAfE/nBc7MSr8n-o/s1600/DSCN1327.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483564493132968210" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmI2nQisRI/AAAAAAAAAfE/nBc7MSr8n-o/s320/DSCN1327.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmI2KXk-MI/AAAAAAAAAe8/vZtC0nHekLU/s1600/SP_A0165.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483564485377849538" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmI2KXk-MI/AAAAAAAAAe8/vZtC0nHekLU/s320/SP_A0165.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmD-x9xzgI/AAAAAAAAAe0/Z8q95jO6FVc/s1600/19.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483559135887871490" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmD-x9xzgI/AAAAAAAAAe0/Z8q95jO6FVc/s320/19.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmD-bVU6VI/AAAAAAAAAes/Tl7yFswRwkA/s1600/20.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483559129812625746" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmD-bVU6VI/AAAAAAAAAes/Tl7yFswRwkA/s320/20.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmC1gIn4KI/AAAAAAAAAek/Znhqdj_R1-o/s1600/33.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483557876971069602" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmC1gIn4KI/AAAAAAAAAek/Znhqdj_R1-o/s320/33.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmC1OwjbNI/AAAAAAAAAec/ZNZgPJZqiF4/s1600/32.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483557872306711762" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmC1OwjbNI/AAAAAAAAAec/ZNZgPJZqiF4/s320/32.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S71kC5cFtxI/AAAAAAAAAak/Q7qbbNmU1_U/s1600/DSCN1306.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457628324384061202" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S71kC5cFtxI/AAAAAAAAAak/Q7qbbNmU1_U/s320/DSCN1306.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S71gKptMuuI/AAAAAAAAAac/xf5ORtb-ACg/s1600/DSCN1304.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457624059553299170" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S71gKptMuuI/AAAAAAAAAac/xf5ORtb-ACg/s320/DSCN1304.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S71fL4brr8I/AAAAAAAAAaM/UnGBcXUPTfE/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457622981174603714" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S71fL4brr8I/AAAAAAAAAaM/UnGBcXUPTfE/s320/10.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pulau Sempu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, jawa Timur.Saat ini Sempu merupakan kawasan Cagar Alam yang dilindungi oleh Pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata ir payau. Secara geografis, Pulau Sempu terletak diantara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;12° 40&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;′&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; 45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;″&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; - 112° 42&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;′&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; 45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;″&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; bujur  timur dan 8° 27&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;′&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; 24&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;″&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; - 8° 24&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;′ 54" lintang selatan. Pulau ini memiliki luas 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi Selatan, Timur dan Barat. Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan serta mendapat perizinan untuk masuk ke Pulau Sempu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;Pulau Sempu memiliki empat ekosistem yakni ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem danau dan hutan tropis dataran rendah. Sesuai penelitian beberapa ahli, iklim kawasan pulau Sempu termasuk tipe C dengan curah hujan rata-rata 2.132 mm per tahun. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober dan April sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli sampai September. Di pulau Sempu terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144 lebih jenis burung spesies baru dan mamalia dan hewan langka lainnya. Malah, di Pulau Sempu masih ada macan Tutul serta 20 spesies Macan Kumbang. Penjaga pulau dari BKSDA menyebut, binatang buas itu sering tampak di sekitar Telaga Lele dan Teluk Semut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;Menyeberang ke Pulau Sempu hanya menghabiskan waktu kurang dari 30 menit. Jika dari pusat Kota Malang maka arahkan kendaraan menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dalam waktu dua jam kita akan tiba di perairan Sendang Biru. Setelah mengurus perizinan kita bisa lansgung cari saja nelayan setempat yang menyewakan perahu dengan harga sama rata Rp.100.000,00 PP. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Segara Anakan selama 1 jam 30 menit, menyusuri hutan tropis dataran rendah. Kita harus melewati medan cukup sulit hingga bersudut kemiringan 60 derajat. Yang paling menantang tentu saja saat melewati jembatan dari pohon rubuh yang terbentang di atas sungai alam. Satu jam 30 menit kemudian aroma pantai sudah menyergap ketika perairan Segara Anakan sudah terlihat begitu hutan tropis berakhir. Selama sekitar 15 menit menyusuri sisi Danau Segara Anakan yang berair payau kita akan menjumpai satu pantai kecil yang berpasir putih. Tak ada satupun hunian ditempat itu sehingga jika ingin menginap harus membawa tenda dan peralatan petualangan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;Air Danau Segara Anakan sebenarnya berasal dari air Laut Samudera Hindia. Air itu masuk melalui lubang bulat besar di tebing bagian tenggara. Sehingga saat ombak masuk, air akan terlihat begitu indah. Dari Pantai Segara Anakan masih terdengar debur Samudera Hindia menghantam tebing curam di sisi selatan Pulau Sempu. Jika naik ke atas tebing di sisi Segara Anakan bakal terlihat hamparan Samudera Hindia yang amat luas. Pengunjung yang beruntung bisa saja melihat lumba-lumba ataupun penyu yang tengah berenang. Namun jika tak beruntung barangkali akan menemukan jejak kucing hutan. Jejak binatang penyembunyi itu ditemukan di pantai tak bernama dibalik punggungan bukit Segara Anakan. Ketika berkunjung ke Segara Anakan maka sudah selayaknya menyusuri pantai dan bukit menuju Pantai Pasir Panjang. Pantai ini memiliki eksotisme yang bagus di pagi hari dengan deburan ombak dan semilir angin yang menyejukkan. Diantara kami bahkan melihat secara tidak sengaja anak Macan Kumbang berwarna hitam yang sangat lucu ketika perjalanan menuju  Pantai Pasir Panjang. Hari pertama kami ngecamp di Segara Anakan dan hari kedua kami ngecamp di Pantai Pasir Panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 11.25pt; text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;(Pasukan Langit, 8 April 2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-8279163435758068782?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/8279163435758068782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/04/eksotisme-pulau-sempu-kab-malang-jawa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8279163435758068782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8279163435758068782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/04/eksotisme-pulau-sempu-kab-malang-jawa.html' title='Eksotisme Pulau Sempu, Kab. Malang, Jawa Timur'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/TBmI2nQisRI/AAAAAAAAAfE/nBc7MSr8n-o/s72-c/DSCN1327.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-8661484811884952372</id><published>2010-01-25T09:05:00.025+07:00</published><updated>2011-11-01T08:44:24.218+07:00</updated><title type='text'>Kondang Merak : Eksotisme yang Terlupakan</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KOrLclwI/AAAAAAAAAZM/ZxszQ3WolBo/s1600-h/Uneeet.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431211660345644802" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KOrLclwI/AAAAAAAAAZM/ZxszQ3WolBo/s320/Uneeet.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KOIRNZ4I/AAAAAAAAAZE/a1EFNV-IQZU/s1600-h/Foto059.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431211650974574466" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KOIRNZ4I/AAAAAAAAAZE/a1EFNV-IQZU/s320/Foto059.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KN5EOHyI/AAAAAAAAAY8/xyTMXE_DQq0/s1600-h/Foto042.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431211646893563682" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KN5EOHyI/AAAAAAAAAY8/xyTMXE_DQq0/s320/Foto042.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akhir pekan kemarin rencana Team Pasukan Langit akan melakukan pendakian ke Gunung Wilis, akan tetapi mendapat kabar dari seorang teman di Kediri bahwa Gunung Wilis masih ditutup untuk pendakian karena cuaca buruk dan sering terjadi longsor dan badai. Akhirnya petualangan kami alihkan menuju ke selatan wilayah Malang yaitu jelajah Pantai Kondang Merak. Kondang Merak masih alami dengan banyak2 rawa yang kita jumpai apabila kita akan melakukan jelajah alam menyusuri bukit yang memanjang di sepanjang pinggiran pantai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari Kota Malang memerlukan waktu 3 jam untuk sampai Kondang Merak. Tepat pukul 2 siang kami sampai di Kondang Merak. Tapi sayang, Kondang Merak menjadi eksotisme yang terlupakan. Dibandingkan dengan Balekambang, untuk menuju Kondang Merak kita harus melewati jalan yang keras banyak bebatuan yang sangat membahayakan bagi kendaraan bermotor apalagi pada waktu musim penghujan. Akan tetapi sebanding dengan perjuangan kami melewati tantangan ini akhirnya kita akan disuguhi eksotisme alam yang alami, tenang dan sunyi. Hanya suara deburan ombak memecah karang dan hembusan angin laut yang sangat ramah menyapa lembut menawarkan ketenangan hati dan keindahan alam ciri khas pesona pesisir pantai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tepat menjelang senja hari surga alam benar2 menakjubkan. Cahaya kuning kemerahan di ufuk barat tersenyum manis mengucapkan selamat datang pertanda malam mulai berlayar di antara pesona Kondang Merak. Tampak perahu nelayan menerjang gelombang tuk kembali menuju jalan pulang sambil berharap mendapat rezeki atas segala hasil jerih payah melaut. Sementara anak istri menunggu dengan senyuman di pinggir pantai sambil berharap laut kan selalu memberikan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Kami pun tak mau ketinggalan untuk ikut merasakan kenikmatan itu. Kami membeli lima ikan tongkol ukuran sedang seharga Rp. 11.000,00 untuk kami bakar di malam harinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Isya telah berlalu di Kondang Merak malam itu. seiring api unggun yang menghangatkan badan sambil menunggu ikan tongkol bakar kecap manis, kami berusaha memahami arti yang tersembunyi akan arti pentingya hidup ini seiring deburan ombak keputih2an yang tampak menerjang karang diantara gelapnya malam itu. Kerlap kerlip lampu nelayan nun jauh di tengah laut dipermainkan gelombang menunjukkan dengan bermodal semangat dan doa mereka para nelayan kecil mencoba mengais setitik rezeki di tengah samudra yang mungkin mereka tidak tahu mungkinkan laut akan selalu memberikan senyumanya untuk saat ini dan esok hari? Yaaach hanya Allah SWT yang lebih mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Malam pun semakin larut dan teman2 udah pada tidur, hanya hembusan angin malam dan deburan ombak yang selalu setia menerjang karang yang masih terdengar serta tidak lupa ketinggalan suara2 binatang malam menambah tenangnya malam itu. Bintang2 di angkasa pun berkelipan dan bulan separo yang juga tidak mau ketinggalan untuk menunjukkan eksistensinya bahwa mereka juga memiliki peran andil dan menjadi bagian dari dunia ini. Sebuah keteraturan jagat raya yang benar2 saling berkesinambungan dalam menjalankan peran dan tugas masing2 tanpa harus berselisih paham dan bertikai. Subhanallah (Maha Suci Allah) atas segala semua penciptaan-Nya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akhirnya esok pagi pun tiba dengan cahaya kuning keemasan di ufuk timur ciri khas yang tidak asing lagi bagi kita semua di esok hari. Dingin masih terasa dan api unggun semakin tersenyum lebar karena berhasil mendapat kehormatan sekali lagi untuk menghangatkan kami. Tepat pukul 8 pagi kami mulai melanjutkan perjalanan menyusuri bukit dan rawa serta susur pantai menuju Pantai Balekambang. Kami harus mendaki dan menuruni bukit serta melewati tiga pantai kecil untuk menuju Balekambang. Menyusuri hutan dan rawa yang masih alami memberikan kesan tersendiri bagi kami. Menerobos gelapnya hutan meskipun hari udah pagi tapi karena terhalang pepohonan yang tinggi dan rawa2 membuat cahaya matahari agak terhalang dedaunan. Di tengah perjalanan hutan tampak dari sebelah kiri kami terlihat lumpur hidup yang cukup berbahaya hanya berjarak beberapa meter di depan kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kondang Merak memberikan pengalaman baru bagi kami dalam menyikapi fenomena alam yang telah terjadi. Lewat tulisan ini kami berharap semua ekosistem yang ada tetap menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga simbiosis mutualisme akan terus terjaga. Semoga selamanya akan terus terjaga dari tangan2 noda yang akan merusak simbiosis mutualisme ini sampai kapan pun. Peran pemerintah daerah setempat benar2 diperlukan dalam hal penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur demi kemajuan Kondang Merak kedepanya tanpa harus merusak alam yang indah dan eksotis ini. Bagi kami sampai saat ini Kondang Merak merupakan sebuah &lt;b&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;eksotisme yang terlupakan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 25 Januari 2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-8661484811884952372?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/8661484811884952372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/01/kondang-merak-eksotisme-yang-terlupakan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8661484811884952372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8661484811884952372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2010/01/kondang-merak-eksotisme-yang-terlupakan.html' title='Kondang Merak : Eksotisme yang Terlupakan'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/S1-KOrLclwI/AAAAAAAAAZM/ZxszQ3WolBo/s72-c/Uneeet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-5333524504409481984</id><published>2009-12-23T09:25:00.023+07:00</published><updated>2011-09-23T16:49:39.706+07:00</updated><title type='text'>Gunung Merapi (2965 Mdpl) Via Selo, Boyolali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://2.bp.blogspot.com/-2iIxpaypqFQ/ThbBOIxV_MI/AAAAAAAAAzs/2ga8nXXwAK0/s1600/Ekstrim%2BAnd%2BNo%2BEasy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2iIxpaypqFQ/ThbBOIxV_MI/AAAAAAAAAzs/2ga8nXXwAK0/s320/Ekstrim%2BAnd%2BNo%2BEasy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626897233062788290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://3.bp.blogspot.com/-Q5HiblJPYOQ/ThbBONomFUI/AAAAAAAAAz0/hG3JoVAMB_0/s1600/Setelah%2BPatok%2BII.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Q5HiblJPYOQ/ThbBONomFUI/AAAAAAAAAz0/hG3JoVAMB_0/s320/Setelah%2BPatok%2BII.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626897234368271682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGEEByBlmI/AAAAAAAAAXU/ArPpSk3gIIY/s1600-h/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2965+mdpl.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 240px; display: block; height: 320px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418257031436015202" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGEEByBlmI/AAAAAAAAAXU/ArPpSk3gIIY/s320/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2965+mdpl.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGED_ilfRI/AAAAAAAAAXM/si1k0D2rneM/s1600-h/Jalan+Menuju+Puncak.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 320px; display: block; height: 240px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418257030834388242" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGED_ilfRI/AAAAAAAAAXM/si1k0D2rneM/s320/Jalan+Menuju+Puncak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGEDZ9LZxI/AAAAAAAAAXE/4utC0w-V0FU/s1600-h/In+Memoriam.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 320px; display: block; height: 240px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418257020745377554" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGEDZ9LZxI/AAAAAAAAAXE/4utC0w-V0FU/s320/In+Memoriam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGEDNmPEiI/AAAAAAAAAW8/ZdRCp98cCaA/s1600-h/Pasar+Bubrah.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 240px; display: block; height: 320px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418257017427923490" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzGEDNmPEiI/AAAAAAAAAW8/ZdRCp98cCaA/s320/Pasar+Bubrah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dinginya Kota Malang pagi itu menawarkan kesejukan yang mempesona. Rutinitas asyiknya bekerja tiba2 terhenti dengan dering suara handphone dibalik saku celanaku. Aku angkat ternyata seorang teman menelepon dan mengajak mendaki ke Gunung Merapi (2965 mdpl). Aku pikir ini bercanda, tetapi ternyata serius dan akhirnya aku pikir2 aku setuju tuk ikut, kebetulan juga akhir pekan libur kerja. Malam harinya aku persiapkan semua segala perlengkapan pendakian dan perbekalan tentunya. Tenda, kompor gas kecil, nesting, senter, double jaket, celana, syal dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Esok harinya, setelah mengecek segala perlengkapan akhirnya habis shalat jum’at aku berangkat dari Malang menuju Surabaya. Dari Terminal Surabaya dilanjutkan naek bus jurusan Solo. Total perjalanan dari Malang-Surabaya-Solo kurang lebih 8 jam. Sesampai di Solo dilanjutkan naek bus jurusan boyolali, sampai sana aku dijemput temenku Blotonk dan bermalam di rumah neneknya Blotonk. Esok paginya kami berdua akan melakukan petualangan kami dengan mendaki Gunung Merapi dan menggapai Puncak Garuda yang terkenal itu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Semalam di Boyolali bener2 sepi, tenang dan sejuk. Segala keletihan dan kepenatan selama perjalanan panjang menjadi hilang setelah menapaki kota Boyolali dengan ketenanganya malam itu. Akhirnya ku tertidur pulas dengan senyuman kelegaan. Akhirnya esok pagi di Kota Boyolali menyambutku dengan ucapan selamat paginya. Kicauan burung2 diatas dahan bener2 melahirkan suara irama alam yang jarang terdengar dan kita jumpai di saat ini. Tampak terlihat dari kejauhan Gunung Merbabu bener2 mempesona dengan kabut di puncaknya. Tepat jam 8 pagi kita berangkat menuju Base Camp di kaki Gunung Merapi. Tak lupa kami berpamitan kepada nenek Blotonk. Setelah kurang lebih satu jam mengendarai sepeda motor, kami sampai di Base Camp dan melakukan pengecekan ulang peralatan dan perbekalan kami sebelum mendaki.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah melakukan koordinasi akhir, petualangan kami berdua pun dimulai. Tepat pukul 10 pagi kami melakukan perjalanan pendakian. Medan awal kami langsung disuguhi jalan beraspal dan menanjak menuju New Selo atau Pos Perizinan. Setelah beristirahat sebentar perjalanan kami lanjutkan dengan melewati jalan setapak yang terus mendaki. Peluh keringat kami bercucuran siang itu. Tak henti2nya kami beristirahat sebentar sambil menikmati indahnya dinginya kabut dan pemandangan yang eksotis di depan kami tampak menjulang tinggi Gunung Merbabu yang sungguh indah tuk dipandang mata. Setelah berjalan kurang lebih 3 jam yang melelahkan akhirnya kami sampai pada Pos Patok I. Pemandang di Patok I bener2 sangat bagus dengan jurang di kanan kiri kami. Angin pada waktu itu kencang sekali. Akhirnya kami putuskan untuk beristirahat sebentar di Patok I sambil makan nasi goreng telur yang kami bawa dari Base Camp tadi. Makan diantara alam sambil melihat eksotisnya pemandangan alam pegunungan bener2 membawa kenikmatan tersendiri bagi kami.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah melakukan pengecekan perlengkapan, kemudian perjalanan kami lanjutkan kembali. Cuaca mulai dingin, kabut mulai tebal, dan angin semaikin kencang dengan jurang di kanan kiri kami. Dengan penuh semangat kami terus melanjutkan perjalanan menuju Pos Patok II. Perjalanan dari Patok I menuju Patok II bener sangat berat. Jalanan yang terjal dan terus naek tanpa ada bonus mendatar dengan vegetasi jalanan yang berdebu dan banyak bebatuan membuat kami harus berkonsentrasi dan berhati2 dalan melangkah agar tidak terpeleset. Tak henti2nya kami menyeka peluh keringat yang bercucuran meskipun cuaca dingin berkabut dan angin kencang. Setelah melewati jalanan yang berdebu dan berbatu disertai cuaca dingin berkabut dan angin kencang selama kurang lebih 2 jam, akhirnya perjuangan kami berakhir setelah sampai pada Pos Patok II. Dari Patok II tampak terlihat Puncak Merapi tertutup di balik kabut dengan asapnya yang mengepul menjulang tinggi di angkasa.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hari udah mulai sore ketika kami tiba di Patok II. Setelah mengecek ulang perlengkapan kami dan menunaikan ibadah, perjalanan kami lanjutkan menuju Pasar Bubrah. Sebuah tempat yang diyakini sebagai tempat yang paling angker sebagai tempat berkumpulnya para penduduk halus Merapi. Jalanan berbatu yang terjal disertai angin kencang menjadi teman kami dalam pendakian sore itu. Akhirnya perjuangan kami tidak sia2 dan kami tiba di puncak In Memoriam. Di Puncak ini terdapat batu bertuliskan nama para pendaki yang meninggal di Gunung Merapi Ini. Tak lupa kami berdoa agar arwah temen2 kita ini diterima yang layak di sisi Allah AWT…Amiiin…Dari Puncak In Memoriam ini tampak di depan kami hamparan luas Pasar Bubrah dengan batu2 besar di depan mata kami. Sementara itu Puncak Merapi kokoh berdiri di atas kami dengan keangkeranya yang membuat hati kami semakin terpacu tuk menggapai atmosfer puncaknya esok hari.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hari menjelang maghrib kami mencari tempat di Pasar Bubrah untuk membuat tenda. Malam hari di Pasar Bubrah benar2 dingin banget. Kami berdua tidak bisa tidur nyenyak apalagi kadang terdengar suara2 aneh di diluar tenda kami yang membuat kami terus berfikir siapakah gerangan yang diluar sana. Semalam di Pasar Bubrah memberikan kesan tersendiri bagi kami. Esok pagi menjelang suasana bener2 tenang dan menyejukkan. Kedamaian pagi hari dapat kami rasakan di Pasar Bubrah.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tepat pukul 7 pagi akhirnya aku putuskan naek ke Puncak Garuda sendirian karena temenku gak ikut dan memilih menjaga tenda di Pasar Bubrah. Kurang lebih 2 jam aku harus melewati terjalnya jalanan bebatuan sendirian dengan kemiringan kurang lebih 45 derajat. Seiring jejak2 langkah yang mulai letih dan nafas yang mulai terengah2 dengan semangat tuk menggapai Puncak Garuda, Merapi membuat aku terus berjalan tanpa patah semangat. Akhirnya sujud syukur kupersembahkan kepada Allah SWT setelah sampai di puncak. Hati ini seakan2 tidak percaya dan pengen menangis bisa melewati semua rintangan kurang lebih 8 jam perjalanan pendakian dari Base Camp awal sampai puncak. Keagungan Tuhan bener2 menakjubkan dari Puncak Garuda, Merapi. Cuaca cerah dengan awal putih yang menggumpal di bawah sana membuat alam pada waktu itu indah sekali. Tampak dari kejauhan Gunung Merbabu, Sindoro, Sumbing, Slamet, Ungaran, Lawu, Arjuna-Welirang terlihat menawan dari Puncak Garuda, Merapi. Kawah aktif Merapi selalu mengeluarkan asap belerangnya menjulang tinggi di angkasa dengan anggunya.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Diri ini seakan masih gak percaya bisa dekat dengan kawah aktif Merapi yang termasuk jajaran sebagai salah satu kawah aktif berbahaya di dunia. Selama 1 jam di Puncak Garuda, Merapi benar2 kumanfaatkan semaksimal mungkin tuk menikmati harmony symphony indahnya irama suara alam di puncak Garuda, Merapi. Sabda alam yang benar2 menakjubkan membuat hati ini semakin yakin akan kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Ku hanya bisa berdoa dan berharap serta terus mengingatkan kepada kita semua mari kita jaga alam ini agar untuk saat ini, esok hari dan selamanya kita dan generasi kita kedepanya masih bisa melihat, merasakan dan memelihara alam indah ini demi keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara manusia dan alam lingkungan sekitarnya sebagai satu kesatuan yang utuh…Damai Selalu Bumi Ini…Still A Live…Never Surrender…Hanya Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Berkehendak…&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-family:georgia;" class="Apple-style-span" &gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span&gt;“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span&gt;(Q.S. Ar-Rum :41)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 23 Desember 2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-5333524504409481984?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/5333524504409481984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/12/pendakian-menuju-puncak-garuda-gunung.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/5333524504409481984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/5333524504409481984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/12/pendakian-menuju-puncak-garuda-gunung.html' title='Gunung Merapi (2965 Mdpl) Via Selo, Boyolali'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2iIxpaypqFQ/ThbBOIxV_MI/AAAAAAAAAzs/2ga8nXXwAK0/s72-c/Ekstrim%2BAnd%2BNo%2BEasy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-6807625056036836994</id><published>2009-10-14T13:54:00.008+07:00</published><updated>2011-11-01T08:43:29.345+07:00</updated><title type='text'>Vacation In Banyak Mountain, Batu City</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/StV2K5KkL2I/AAAAAAAAASM/EiE7zwqFHqE/s1600-h/Uneeet.jpg" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392346058361941858" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/StV2K5KkL2I/AAAAAAAAASM/EiE7zwqFHqE/s400/Uneeet.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 220px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 176px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/StV2KgfIo4I/AAAAAAAAASE/2uyEHNWWJGQ/s1600-h/Junedz+Panser+Biru.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392346051737330562" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/StV2KgfIo4I/AAAAAAAAASE/2uyEHNWWJGQ/s400/Junedz+Panser+Biru.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 220px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 176px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Gambar diatas adalah ketika berada di Lembah Latar Ombo, Gunung Panderman. Kisah ini merupakan petualangan kami di Gunung Banyak, karena kami tidak memiliki foto2nya di Gunung Banyak maka kami putuskan foto2 di Gunung Panderman yang akhirnya ditampilkan he...he...he...Okey...kami akan bercerita tentang petualangan kami di Gunung Banyak. Berawal dari sebuah akhir pekan yang rencana mau mau ngecamp di Makutarama, Gunung Arjuna tapi akhirnya gagal karena teman2 lagi males mendaki dan akhirnya kita menuju ke Gunung Banyak karena menuju kesana tidak butuh kerja keras dan sepeda motor motor bisa sampai puncak. Awalnya aku males mau kesana karena tidak ada tantanganya dan lebih baik mendaki ke Gunung Panderman yang tempatnya tidak jauh dari Gunung Banyak. Akan tetapi, daripada libur akhir pekan gak ada kerjaan akhirnya aku ikut juga. Gunung Banyak terletak di Songgoriti, Kota Batu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Gunung ini terkenal dengan kegiatan Olahraga Paralayang. Setiap hari sabtu-minggu selalu ada kegiatan paralayang. Bahkan Gunung Banyak ini sering dijadikan sebagai tempat Event Paralayang baik Nasional maupun Internasional. Maka tidaklah heran apabila Gunung Banyak ini dikenal dengan Gunung Bertaraf Internasional Bintang Tiga bagi event perlombaan paralayang selain Puncak, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;Bogor&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;. Aku mulai berangkat dari kost Ba’da Isya’ bersama teman2 (Aris, Adib dan Roni). Jarak perjalanan menuju ke Gunung Banyak kurang lebih 1 jam perjalanan dari Kota Malang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Sampai di Gunung Banyak, kita langsung menitipkan sepeda motor di tempat parkiran. Kemudian kita naek ke atas untuk mencari tempat yang ideal untuk ngecamp. Benar2 di luar dugaan kami, gunung yang selama ini kami anggap sepele ternyata menawarkan keindahan panorama yang tiada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;tara&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;. Malam itu bintang bersinar terang berteman rembulan yang tak lagi malu untuk melepaskan sinarnya ke segala penjuru alam ini. Sementara itu, nun jauh di bawah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt; tampak lampu2 Kota Batu kerlap-kerlip sangat terlihat jelas dengan aktivitasnya karena kebetulan pada malam itu tidak ada kabut sama sekali. Hanya hembusan angin malam membawa suasana menjadi damai meskipun hawa dingin menusuk tulang akan  tetapi tidak mengurangi keindahan eksotisme malam itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Dari bukit pertama kami lalu menuju ke bukit kedua yang letaknya lebih tinggi dan cocok untuk dibuat ngecamp. Malam telah menunjukkan pukul 9 malam dan kami mulai larut dengan aktivitas kami mendirikan tenda dan mempersiapkan alat2 dan perbekalan yang telah kami bawa sebelumnya. Menu makan kami malam itu sungguh istimewa yaitu kami membuat bubur kacang hijau roti keju spesial. Sebelumnya menu pembuka kami untuk penunda lapar adalah keripik jamur dan biskuit yang mengandung coklat dan tak lupa ketinggalan kopi hangat. Malam itu hanya kami berempat yang ngecamp di Gunung Banyak. Suasana benar2 tenang sekali, suara2 jangkrik saling bersahutan memberikan alunan symphony yang sudah jarang kita jumpai di masa sekarang ini. Yaaach…senyuman malam itu semakin menghangatkan kami...dibawah terik bintang-bintang bertaburan di atas khatulistiwa diantara lukisan alam, bidadari keemasan sedikit malu2 ucapkan lembut selamat malam mengharap datangya secercah sinar fajar pagi bersama embun yg menari2, irama harmoni alam mengalun syahdu membawa kedamaian bagi setiap insan yang merasakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #999999; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Esok pagi menjelang, berteman segelas susu hangat sambil menanti cahaya kemerahan di balik pepohonan nan menyejukkan sungguh membawa kesan terdalam. Tawa dan canda kicau-kicau burung kecil bermain di atas cemara-cemara Tuhan menawarkan suasana yang sudah sejak lama aku rindukan. Belaian lembut angin pagi membawa kesegaran sebagai aroma terapi tuk kembali lagi seiring mentari pagi mulai menapak tinggi menghalau embun pagi yang semakin menghilang dibalik dedaunan dan roda-roda kehidupan duniawi…always peaceful this world…forever and one (neverland)…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;                                                                         (Pasukan Langit, 14 Oktober 2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-6807625056036836994?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/6807625056036836994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/10/vacation-in-banyak-mountain-batu-city.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/6807625056036836994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/6807625056036836994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/10/vacation-in-banyak-mountain-batu-city.html' title='Vacation In Banyak Mountain, Batu City'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/StV2K5KkL2I/AAAAAAAAASM/EiE7zwqFHqE/s72-c/Uneeet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-8097493414830919868</id><published>2009-08-14T09:49:00.039+07:00</published><updated>2011-11-01T08:41:09.063+07:00</updated><title type='text'>Arti Kehidupan Bersama Senyuman Bidadari Malam</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoTUGzjJF2I/AAAAAAAAAR8/gYP1pOZ7nk8/s1600-h/Joens+Panser+Biru.jpg"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369649869114382178" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoTUGzjJF2I/AAAAAAAAAR8/gYP1pOZ7nk8/s400/Joens+Panser+Biru.jpg" style="cursor: hand; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 208px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoTUGeczqFI/AAAAAAAAAR0/7C_ETEr_fKo/s1600-h/Joens+Di+Atas+Karang+Jonggring+Saloko.JPG"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369649863450667090" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoTUGeczqFI/AAAAAAAAAR0/7C_ETEr_fKo/s400/Joens+Di+Atas+Karang+Jonggring+Saloko.JPG" style="cursor: hand; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 282px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369649853309807666" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoTUF4rCbDI/AAAAAAAAARs/xgZWNp182lI/s400/IMG_3009.jpg" style="cursor: hand; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;Nggak tau kenapa kemarin menjelang tengah malam aku pengen jalan2 sendiri...akhirnya kulangkahkan kakiku menelusuri Jl. MT Haryono yang udah sepi dan akhirnya aku berhenti di warung sate kambing sambil menikmati tenangnya malam...kupandangi jalan yang sepi, tampak dari kegelapan malam sepasang suami istri penjual kacang rebus keliling...suami yang udah tua tetap semangat mendorong gerobak dengan sisa2 tenaganya berteman seorang istri yang masih setia disampingnya...menerobos gelapnya lorong malam yang mungkin udah berapa puluh km mereka tempuh...sambil berusaha memaknai arti kehidupan dibalik dinginya bumi arema malam itu...kuterhenyak...akhirnya kumenemukan hikmah arti kehidupan baru dari kisah sepasang suami istri penjual kacang rebus di malam itu...kuhabiskan sateku dan cepat2 aku pulang...kurebahkan diriku dalam tidurku dengan berteman hangatnya senyuman manis bidadari malam yang tidak semua orang kan mampu merasakannya... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;What can I do?&lt;br /&gt;Will I be getting through?&lt;br /&gt;Now that I must try to leave it all behind&lt;br /&gt;Did you see what you have done to me?&lt;br /&gt;So hard to justify&lt;br /&gt;Slowly it's passing by&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Forever and one&lt;br /&gt;I will miss you&lt;br /&gt;However, I kiss you&lt;br /&gt;Yet again&lt;br /&gt;Way down in Neverland&lt;br /&gt;So hard I was trying&lt;br /&gt;Tomorrow I'll still be crying&lt;br /&gt;How could you hide your lies&lt;br /&gt;Your lies&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Here I am&lt;br /&gt;Seeing you once again&lt;br /&gt;My mind's so far away&lt;br /&gt;My heart's so close to stay&lt;br /&gt;Too proud to fight&lt;br /&gt;I'm walking back into night&lt;br /&gt;Will I ever find someone to believe?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Forever and one&lt;br /&gt;I will miss you&lt;br /&gt;However, I kiss you&lt;br /&gt;Yet again&lt;br /&gt;Way down in Neverland&lt;br /&gt;So hard I was trying&lt;br /&gt;Tomorrow I'll still be crying&lt;br /&gt;How could you hide your lies&lt;br /&gt;Your lies&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;"Helloween-Forever And One (Neverland)"&lt;br /&gt;(Pasukan Langit, 14 Agustus 2009)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-8097493414830919868?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/8097493414830919868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/08/makna-kehidupan-bersama-bidadari-malam.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8097493414830919868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/8097493414830919868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/08/makna-kehidupan-bersama-bidadari-malam.html' title='Arti Kehidupan Bersama Senyuman Bidadari Malam'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoTUGzjJF2I/AAAAAAAAAR8/gYP1pOZ7nk8/s72-c/Joens+Panser+Biru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-3880421726314106432</id><published>2009-07-28T09:32:00.019+07:00</published><updated>2011-09-23T16:41:50.184+07:00</updated><title type='text'>Petualangan Pantai Pasir Panjang, Pulau Sempu</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);" href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoDIBw2snnI/AAAAAAAAARU/BgBpohMAI7g/s1600-h/P7202088.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368510688445374066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoDIBw2snnI/AAAAAAAAARU/BgBpohMAI7g/s400/P7202088.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoDIBdFAuYI/AAAAAAAAARM/0ni4KHPNEY0/s1600-h/Me+&amp;amp;+Friends.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368510683136702850" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoDIBdFAuYI/AAAAAAAAARM/0ni4KHPNEY0/s400/Me+%26+Friends.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/Sm5omS2h2nI/AAAAAAAAAQ0/7X06YRNv-o0/s1600-h/yuuuks....jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363339213349706354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/Sm5omS2h2nI/AAAAAAAAAQ0/7X06YRNv-o0/s400/yuuuks....jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/Sm5omGopGoI/AAAAAAAAAQs/WBV4vq4-rzY/s1600-h/Perjalanan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363339210070235778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/Sm5omGopGoI/AAAAAAAAAQs/WBV4vq4-rzY/s400/Perjalanan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Liburan Isro' Mi'roj kemarin kumanfaatkan dengan berpetualang ke Pulau Sempu. Tujuan kami adalah berpetualang menjelajah empat pantai berbeda dan ngecamp di Pantai Pasir Panjang. Petualangan kami kemarin terdiri dari: Junedz (Aku alias penulis blog ini), Lia "Ngglegek", Dewi "Dewok", Nia, Desy, Roni, Fandi dan Neza. Sementara itu temenku yang satu namanya Lalu ngecamp di Pantai Segoro Anakan dan esoknya baru bergabung bersama kami di Pantai Pasir Panjang. Karena teman2 banyak yang berasal dari luar kota, maka kita putuskan untuk berkumpul di Terminal Gadang. Dari Terminal Gadang kita naek angkot jurusan Sendang Biru. Tepat pukul 12 siang kami berangkat dan sampai Pantai Sendang Biru tepat jam 2 siang. Setelah mengurus perijinan dan membayar sewa perahu Rp. 100.000,00 PP, kita memulai petualangan dengan naek perahu menyeberang menuju Pulau Sempu. Setelah sampai pada pantai pendaratan kapal, petualangan kami mulai dengan berjalan kaki masuk ke dalam hutan menuju Pantai Segoro Anakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan di Pantai Segoro Anakan sangat bagus. Kita dapat naek ke atas karang apabila ingin melihat pemandangan laut selatan yang sangat eksotis. Melihat deburan ombak memecah karang mampu menghilangkan keletihan selama perjalanan yang kita lewati tadi. Dari atas karang kita dapat melihat warna air di Danau Segoro Anakan berkilau kehijauan karena terkena terik sinar matahari. Bagi temen2 yang mau ngecamp di Pantai Segoro Anakan bersiap2 aja terhadap cuaca disini. Meskipun menawarkan pemandangan yang sangat bagus akan tetapi, cuaca di Pantai Segoro Anakan meskipun malam sangat panas sekali. Saya sendiri lebih senang ngecamp di Pantai Pasir Panjang daripada di Pantai Segoro Anakan karena di Pantai Pasir Panjang cuacanya sangat sejuk dan kita dapat melihat laut lepas selatan sambil menikmati pemandangan karang2 yang kokoh berdiri di tengah2 laut diterjang gelombang sehingga menimbulkan suara2 alam yang mendamaikan jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Pantai Segoro Anakan, untuk menuju Pantai Pasir Panjang kita harus berjalan naek turun menelusuri tiga buah bukit dan melewati dua buah pantai lagi yang cukup menguras tenaga. Keringat kami bercucuran di kala senja sore itu. Namun sebanding dengan perjuangan kami tuk menggapai surga dunia yang sangat mempesona. Sesampai di Pantai Pasir Panjang suasana alam benar2 damai banget. Pasir berwarna putih bersih di sepanjang pantai menambah keelokan suasana menjelang senja itu. Semilir angin senja bersama deburan ombak pantai selatan membawa harmoni irama alam dalam dekapan yang tak terlupakan. Symphony suara2 burung camar terbang diatas awan tuk menuju jalan pulang menambah senyuman Pantai Pasir Panjang memberikan kesan yang terdalam dalam kenangan. Berselimut putihnya pasir termangu memandang aurora kemerahan di ufuk barat yang tak kan pernah terlupakan. Berteman dengan wanita2 cantik yang selalu penuh dengan canda tawa menambah hangatnya suasana malam diantara pesta api unggun dan makan malam...He...He...He...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut berlayar dengan tenangnya. Sayup2 tampak dari kegelapan malam deburan ombak dari selatan masih kokoh menerjang bebatuan karang menimbulkan irama alam yang penuh kesan. Dari kejauhan cahaya lampu2 perahu nelayan yang sedang mencari ikan terombang-ambing di tengah lautan sesekali hilang nun jauh diseberang laut selatan. Sementara itu gemerlip bintang2 di atas awan menambah semarak suasana malam seiring semilir angin laut diantara renungan diambang senja sore nan lalu. Malam semakin bertambah larut, temen2 udah pada tidur semua. Aku belum bisa merebahkan diriku dalam kepulasan. Ditemani senyuman api unggun yang menghangatkan jiwa, susu hangat yang menyegarkan hati, rokok kretek yang mendamaikan tenggorokan meskipun bisa membahayakan paru2, berusaha memahami hakikat arti kehidupan diantara sunyinya malam. Memandang ombak di lautan yang kian menepi. Mendengar suara alam dalam dekapan putihnya pasir diantara sepi yang tak bertepi. Teringat memori masa silam dalam kenangan, masa2 kuliah dahulu, masa2 berpacaran dulu yang akhirnya berakhir dan jomblo lagi sekarang...he...he...he...dan masa2 menjadi anak nakal yang selalu menyusahkan orang tua. Yaaachhh...seolah2 memori2 itu datang begitu saja dengan damainya...dan akhirnya malam pun semakin larut aku pun tertidur pulas setenang malam itu dalam memberikan kesejukan menuju esok fajar pagi yang sudah menunggu dengan senyuman berseri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tatkala esok pagi telah tiba, sabda alam benar2 menakjubkan. Bunga2 Tuhan mulai merekah tersenyum bersemi. Ucapan2 selamat pagi berpayung sejuknya fajar pagi seiring embun suci diantara daun2 hijau yang penuh warna-warni menambah indahnya dunia surga ini di sepanjang Pantai Pasir Panjang. Mentari pagi mulai tak malu2 tuk memperlihatkan sinarnya menghalau dinginya angin lalu yang mulai menghilang entah kemana. Kicauan burung2 kecil bagaikan alunan irama yang merdu menyambut berita pagi yang menyejukkan hati berharap mendapatkan segenggam berkah dan harapan tuk mengarungi kehidupan yang semakin tak memiliki tapal batas dalam bumi surgawi. Akankah senyuman2 ini akan terus kita jumpai untuk kemarin, saat ini dan esok hari...???...Yaaachhh hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui...Peace Forever...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;(Pasukan Langit, 21 Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-3880421726314106432?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/3880421726314106432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/07/petualangan-pantai-pasir-panjang-sempu.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/3880421726314106432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/3880421726314106432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/07/petualangan-pantai-pasir-panjang-sempu.html' title='Petualangan Pantai Pasir Panjang, Pulau Sempu'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SoDIBw2snnI/AAAAAAAAARU/BgBpohMAI7g/s72-c/P7202088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-2535100629723067460</id><published>2009-06-15T08:56:00.051+07:00</published><updated>2011-11-01T08:38:59.227+07:00</updated><title type='text'>Gunung Panderman (2045 Mdpl) Via Kota Batu</title><content type='html'>&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SjXJ4i9vO7I/AAAAAAAAAOs/Q0-70e1Vsbc/s1600-h/S4010074.JPG"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347402105867942834" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SjXJ4i9vO7I/AAAAAAAAAOs/Q0-70e1Vsbc/s400/S4010074.JPG" style="display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Akhir pekan kemarin kumanfaatkan untuk mendaki Gunung Panderman (2045 mdpl). Setelah bulan kemarin hanya mendaki sampai Latar Ombo karena terhalang hujan waktu pendakian, maka tujuanku pendakianku kali ini adalah menuju Puncak 'Basundara" Panderman. Persiapanku kali ini benar2 kurencanakan dengan matang. Segala peralatan telah aku persiapkan sebelumnya. Pendakianku kali ini aku tidak sendirian lagi karena ada temenku Roni yang mau ikut. Tepat abis Dhuhur kami berangkat dari Terminal Landungsari menuju Desa Srebet tepat dibawah Wana Wisata Gunung Panderman. Tidak lupa kami mampir dahulu di warung "make" untuk bersilaturahmi sambil minum jahe hangat. Tepat pukul 13.15 awal kami memulai pendakian. Sebelum berangkat tidak lupa kami berpamitan dahulu kepada "make".&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Seperti biasa awal pendakian kami mulai dengan melewati pemakaman umum desa setempat. Teriknya panas siang itu membuat peluh kami bercucuran. Akan tetapi, bagi kami ini benar-benar petualangan yang sebenarnya. Jalan yang terus menanjak berkelok-kelok melewati ladang penduduk dan hutan cemara kurang lebih satu jam membawa kesan tersendiri bagi kami. Tampak terlihat dari kejauhan Puncak "Basundara" Panderman dengan kemisterianya selalu tertutup kabut membuat kami terus bersemangat untuk menaklukanya. Setelah melewati Bukit "Penderitaan" akhirnya kami sampai pada perkampungan terakhir di bawah kaki Gunung Panderman. Kami mencari musholla untuk menunaikan solat dan tak lupa kami berdoa semoga diberi keselamatan dalam pendakian kali ini. Setelah Ba'da Ashar kami melanjutkan perjalanan. Tidak lupa kami membayar tiket masuk Rp. 2000,00 di Pos I (Pos Pendaftaran). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan menuju sumber air (Pet Bocor) 1330 mdpl untuk mengambil persediaan air karena disini adalah sumber air terakhir sebelum melakukan pendakian. Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan melewati kaki Gunung Bokong (Gunung Aneh) dengan jalanan yang terus menanjak melewati jalan setapak, apalagi rumput gajah disekeliling jalan yang kami lewati saat ini setinggi orang dewasa membuat badan kami sedikit gatal-gatal. Meskipun demikian tidak membuat patah semangat kami demi mencapai Puncak "Basundara" Panderman. Akhirnya setelah berjalan selama satu jam kami sampai di Pos II (Latar Ombo) 1600 mdpl. Disini kami bertemu dengan tiga orang pendaki yang sudah sampai duluan di Latar Ombo. Setelah melepas lelah sebentar dan mengobrol2 akhirnya kami memutuskan untuk bersama2 naik ke puncak. Senang rasanya bisa mendapat teman baru dalam pendakian kali ini. Sambil bercanda kami terus mendaki melewati jalan setapak dibawah rimbunya pepohonan pinus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Setelah berjalan 30 menit akhirnya kami sampai di Pos III (Watu Gede) 1730 mdpl. Sampai Watu Gede kabut mulai turun sehingga pemandangan tidak terlihat. Di Watu Gede suasana bener2 damai sekali. Batu2 besar tampak terlihat dimana2. Tapi sayang banyak coret-coretan tangan sangat mengotori keindahan batu2 tersebut. Setelah melepas penat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju Puncak "Basundara" Panderman yang tampak terlihat samar2 di balik kabut tebal. Jalan yang kami lalui adalah jalan setapak yang cukup datar melewati padang luas. Kami harus menerobos rumput2 liar setinggi orang dewasa diantara kabut yang semakin tebal. Akhirnya setelah berhasil melewati padang luas tersebut kami berhenti sebentar di bawah Tanjakan Setan untuk melakukan koordinasi sebentar. Kondisi kabut yang semakin tebal membuat matahari tak mampu memperlihatkan sinarnya di kala senja sore itu. Mengingat hari semakin gelap kami terus melakukan perjalanan melewati Tanjakan Setan yang sungguh mempesona. Dengan kemiringan ketinggian hampir 45 derajat membuat kami harus berhati2 melewati Tanjakan Setan ini mengingat telah banyak korban ketika melewati Tanjakan Setan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Tepat menjelang maghrib kami berhasil melalui Tanjakan Setan. Perasaan sedikit lega meskipun kabut belum menghilang di sekeliling kami. Sambil beristirahat sebentar terlihat dari kejauhan dibawah sana tampak Puncak Gunung Bokong (Gunung Aneh) terlihat eksotis dikelilingi kabut putih yang sungguh menakjubkan. Sementara di sebelah kiri kami nun jauh di seberang sana dari kejauhan tampak samar2 Puncak Gunung Kawi benar2 membuat kami bergetar menjelang senja sore itu. Perjalanan kami lanjutkan mengingat hari mulai gelap. Sebelum puncak kami harus melewati jalan setapak mendatar menerobos semak2 yang cukup rimbun sekali dengan sebelah kiri kami tampak Jurang Banteng terlihat cukup dalam. Wooow benar2 harus membutuhkan kehati2an dalam setiap langkah bila tidak ingin terperosok ke dalam Jurang Banteng yang telah siap2 menanti dengan senyuman selamat datangnya. Beberapa meter sebelum puncak sayup2 terdengar dari kejauhan suara2 wanita yang saling bersahut-sahutan seperti suasana di sebuah pasar. Suara2 tersebut persis diatas jalan setapak yang penuh semak belukar yang cukup rimbun waktu kita lalui tadi. Dari kejauhan yang kami dengar seperti suara teriakan bahkan ada suara seperti orang menangis. Aku hampir saja terlena oleh suara2 itu. Aku sempat berhenti sebentar sambil menunggu mereka karena aku pikir itu adalah pendaki yang mungkin lagi mencari jalan menuju puncak. Karena suara2 itu terus bersahutan membuat kami tak menghiraukanya dan memutuskan untuk terus melanjutkan menuju puncak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Setelah kurang lebih satu setengah jam berjalan melewati Tanjakan Setan dan Semak2 yang penuh misteri tadi akhirnya kami sampai di Puncak "Basundara" Panderman (2045 mdpl). Tak henti2nya kami terus berfikir siapakah gerangan suara2 wanita yang saling bersahutan tadi. Apakah ini yang disebut Pasar Setannya Panderman? Suara2 itu hanya terdengar ketika maghrib telah tiba dan baru berhenti ketika menjelang Ba'da Isya' telah tiba. Yaaach...hanya Allah SWT yang lebih mengetahui tentang alam yang telah diciptakan-Nya di dunia ini. Malam itu di Puncak Panderman pemandangan benar2 bagus sekali. Pancaran bulan dikelilingi ribuan bintang di angkasa membuat langit malam itu sungguh2 menakjubkan. Kota Batu dan Malang Raya tampak terlihat dengan warna-warni lampu kehidupanya di balik kabut putih menambah indahnya pemandangan alam di Puncak Panderman malam itu. Apalagi makan nasi dicampur mie goreng, telur dan kornet "so good" ditambah kerupuk udang dengan minumnya susu hangat sambil menikmati acara api unggun menambah kehangatan suasana di malam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Malam semakin larut, heningnya alam membuat suasana benar2 mendamaikan jiwa. Kami larut dalam tidur setelah puas menikmati pemandangan alam yang penuh kesan di Puncak Panderman malam itu. Ketika esok menjelang, lukisan2 alam benar2 indah sekali. Cahaya2 kemerahan tampak perlahan2 menyembul dibalik kabut tebal dengan senyumnya yang menghangatkan jiwa bagi yang melihatnya. Tak henti2nya kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan alam yang mempesona ini kepada umat manusia. Saatnya bagi kita untuk selalu menjaga, mencintai dan melestarikan alam yang dititipkan Allah SWT kepada kita demi kelangsungan hidup umat manusia baik di masa sekarang maupun masa mendatang sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: small;"&gt;Selama mendaki Panderman, bagiku ini adalah petualangan yang paling berkesan di gunung ini. Sebuah akhir perjalanan petualangan bersama orang2 yang fantastis, menyusuri alam yang penuh senyuman-senyuman yang tidak dapat kami mengerti dengan akal pikiran karena perbedaan2 alam dengan manusia. Akan tetapi kami berusaha memahami dan meresapi terhadap fenomena2 yang telah kami alami sebagai pedoman kehidupan kami dalam mengarungi dunia fana ini. Akhir kata...Mari kita jaga alam ini...Semoga kan selalu mendapat Cahaya Illahi...Damai akan selalu bersemi...Tuk mencapai cerah fajar pagi...Salam Damai Gembuleng...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;(Pasukan Langit, 14 Juni 2009)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-2535100629723067460?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/2535100629723067460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/06/petualangan-seru-menuju-basundara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/2535100629723067460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/2535100629723067460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/06/petualangan-seru-menuju-basundara.html' title='Gunung Panderman (2045 Mdpl) Via Kota Batu'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SjXJ4i9vO7I/AAAAAAAAAOs/Q0-70e1Vsbc/s72-c/S4010074.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-6870955084648861862</id><published>2009-05-11T11:02:00.050+07:00</published><updated>2011-11-01T08:38:24.076+07:00</updated><title type='text'>Latar Ombo, Gunung Panderman : Moment Beautiful</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SgjqpZI9zBI/AAAAAAAAAOY/4nfC0XodzuA/s1600-h/suara+alam.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334771755464379410" src="http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SgjqpZI9zBI/AAAAAAAAAOY/4nfC0XodzuA/s400/suara+alam.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari Ulang Tahunku kemarin kumanfaatkan sebaik-baiknya dengan mendaki Gunung Panderman. Moment spesial ini gak akan kulewatkan begitu saja. Jauh-jauh hari aku mulai mempersiapkan peralatan yang kubawa. Tenda, tas ransel, kompor, blue gas, senter, syal Panser Biru kebanggaanku, dan yang terpenting adalah perbekalan secukupnya. Sabtu itu telah menunjukkan pukul sebelas siang, setelah mengecek semua perlengkapanku aku segera berangkat menuju terminal landungsari. Karena teman-teman kost gak ada yang suka naek gunung akhirnya aku putuskan untuk naek sendirian. Tentunya hal ini menjadi pengalaman baru buatku. Dari terminal landungsari aku naek bus puspa indah jurusan jombang turun di daerah Srebet kaki Gunung Panderman. Ditengah2 perjalanan di dalam bus aku bertemu dengan ibu2 yang sudah tua mungkin kalau ditaksir usianya kira2 60 tahunan. Kami akrab sekali ngobrol2 dan akhirnya aku baru tahu kalau ibu ini waktu masa mudanya sering mendaki gunung, apalagi mendaki Gunung Panderman sangat sering sekali. Setelah sampai aku berpamitan pada ibu tersebut dan yang sangat menyenangkan buatku dalam pendakianku kali ini ibu itu mendoakanku semoga selamat sampai tujuan. Tentunya doa seorang ibu ini membuatku lega ditengah2 perjalanan pendakianku kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah turun dari bus aku langsung menuju ke warung "make" (panggilan yang aku sebut kepada ibu yang mempunyai warung di pinggir jalan raya Wana Wisata Gunung Panderman) karena sudah lama tidak bersilaturahmi dengan "make". Segelas teh hangat langsung aku sruput dan tidak ketinggalan segala makanan yang ada di warung itu aku sikat semua. Setelah keinginan perutku tercapai dan membayar semua yang telah masuk pada perutku, aku berpamitan dengan "make" untuk melanjutkan perjalanan pendakian. Tepat setengah satu siang cuaca agak mendung saat itu, aku memutuskan melewati jalan pintas untuk menghemat waktu. Jalan pintas ini aku langsung disuguhi jalan tanjakan yang berbukit-bukit. Aku harus melewati area pemakaman umum sendirian. Meskipun hari masih siang, akan tetapi suasana berbeda tetap terasa apabila kita berjalan sendirian di tempat tersebut. Hanya terdengar hembusan suara-suara angin lembah yang sangat menyejukkan. Saat aku melewati pemakaman tak lupa aku mengucapkan salam dan mendoakan kepada penghuni kubur agar diterima dengan layak di sisi Allah SWT...Amiiin...hal ini juga menjadi pedoman buatku bahwa kita nantinya cepat atau lambat pasti juga akan menghadap kepada Allah SWT menyusul mereka. Tak henti2nya aku mengucapkan syukur masih diberikan keselamatan dan hidup yang baik untuk terus menjalankan ibadah sebanyak2nya di dunia ini sebelum ajal menjemput kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perjalanan melewati bukit pertama ini benar2 menguras tenaga. Tak henti2nya aku harus menghela nafas sejenak sambil menikmati pemandangan Gunung Banyak yang sangat eksotis nun jauh di seberang sana. Rumah-rumah penduduk kelihatan jauh di bawah sana diantara hijaunya pepohonan yang sangat indah dipandang mata. Kurang lebih satu jam aku melewati bukit pertama ini dan lega rasanya aku menemukan kembali pemukiman penduduk dengan canda anak2 kecil yang lugu sedang bermain dengan riangnya. Waktu telah menunjukkan setengah dua siang dan kumelihat mendung mulai tebal dan Puncak "Basundara" Panderman terlihat tertutup kabut yang cukup tebal. Akhirnya aku putuskan untuk mencari musholla untuk beristirahat dan sholat sekalian mengecek kembali peralatan2 yang aku bawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari musholla terlihat pemandangan sangat indah sekali. Gunung Arjuna sangat anggun kokoh berdiri dengan puncaknya yang selalu tertutup kabut tebal yang penuh menyimpan misteri. Rintik2 hujan mulai turun membuat aku terpaksa harus lebih lama di musholla. Akan tetapi kejenuhanku mulai hilang setelah kumelihat fenomena2 kehidupan di sekitarku. Terlihat seorang anak2 kecil bercanda dengan riang sambil menunggu guru mengajinya datang. Hujan tidak menghalanginya untuk datang ke musholla dengan penuh keceriaan. Tak jauh mataku memandang seorang anak laki2 kecil sambil menunggu waktu mengaji dia juga berjualan di sekitar musholla tersebut. Alangkah mulianya anak ini dengan keterbatasanya dia harus membantu orang tuanya mencari nafkah, dan yang membuat aku kagum selain mencari nafkah untuk keluarganya dia juga tidak lupa dengan kehidupan akhirat bahkan sampai ketiduran anak ini menunggu datangnya waktu mengaji. Bener2 fenomena yang menakjubkan. Hati ini bener2 ingin menangis rasanya terhadap dosa2 yang telah aku lakukan selama ini...Ya Allah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selepas ba'da ashar hujan mulai reda dan aku mulai melanjutkan perjalananku dan tidak lupa aku berpamitan dengan adik2 kecil yang melepasku dengan riang. Sungguh terharu rasanya mereka melihatku dengan senyuman manis melepasku melanjutkan perjalanan. Selamat jalan adik2 kecilku, kalau aku kesini lagi semoga aku bisa bertemu kalian kembali. Kalian semua kujadikan semangat hidupku dalam mengarungi kehidupan fana di dunia ini. Berkat kalian semua aku menemukan hikmah dalam pendakianku kali ini (hati ini rasanya bergetar bila teringat senyum2 lugu dan keceriaan mereka). Akhirnya aku sampai di post loket pendaftaran dan membayar biaya tiket masuk sebesar Rp. 2000,00. Perjalanan kulanjutkan menuju sumber air untuk mengambil air secukupnya untuk perbekalan pendakianku karena disinilah sumber air terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah mengecek kembali perlengkapanku, petualanganku kulanjutkan melewati jalan setapak sebelah kiri sumber air. Jalan yang menanjak dan beban yang semakin bertambah membuat tenagaku terkuras melewati kaki Gunung Bokong (banyak teman2 yang menyebutnya Gunung Aneh). Lembah di kaki gunung ini selalu tertutupi kabut sehingga suasana misteri sangat kental terasa di sini, apalagi lembah ini pernah memakan korban pendaki karena jurangnya yang lumayan cukup dalam. Dua kali pendakianku terakhir melewati lembah ini aku menemukan hal2 yang ganjil dan aneh. Aroma2 bunga melati pernah mengikutiku dari belakang dalam perjalananku terakhir melewati lembah ini. Padahal di sekitar tempat itu hanya padang ilalang yang terlihat dan tidak kujumpai bunga melati. Ditengah2 perjalanan melewati lembah ini hujan rintik2 mulai datang sehingga menambah berat beban perjalananku kali ini. Berkali2 aku harus terpeleset melewati tanjakan yang sangat licin. Dengan berjalan sendiri dan beban yang kubawa cukup berat aku harus berfikir keras bagaimana melewati tanjakan yang terjal dan licin ini. Akhirnya setelah melewati perjuangan selama satu jam aku akhirnya sampai di Latar Ombo. Perasaan menjadi lega setalah aku mendapatkan kehidupan manusia kembali bertemu dengan pendaki2 lain yang sudah sampai duluan sebelum aku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hujan semakin bertambah deras dan cepat2 aku mendirikan tenda untuk berlindung. Meskipun hujan, pemandangan di Latar Ombo ini sangat bagus sekali. Segala keletihan menjadi hilang setelah melihat panorama alam yang sangat menakjubkan. Hari menjelang maghrib hujan masih rintik2 maka kuputuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan ngecamp di Latar Ombo. Sangat riskan bila kupaksakan untuk melanjutkan perjalanan seorang diri ketika hari mulai gelap serta membawa beban yang cukup berat belum lagi hujan masih turun dan masih harus melewati Watu Gede serta Tanjakan Setan yang sangat rawan dan penuh misteri. Akhirnya setelah melepas penat sejenak dan bercengkerama dengan temen2 pendaki lain, selepas ba'da isya perut mulai lapar...hhhmmm makan di tengah2 hujan rintik2 dengan panorama alam yang eksotis menambah selera makanku semakin tak terbendung lagi. Meskipun hanya makan dengan nasi mie goreng ditambah lauknya stik tahu serta susu hangat plus buah pisang sebagai penutup, bagiku itu sudah lebih dari cukup sebagai perbekalan dalam pendakianku kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rintik2 hujan mulai reda dan hari semakin bertambah larut...dan detik2 pergantian usiaku itu semakin bertambah dekat. Akhirnya tepat tengah malam kumerasakan benar2 keagungan Tuhan telah terjadi. Sabda alam benar2 telah berubah tengah malam itu. Hujan rintik2 yang sepanjang hari tadi mengguyur alam ini telah menghilang dan berganti dengan pancaran sinar bulan purnama yang sangat2 indah sekali. Kerlip2 lampu Kota Batu nan jauh di bawah sana sangat cantik menawan berpayung kabut putih yang sangat mempesona. Terima kasih Ya Allah engkau masih memberikan aku hidup sampai saat ini sehingga aku masih bisa menikmati alam yang telah Engkau anugerahkan kepada umat manusia di bumi ini. Seluruh alam ini kan selalu bertasbih memuja-Mu sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang telah Engkau berikan selama ini. Malam semakin larut aku mulai beranjak masuk ke dalam tenda, kurebahkan diriku dan aku pun tertidur pulas dengan berselimut senyuman manis alam Latar Ombo yang telah memberikan diriku petualangan dan hikmah baru pada hari spesial itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pagi hari menjelang aku mulai bangun sambil menunggu detik2 munculnya matahari terbit, aku memulai aktifitasku dengan membuat susu hangat yang pastinya sangat nikmat. Akhirnya cahaya2 kuning keemasan itu akhirnya muncul juga di balik Gunung Bokong (Gunung Aneh) yang sangat eksotis. Terlihat temen2 pendaki lain mulai keluar dari tenda mereka masing2 yang tentunya tidak ingin melewatkan moment yang ditunggu2 ini. Hari semakin siang dan aku mulai berkemas2 untuk turun karena cuaca semakin panas di Latar Ombo. Setelah mengecek peralatanku dan semuanya beres aku mulai turun kembali menuju jalan pulang ke kehidupanku semula. tak lupa aku berpamitan dengan temen2 pendaki lain dan semoga persahabatan akan selalu terengkuh di manapun kita berada. Aku kembali melewati lembah Latar Ombo seperti perjalanan pendakianku kemarin tentunya dengan perasaan senang dengan membawa sejuta keceriaan untuk menghadapi liku2 kehidupan di masa mendatang yang semakin tak bertepi...berusaha menggapai esok fajar pagi yang tentunya dengan penuh pengharapan kebahagiaan...Perjalanan akhir pekan yang tak akan pernah terlupakan...Moment Special yang akan terus aku ingat dalam kenangan...Akhir perjalanan ini aku hanya bisa berucap mari kita jaga alam ini...mari kita lestarikan alam ini...dan mari kita cintai alam ini agar esok hari kita dan masa depan kita akan selalu melihat alam yang penuh pesona ini sambil menyenandungkan alam kedamaian...Peace Forever And One (Neverland)...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 11 Mei 2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-6870955084648861862?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/6870955084648861862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/05/latar-ombo-gunung-panderman-moment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/6870955084648861862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/6870955084648861862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/05/latar-ombo-gunung-panderman-moment.html' title='Latar Ombo, Gunung Panderman : Moment Beautiful'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SgjqpZI9zBI/AAAAAAAAAOY/4nfC0XodzuA/s72-c/suara+alam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-6680825050687457282</id><published>2009-04-20T10:38:00.038+07:00</published><updated>2011-11-01T08:37:15.908+07:00</updated><title type='text'>Petualangan Harus Segera Dimulai...</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SevunuIzwAI/AAAAAAAAAOM/cn5weq1fi6A/s1600-h/S4010067.JPG"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326613350463029250" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SevunuIzwAI/AAAAAAAAAOM/cn5weq1fi6A/s320/S4010067.JPG" style="cursor: hand; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SevuntEo50I/AAAAAAAAAOE/L46hX9YTrZs/s1600-h/S4010102.JPG"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326613350177105730" src="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SevuntEo50I/AAAAAAAAAOE/L46hX9YTrZs/s320/S4010102.JPG" style="cursor: hand; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SevunUj5EGI/AAAAAAAAAN8/HSvksAfOFVU/s1600-h/S4010074.JPG"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Petualangan harus segera dimulai"...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Yaach...inilah kata-kata yang terus aku simpan di dalam hatiku setelah hampir empat bulan aku tidak pernah melakukan petualangan menjelajahi alam mengagumi anugerah ciptaan Allah SWT. Aku masih ingat pendakianku terakhir adalah akhir desember kemarin ke Puncak Khayangan Berkabut Para Dewa, Puncak 29, Gunung Muria...Sebuah perjalanan akhir tahun yang sangat fantastis dan mengesankan. Bulan ini hasrat itu untuk sementara masih dalam impian setelah dua kali gagal melakukan petualangan pendakian karena harus mengutamakan pekerjaan terlebih dahulu. Mau gimana lagi, setiap akhir pekan di saat semua pada libur aku harus nglembur kerja. Tapi gak apa-apalah, yang namanya hidup harus jalan terus dan dijalani dengan penuh syukur dan ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Perencanaan telah aku persiapkan dengan matang dari sekarang. Tenda, matras, tas ransel, kompor, alat-alat masak dan tidak lupa ketinggalan jaket tebal, celana panjang serta syal Panser Biru kesayanganku yang selalu setia menemaniku berpetualang selama ini telah aku persiapkan jauh-jauh hari. Rencana petualanganku aku mulai dahulu mendaki Gunung Panderman, seandainya Allah mengizinkan ini adalah pendakianku yang ke 13 menuju Puncak "Basundara" Panderman...kemudian rencana berikutnya adalah menuju Puncak Gunung Welirang untuk yang pertama kalinya. Banyak temen2 yang mengatakan pagi hari di Puncak Welirang sungguh eksotis pemandangannya. Inilah yang membuat hatiku mengebu-gebu untuk segera kesana. Kemudian petualangan selanjutnya adalah menaklukan Puncak Gunung Penanggungan yang katanya sering disebut dengan miniaturnya Gunung Semeru...wooow mantaaap. Kemudian dilanjutkan lain waktu menuju Puncak Misteri Gunung Arjuna. Pendakianku yang pertama ke Gunung Arjuna ini adalah ketika tahun baru 2007...aku masih ingat ketika itu kita nggak sampai puncak...yaaach 2 hari 2 malam badai gunung turun dengan dahsyatnya. Untunglah aku menemukan sebuah gubuk sehingga aku dan teman2 bisa berlindung di dalamnya menghindari badai gunung yang sepertinya tidak mau untuk diajak berdiplomasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bermula dari peristiwa ini aku sadar dan menemukan hikmah yang dapat kita petik pelajaran bahwa alam ternyata butuh akan kasih sayang kita...selama ini kita sebagai manusia merasa diri kita merasa hebat dengan kemampuan, teknologi, ketampanan dan kecantikan kita sehingga kita terlena terhadap alam di sekitar kita. Ketika aku di dalam gubuk tua di tengah-tengah badai yang tak kenal kompromi aku merasa bahwa nyawa seseorang tidak ada apa-apanya apabila Allah telah berkehendak. Dari situ aku sadar akan dosa-dosaku masa lalu, dan aku berharap apabila Allah masih memberi kesempatan padaku untuk hidup pada waktu itu, maka sepulang dari pendakianku aku berjanji akan memperbaiki diriku dan berusaha untuk menjaga alam yang dititipkan Allah kepada kita ini dengan sebaik-baiknya. Aku juga sadar ternyata ketika kita berada di alam gunung yang liar menahan rasa haus, lapar, panas, dan dingin aku menemukan jawaban bahwa keadaan yang aku alami inilah seperti apa yang dirasakan oleh teman-teman kita yang hidupnya serba kesusahan. Aku merasakan hal ini hanya selama tiga hari di gunung sedangkan mereka hampir setiap hari harus menahan haus, lapar, kepanasan dan kedinginan dan wajah mereka menerawang kosong kedepan tanpa adanya harapan yang pasti akan kelanjutan hidup mereka. Sungguh berdosanya kita selama ini terhadap hal yang mungkin kita anggap sepele. Setiap kali aku mendaki gunung, aku menemukan liku-liku kehidupan tentang beginilah hidup yang sebenarnya dan bagaimana cara bertahan hidup di alam dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Semoga perdamaian selalu tercipta di bumi ini...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Alam akan selalu merekah tersenyum bersemi...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mentari setia menyinari rumput2 liar yang penuh warna-warni...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Fajar pagi kan memberikan berita pagi yang menyejukkan hati...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kenari kecil sahabat ditengah jalan mendaki yang kami lalui...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Menuju puncak bidadari berhiaskan putihnya kabut permadani...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;b&gt;(Pasukan Langit, 20 April 2009)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #999999; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4561043203435808767-6680825050687457282?l=www.pasukanlangit.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/feeds/6680825050687457282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/04/petualangan-harus-segera-dimulai.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/6680825050687457282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4561043203435808767/posts/default/6680825050687457282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pasukanlangit.co.cc/2009/04/petualangan-harus-segera-dimulai.html' title='Petualangan Harus Segera Dimulai...'/><author><name>Pasukan@Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16761856242438962647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SzCCDLaPniI/AAAAAAAAAU8/pdi9xuCEYCg/S220/Joens+Di+Puncak+Merapi,+2966+mdpl.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/SevunuIzwAI/AAAAAAAAAOM/cn5weq1fi6A/s72-c/S4010067.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4561043203435808767.post-3252632913898892925</id><published>2009-03-20T08:13:00.036+07:00</published><updated>2011-11-01T08:36:30.897+07:00</updated><title type='text'>Suara Jalanan Menuju "Jalan Pulang" Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="center" style="background-color: #999999; color: black; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/ScLtvIQC-gI/AAAAAAAAAMI/_9KG5ROvPdw/s1600-h/Pose%5B1%5D..and+shoot079.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315071904175028738" src="http://3.bp.blogspot.com/_PsgpnJB7tLk/ScLtvIQC-gI/AAAAAAAAAMI/_9KG5ROvPdw/s320/Pose%5B1%5D..and+shoot079.jpg" style="display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Tatkala Angin Tak Lagi Menyegarkan...&lt;br /&gt;Dingin Tak Lagi Menyejukkan...&lt;br /&gt;Panas Tak Lagi Membawa Kehangatan...&lt;br
